Harap IWAPI jadi Penggerak Lahirnya Pengusaha-Pengusaha Muda Perempuan di PBD
SORONG– Puncak peringatan HUT Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ke-51 yang mengusung tema “Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan Melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2025” yang digelar di Pendopo IKASWARA Km 12 Kota Sorong, Selasa (10/2/2026) berlangsung sukses.

Dalam suasana penuh suka cita, HUT IWAPI ke-51 ditandai dengan pemotongan kue Ultah oleh Ketua Umum DPD IWAPI Provinsi Papua Barat Daya, Dra Ramlah Alyafie didamping panitia, ketua-ketua DPC, pengurus IWAPI yang kemudian potongan kue ultah pertama diberikan kepada Ketua Tim PKK Provinsi Papua Barat Daya, Ny Orpa Susana Kambu, S.Pd, Ketua BKOW Provinsi Papua Barat Daya, Ny Ida Aprianti Nausrau dan pimpinan organisasi wanita lainnya.

Di momen kebahagiaan ini, potongan kue ultah juga diberikan kepada Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Daya (PBD), Ahmad Nausrau, S.Pd.I, MM, anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya, H. Hartono yang dikenal dengan “songkok hijaunya”, para pimpinan bank sebagai mitra utama IWAPI dan Ketua UMKM Nusantara Provinsi Papua Barat Daya, Jhony Dawan.

Sebagai rangkaian di peringatan HUT ke-51, DPD IWAPI Papua Barat Daya juga menyerahkan paket sembako kepada warga. Inilah bentuk kepedulian dari organisasi wanita-wanita pengusaha yang tampil cantik dengan blaser biru berlogo IWAPI.

Meski baru setahun terbentuk, DPD IWAPI Papua Barat Daya sudah mampu menunjukkan eksistensinya. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ketua DPD IWAPI Papua Barat Daya, Ramlah Alyafie.

“Saya laporkan kepada Ibu Ketua Umum PKK bahwa IWAPI sudah berturut-turut meraih DPD teladan, meskipun baru satu tahun, dan telah mendapatkan dua perempuan pengusaha tingkat nasional. Salah satunya adalah Ibu Yarli (pengusaha Salero Bagindo) dan ada juga Ibu Vina, yang baru saja mendapatkan peringkat pengusaha terbaik tingkat ASEAN,”tandasnya.

Dalam sambutannya, Ramlah mengatakan kehadiran dan keberadaan IWAPI di Provinsi Papua Barat Daya diharapkan dapat bersinergi secara positif dengan berbagai kebijakan dan program pemerintah daerah yang sedang giat dilaksanakan.

Sebagai wadah perhimpunan para pengusaha perempuan di daerah ini, IWAPI harus dikembangkan secara berdaya guna dan berhasil guna, terutama dalam menciptakan pelaku bisnis dan ekonomi yang lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

“IWAPI Provinsi Papua Barat Daya akan meluncurkan program untuk mendorong percepatan digitalisasi UMKM perempuan. Selain itu, kami juga akan memperluas akses pembiayaan yang berkelanjutan, sehingga kami menjalin kemitraan dengan perbankan. Kami akan meningkatkan kapasitas SDM perempuan pengusaha,”tutur Ketua Umum IWAPI Papua Barat Daya.

