SORONG– Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”, upacara peringatan HUT TNI ke-81 yang dipimpin Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin, SE, M.Si, M.Tr Opsla di Lapangan Mandala Koarmada III, 5 Oktober 2026 berlangsung khidmat dan sederhana.

Menampilkan atraksi kemampuan bela diri dari para prajurit, HUT TNI ke-81 ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin dan diserahkan kepada perwakilan prajurit TNI.
Pemotongan tumpeng juga dilakukan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, Komandan Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, ST, MM, CHRMP, Komandan Pasmar 3, Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M dan Komandan Korem 181/PVT, Brigjen TNI Slamet Riadi.

Dalam rangkaian upacara, dengan langkah tegap, suasana khidmat terasa saat pasukan upacara diiringi musik dengan lagu “Maju Tak Gentar” memasuki lapangan upacara, dimana bertindak selaku Komandan Upacara, Letkol Inf Muhammad Junaidi.

Upacara peringatan HUT TNI ke- 81 diikuti satu kompi TNI AL dari Kodaeral XIV Sorong, satu kompi TNI AL dari Koarmada III, satu kompil TNI Al Marinir dari Pasmar 3, satu kompi gabungan Pasukan Khusus TNI , satu kompi anggota Polri gabungan Brimob dan Polda Papua Barat Daya, satu kompi gabungan PNS TNI , dan ASN Provinsi Papua Barat Daya, dan satu kompi dari Poltekpel Sorong dan pramuka yang semuanya berbaris rapih menghadap podium utama.

