Dorong Pelaku UMKM “Naik Kelas”, KPwBI Papua Barat Kembali Gelar TCEF di Kota Sorong

SORONG– Dengan mengusung tema “ Mendorong UMKM Penunjang Pariwisata Melalui Digitalisasi dan Ekosistem Kreatif Berkelanjutan”, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Papua Barat kembali menyelenggarakan Regional High Level Event (RHLE) berupa Torang Creative and Ecotourism Festival (TCEF) 2026 di Kota Sorong.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mendorong penguatan UMKM sebagai penunjang sektor pariwisata melalui digitalisasi dan ekosistem kreatif berkelanjutan.

Penabuhan tifa menandai opening ceremony TCEF 2026. (Rosmini/SuaraSorong)

Ditandai dengan penabuhan tifa, Opening Ceremony TCEF 2026 yang berlangsung di Gedung Lambert Jitmau Kantor Walikota Sorong, Jumat (22/5/2026) diawali dengan sambutan dari Gubernur Papua Barat, dilanjutkan oleh Gubernur Papua Barat Daya, dan diakhiri oleh sambutan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Bapak Thomas A.M. Djiwandono.

Pose bersama pada opening ceremony TCEF 2026. (Rosmini/SuaraSorong)

Dalam sambutannya, Gubernur Papua Barat dalam hal ini diwakili oleh Asisten 2 Setda Provinsi Papua Barat, Melkias Werinussa menekankan pentingnya kolaborasi antar wilayah di Tanah Papua, di mana Papua Barat dan Papua Barat Daya berada dalam satu koridor pertumbuhan ekonomi yang saling terhubung melalui perdagangan, pariwisata, dan ekosistem UMKM. Disampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai wajah dari pengalaman wisata, karena wisatawan tidak hanya menikmati alam, tetapi juga produk budaya, kriya, kuliner, dan cerita lokal yang dihadirkan oleh pelaku usaha.

Sementara Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Daya Ahmad Nausrau dalam sambutannya mengatakan merasa terhormat karena kegiatan TCEF telah 3 kali berturut-turut dilaksanakan oleh Bank Indonesia di Kota Sorong.

Dikatakan oleh Wagub bahwa kegiatan ini merupakan momen yang dinanti-nantikan para pelaku UMKM setiap tahunnya. “Karena melalui kegiatan ini, UMKM memperoleh ruang promosi, ruang belajar dan ruang perluasan pasar untuk menampilkan produk-produk terbaiknya, memperluas jejaring, bertemu dengan konsumen serta memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas lokal kepada masyarakat yang lebih luas,”ujar Wagub Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau.

Dalam sambutannya, Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, menegaskan bahwa TCEF merupakan bentuk kontribusi nyata Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah.

Dikatakan, festival ini tidak hanya menjadi ajang pameran, namun juga merupakan ruang kolaborasi untuk menghubungkan UMKM, sektor pariwisata, komunitas kreatif, serta ekosistem keuangan dalam satu kesatuan yang saling menguatkan.

Kepala KPwBI Papua Barat, Setian mengungkapkan pada penyelenggaraan tahun ini, TCEF 2026 menghadirkan 25 UMKM hasil kurasi program 4th KASUARI (Kurasi, Pelatihan, dan Peningkatan Kapasitas UMKM Berdikari), yang terdiri dari 9 UMKM dari Provinsi Papua Barat dan 16 UMKM dari Provinsi Papua Barat Daya.

UMKM yang ditampilkan merupakan pelaku usaha unggulan yang telah melalui proses kurasi untuk meningkatkan kualitas produk, standarisasi, serta kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.

Selain itu, jelas Setian,  TCEF 2026 juga menghadirkan UMKM dari berbagai sektor strategis, antara lain: UMKM Desa Wisata, sebagai representasi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat; UMKM Pangan Lokal, yang mengangkat kekayaan komoditas khas Papua; UMKM Kriya Lokal, yang menampilkan kerajinan dan wastra sebagai identitas budaya; UMKM Kopi, sebagai komoditas unggulan dengan potensi pasar nasional dan internasional.

Kehadiran berbagai sektor UMKM tersebut memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rantai nilai pariwisata, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui TCEF 2026, diharapkan tercipta ekosistem yang semakin kuat antara UMKM, pariwisata, dan digitalisasi, serta mendorong pelaku usaha untuk naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjadikan UMKM sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Dalam opening ceremony TCEF 2026 selain penyerahan penghargaan kepada pelaku UMKM, juga diisi dengan fashion show bertema “Kasuari Batik”.

Dari opening ceremony di Gedung Lambert Jitmau, dilanjutkan dengan meninjau stand-stand TCEF. Dimana tampak Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat , Setian bersama Asisten 3 Pemprov Papua Barat Daya, Atika Rafika, Asisten 2 Pemprov Papua Barat Melkias Werinussa, Asisten 2 Pemkot Sorong, Thamrin Tajudin dan pejabat lainnya meninjau satu persatu stand UMKM TCEF dan menanyakan berbagai produk yang dijual.

Berlangsung 22-24 Mai 2026, kegiatan TCEF 2026 akan dirangkai dengan jalan sehat, lomba masak pangan lokal, fashion show, hiburan rakyat, lomba yospan dan beberapa agenda kegiatan menarik lainnya. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.