Untuk itu, lanjut Ramlah, pihaknya memerlukan fondasi yang kuat dan kerja sama dengan berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, KADIN (Kamar Dagang dan Industri), hingga organisasi lainnya. “Di usia yang ke-51, IWAPI meneguhkan perannya untuk terus bertransformasi dan memperkuat kolaborasi, baik dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun perbankan,”imbuhnya.
Kehadiran dan keberadaan IWAPI di Provinsi Papua Barat Daya diharapkan dapat bersinergi secara positif dengan berbagai kebijakan dan program pemerintah daerah yang sedang giat dilaksanakan. Sebagai wadah perhimpunan para pengusaha perempuan di daerah ini, IWAPI harus dikembangkan secara berdaya guna dan berhasil guna, terutama dalam menciptakan pelaku bisnis dan ekonomi yang lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Tidak hanya dalam negeri, khususnya wilayah Papua Barat Daya, tetapi juga hingga ke luar negeri. IWAPI berupaya melakukan berbagai kegiatan pelatihan, baik secara online maupun offline, sebagaimana organisasi masyarakat lainnya.
“Mari kita bersama-sama terus memperkuat sinergi dan kolaborasi nyata bersama IWAPI. Kita bangun ekonomi perempuan yang tangguh dan berkelanjutan, menuju Indonesia Emas,”ucap Ramlah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau dalam sambutannya memberikan apreseasi kepada IWAPI di Papua Barat Daya yang telah mampu melahirkan pengusaha perempuan tingkat nasional hingga ASEAN.
Dalam meningkatan ekstistensinya, Wagub kemudian memberikan dorongan kepada IWAPI di Provinsi Papua Barat Daya untuk semakin solid, semakin inovatif, dan semakin tampil di depan dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. “Juga diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, lebih khususnya di Provinsi Papua Barat Daya,”tandas Wagub Ahmad Nausrau.
Dikatakan oleh orang nomor dua di provinsi ke-38 ini, bahwa perempuan hadir tidak hanya sebagai pendamping dan tidak lagi diposisikan sebagai nomor dua. Saat ini, dalam semua sektor, terutama sektor ekonomi dan UMKM, perempuan berada di barisan yang paling depan.
“Tanpa kontribusi dan kehadiran perempuan, akan sulit kita harapkan pertumbuhan ekonomi yang cepat, terutama untuk kelas menengah ke bawah, yang didominasi oleh ibu-ibu. Dalam setiap event, ibu-ibu selalu hadir di barisan terdepan,”tandas Ahmad Nausrau.
Agar yang diharapkan ini menjadi terarah dan terpadu dalam satu komando, lanjut Wagub, diharapkan peran dari IWAPI, yang khusus menjadi wadah untuk memperjuangkan peran perempuan, khususnya di dalam dunia usaha. Karena itu, tema yang diangkat pada peringatan hari ulang tahun ke-51 ini sangat tepat: “Memperkuat Fondasi Transformasi Digital Ekonomi Perempuan melalui Sinergi Lintas Sektor Menuju Indonesia Emas 2045.”
“Tema ini sangat relevan dan visioner, sesuai dengan harapan kita bersama, yaitu Indonesia Emas 2045. Kita tidak akan bisa mewujudkan apa yang kita sebut sebagai Indonesia Emas 2045 tanpa sinergi lintas sektoral dan tanpa keterlibatan serta dukungan semua pihak, termasuk keikutsertaan atau peran aktif dari IWAP,”ujar Wagub.
Lanjut dikatakan, kita harus menyadari bahwa transformasi digital saat ini bukan lagi merupakan sebuah pilihan, tetapi suatu keharusan untuk mengembangkan usaha. Menjual suatu produk tidak lagi harus membutuhkan toko yang besar atau lokasi di tempat-tempat strategis. Saat ini, orang bisa berjualan dari rumah saja.
Bahkan, barang dagangan kini dapat berada di lokasi lain sementara penjualannya dilakukan di tempat lain melalui transformasi digital. “Artinya, perempuan pada waktu yang bersamaan bisa melaksanakan tugas-tugas sebagai ibu rumah tangga, mengurus anak di rumah, serta memenuhi perannya sebagai istri. Sambil membantu suaminya, perempuan juga dapat berjualan. Melalui transformasi digital, cukup dengan memfoto produk, membagikannya di Facebook atau grup WhatsApp, orang sudah bisa membeli barang tersebut,”terang Ahmad Nausrau.