Usai memeriksa pasukan, peringatan HUT TNI ke- 81 diikuti dengan pengucapan sapta marga dari 3 matra yakni TNI AL, TNI AD dan TNI AU. Dan tidak kalah pentingnya, di momen penting ini, Panglima Koamada III Laksamana Muda Dato Rusman Sutan Nurdin menyerahkan penganugerahaan tanda kehormatan satya lencana kesetiaan kepada 3 prajurit TNI yang telah berjasa luas biasa menunjukkan kesetiannya mengabdi kepada bangsa dan negara selamn 8 tahun, 16 tahun, dan 32 tahun.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Pangkoarmada III menyampaikan apreseasi kepada seluruh prajurit TNI atas pengabdian dan loyalitas, kerja keras dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.
Selain itu, Panglima TNi juga mengatakan, kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari perhatian yang telah diberikan TNI selama ini. Kepercayaan dari rakyat tersebut ujar Panglimna TNI adalah bentuk penghormatan dan amanah yang wajib dijaga.
Jenderal TNI Agus Subiyanto juga mengungkapkan adanya dukungan negara dalam memperkuat TNI baik melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN TNI maupun modernisasi alat peralatan pertahanan keamanan. Dengan modernisasi itu, Panglima TNI menegaskan perlu diikuti dengan peningkatkan kompetensi.
“Semakin kuat TNI, semakin modern kemampuannya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita pikul,”ujar Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagaimana disampaikan Pangkoarmda III Laksda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin.
Kekuatan tersebut harus diimbangi dengan peniningkatan kompetensi, kesiapan dan profesionalisme sesuai bidang masing-masing. Menghadapi dinamika ruang informasi yang kompetitif yang dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat dan pemerintah serta institusi negara, ancaman terhadap keutuhan wilayah dan tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama.
PRIMA sebagai Budaya Pengabdian
Menghadapi dinamika tersebut, Panglima TNI menegaskan bahwa TNI harus tetap kokoh pada jati dirinya dan jelas dalam arah pengabdiannya.
“ Momentum HUT TNI ke-81 ini harus menjadi tonggak dalam memperteguh tekat kita untuk menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan serta melindungi kekayaan nusantara sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil dan bermartabat,”ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Lebih lanjut Panglima TNI juga minta agar menjadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian.
“Pandangan Panglima TNI untuk menjadikan sebagai arah penugasan TNI kedepan yaitu PRIMA (profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif). Ini adalah pernyataan bahwa TNI adalah prajurit profesional, prajurit yang lahir dari rakyat, bekerja bersama rakyat dan mengabdi untuk rakyat. Ini adalah jati diri TNI, sehingga dari penguatan jati diri TNI ini, kami sangat yakin bahwa tidak akan kami wujudkan apabila tidak dapat dukungan positif dari seluruh rakyat Indonesia. Inilah jati diri kami sebagai TNI,”ujar Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin kepada media.
Pangkoarmada III juga mengatakan, akhir-akhir ini dengan adanya perhatian dari Presiden Prabowo Subianto melengkapi peralatan TNI merupakan pesan bagi seluruh prajurit untuk bangkit, maju bahwa tantangan kedepan semakin kompleks.
“Sehingga kita dihadapkan dengan peralatan yang semakin modern dan para prajurit juga disekolahkan, dilatih secara modern sehingga tadi pesan Panglima TNI kita harus bisa menunjukkan jati diri kita sebagai prajurit yang profesional. Profesional maksudnya kita menjalankan tugas sesuai apa yang diperintahkan, dan kita tidak lupa jati diri kita sebagai prajurit. Saya pikir ini menjadi pedoman kita untuk maju kedepan, membangun TNI, untuk menjalankan apa yang diamanatkan kepada TNI,”ujar Jenderal Dato Rusman.
Prihatian Karhutla, Pangkoarmada III : Jangan Bakar-Bakar Sembarangan
Saat menanyakan tantangan terberat yang dihadapi TNI khususnya di Papua Barat Daya, dikatakan oleh jenderal bintang dua itu bahwa tantangan terberat secara signifikan tidak ada karena TNI bersama rakyat bisa mengatasi semua persoalan yang ada.
“Seperti beberapa hari lalu kita mendengar berita operasi yang dilaksanakan oleh Kogabwilhan beserta jajarannya, ada KKB yang ditangkap dan ada kontak di sana. Ini bisa dilaksanakan oleh TNI karena informasi yang diperoleh TNI bersama-sama dengan rakyat,”ujar Laksda TNI Dato Rusman yang dalam doorstop juga hadir Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, Komandan Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, ST, MM, CHRMP, Komandan Pasmar 3, Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M dan Komandan Korem 181/PVT, Brigjen TNI Slamet Riadi.
Lanjut dikatakan oleh Pangkoarmada III bahwa salah satu persoalan yang dihadapi dan perlu diatasi secara bersama-sama adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Prihatin dengan Karhutla yang telah merembet kemana-mana, Pangkoarmada III menyerukan kepada masyarakat untuk tidak bakar hutan dan sampah sembarangan,.
“Kita lihat udara di sini sudah tidak jernih, tidak bersih karena ditutup oleh kabut asap. Nah ini menjadi tantangan lingkungan hidup yang saya pikir menjadi permasalan kita bersama untuk kita selesaikan,”ujar Pangkoarmada III.
“Saya pesan kepada masyarakat, jangan banyak bakar-bakar karena tidak ada hujan, jangan bakar sampah. Bagusnya sampah itu dipisahkan antara sampah organik dan non organik sehingga tidak merusak lingkungan,”imbuh Laksda TNI Dato Rusman Sutan Nurdin.
Sementara itu Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu disela menyampaikan ucapan selamat HUT TNI ke-81 berharap agar TNI tetap menjadi yang terdepan, mempertahankan NKRI bersama rakyat.
Selain atraksi bela diri yang ditampilkan oleh para prajurit TNI, dalam rangkaian peringatan HUT TNI ke- 81, yang juga menarik perhatian tamu undangan ketika Polri secara surprise memberikan 4 kue ultah kepada TNI yang dibawa oleh sejumlah anggota Polwan.
Hadir dalam acara peringatan HUT TNI ke- 81, Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu, S.IK, Ketua MRP Papua Barat Daya, Alfons Kambu, Ketua DPR Provinsi Papua Barat Daya, Ortis F. Sagrim, ST, M.Ak, Ketua DPR Kota Sorong, Drs Ec Jhon Lewerissa, Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo,S.Pd serta sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda di Provinsi Papua Barat Daya dan tamu undangan lainnya. (min)






