SORONG– Setelah melaksanakan rangkaian kunjungan kerja (kunker)di Provinsi Papua Tengah, Wakil Presiden (Wapres) RI GibranR Rakabuming dijadwalkan Sore ini (Selasa, 21/4/2026) sekitar pukul 17.25 WIT tiba di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong Provinsi Papua Barat Daya dan akan disambut oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos serta unsur Forkopimda.
Disambut dengan tarian adat Papua, setelah tiba di Bandara DEO, Wapres akan mengawali kunjungan kerjanya dengan mengunjungi Saga Supermarket dan belanja bersama mama-mama Papua dan elanjutnya menuju RM Marina untuk makan malam bersama sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat.
Kunker di provinsi termuda ini berlangsung 2 hari, dimana Rabu besok (22/4), Wapres dan rombongan akan mengunjungi Pasar Ikan Jembatan Puri di Klademak Pantai Kota Sorong,
Usai melaksnakan rangkaian kunker di Kota Sorong, sekitar pukul 13.20 WIT Wapres menuju Kabupaten Raja Ampat. Dari Kabupaten Raja Ampat, orang nomor 2 di Republik ini melanjutkan kunjungan kerjanya di wilayah Kabupaten Sorong dan meninjau fasilitas kesehatan di RSUD Wanane Kabupaten Sorong. Rangkaian kunker Wapres Gibran berakhir di Kantor Gubernur Papua Barat Daya.
Dijadwalkan sekitar pukul 16.40 Wit, Wapres dan rombongan yang menggunakan pesawat kepresidenan bertolak kembali ke Jakarta.
Seperti diketahui, kunjungan Wapres ke Provinsi Papua Tengah dan Papua Barat Daya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan di Tanah Papua sebagai prioritas nasional.
Kunjungan kerja Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di Provinsi Papua Barat Daya yang tiba di Kota Sorong pada hari ini (Selasa, 21/4/20260) disambut gembira dan mendapt apresesasi dari Sekretaris Kelompok Khusus DPRK Kota Sorong. Yonadap Trogea.

“Harapan kami, 20 tahun Otsus sudah berlalu sekarang masuk 20 tahun kedua, apa yang menjadi idaman orang asli Papua (OAP) di Otonomi Khusus (Otsus) Nomor 2 tahun 2001 harus diproteksi secara umum. Artinya bahwa OAP yang sebenarnya tuntutan sesungguhnya dimana kongkrinya adalah pemerintah harus serius melaksanakan Otonomi Khusus karena itu Otsus adalah bargaining terakhir untuk orang asli Papua dengan pemerintah Indonesia. Jadi serius melaksanakan Otonomo Khusus,”ujar Yonadap Trogea.
Dalam hal ini perhatian dibidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan infrastruktur hendaknya harus benar-benar mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk orang asli Papua. Diakuinya selaman ini perhatian pemerintah selama ini sudah jalan, hanya belum maksimal.
“Kita berharap lebih maksimal, contoh orang asli Papua di Kota Sorong dari Saoka sampai Km 16 banyak butuh rumah layak huni, itu belum terjawab, Contoh afirmasi pendidikan, dokter spesialis, spesialis pilot, spesialis kapten kapal, spesiali-spesialis itu perlu dibkiayai khusus menprotek orang asli Papaua pada hal-hal itu dengan dan Otsus, jadi ada kebijakan-kebijakan afirmasi,”jelas wakil rakyat dari jalur Otsus.
Lanjut dikatakan, ekonomi OAP belum berdampak singnifikan, buktinya mama-mama Papua jualan masih duduk di emperan-emperan jalan. Harapannya mama-mama Papua duduk jualan di tempat yang layak.
“Misalnya pak Wali Kota bikin program, pemerintah pusat kiranya mendukung penuh bagaimana memprotek itu,”tandasnya.
Terkait kunjungan Wapres Rabu besok (22/4/2026) ke Jembatan Puri, Yonadap Trogea berharap Wapres bisa melihat kondisi yang ada dan kedepannya agar nelayan asli Papua lebih banyak diberi kesempatan untuk jualan atau.jadi suplayer ikan di Jembatan Puri.
“Bagaimana nelayan-nelayan asli Papua diberdayakan di Jembatan Puri sehingga sama-sama cdengan teman-teman non Papua yang ada di situ menjadi suplayer ikan, sayur dan lainnyta, Yang pasti orang asli Papua harus diberdayakan sehingga menjadi tuan di negerinya sendiri,”pungkas Yonadap Trogea yang juga mantan jurnalis, (min)