Itulah sebabnya mengapa transformasi digital harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk kesejahteraan. Dikatakan oleh Wagub, dunia usaha ini terus berkembang dan bergerak cepat, membutuhkan inovasi dan gerak cepat. Perdagangan hari ini tidak lagi terikat pada batas wilayah geografis; melalui dunia digital, produk-produk dari Papua Barat Daya dapat dijual ke banyak negara, cukup dengan membagikannya di media sosial.
“Ini adalah lonjakan perubahan yang luar biasa. Termasuk dalam sistem pembayaran. sebelumnya, untuk melakukan transaksi, kita harus pergi ke bank, membawa uang tunai, dan bertatap muka secara langsung. Namun, dengan transformasi digital, semuanya berubah. Kita tidak perlu lagi pergi ke bank; cukup dari rumah, dengan HP dan aplikasi, kita bisa melakukan transaksi, jual beli, transfer, dan seterusnya,”urainya.
Pemerintah Butuh IWAPI
Wagub juga menyampaikan pesan Gubernur Elisa Kambu yang selalu mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak bisa membangun daerah ini sendiri. Pemerintah membutuhkan dukungan dari civil society, masyarakat setempat, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh adat, tokoh-tokoh perempuan, dan pemuda untuk ikut bersama-sama.
Pemerintah juga membutuhkan dunia usaha, termasuk IWAPI dan perbankan. Tentu saja, ini adalah sistem dukungan yang harus saling menunjang antara satu dengan yang lain. Jika kebersamaan dan sinergitas ini bisa tercipta, saya yakin kita bisa melangkah lebih cepat.
“Posisi kita sangat strategis, dengan potensi sumber daya yang luar biasa, termasuk potensi pariwisata dan perikanan yang besar. Dalam kaitan ini, kami berharap IWAPI Papua Barataya dapat menangkap peluang dalam persaingan ini. Kita berharap IWAPI bisa meningkatkan kapasitas anggotanya dalam memanfaatkan teknologi digital yang ada,”ujar Ahmad Nausrau yang tampak begitu bersemangat menyampaikan sambutan.
“Kami juga berharap IWAPI menjadi katalisator dan motivator untuk menggerakkan serta melahirkan pengusaha-pengusaha muda perempuan di seluruh Papua Barataya. Jika Kota Sorong dan Kabupaten Sorong sudah menjadi motor penggerak utama, kita berharap IWAPI dapat menggerakkan sektor-sektor penyangga di Kabupaten Main Prat, Kabupaten Tamraw, Kabupaten Sorong Selatan, dan Raja Ampat,”harapnya.
Dengan demikian, kita dapat melihat munculnya wirausahawan muda perempuan yang inovatif dan kompetitif.
“Kami juga berharap IWAPI dapat memanfaatkan potensi pasar yang ada di Papua Barat Daya. Yang paling penting adalah bagaimana memperluas jaringan usaha dan akses pembiayaan pasar, tidak hanya mengejar pasar domestil,”pesan Wagub Ahmad Nausrau.
Rangkaian acara peringatan HUT IWAPI ke- 51 yang dipandu MC Eva diakhiri dengan pose bersama. Yang menarik dari ornament dekorasi yang indah, tampak hasil-hasil pertanian dan buah yang dirangkai dari tangan-tangan trampil. Kue Ultah bertahta lilin 51 dan tumpeng semua merupakan hasil produk dari ibu-ibu IWAPI. Tak ketinggalan di sudut meja lain tersaji berbagai produk UMKM dari ibu-ibu IWAPI yang dijual dan menarik bagi tamu undangan.
Selain acara yang dikemas secara langsung di Pandopo IKASWARA, peringatan HUT ke-51 IWAPI juga berlangsung secara during dengan mendengarkan sambutan dari Ketua DPP IWAPI, Ir Nita Yuda Mba, dan menteri terkait.
Tampak hadir Dalma acara HUT IWAPI ke- 51, Ketua KADIN Papua Barat Daya, Darwanto, Sekretaris KADIN Ir Andi Maddukeleng, MH, Ketua IKASWARA PBD, Tupono, Ketua IKASWARA Kota Sorong, Akhmad Murtadho, Ketua Bhayankari PBD yang diwakili Ny Semmy R. Tabhaa (isteri Wakapolda), Kepala Dinas Koperasi dan UMKM PBD, Dr Selvie Sangkek dan segenap tamu undangan lainnya. (min)






