SORONG – “Doom Tra Kosong”. Pulau Doom Distrik Sorong Kepulauan mencatat sejarah melalui program Doom English Training Program 2026 yang berhasil memecahkan Rekor MURI.

Program pelatihan intensif Bahasa Inggris yang berlangsung selama lima hari dengan 500 peserta tersebut berhasil meraih dua Rekor MURI sekaligus, yakni Pelatihan peserta Bahasa Inggris terbanyak dan Pelatihan calon pengajar Bahasa Inggris terbanyak
Capaian ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Papua Barat Daya, karena dari wilayah kepulauan lahir sebuah gerakan pendidikan yang mampu menghadirkan ratusan peserta lintas usia dan profesi dalam waktu singkat.
Penggagas program sekaligus Pembina Yayasan Pulau Doom, Engelin Yolanda Kardinal mengatakan bahwa keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk mempersiapkan generasi Papua Barat Daya agar mampu bersaing secara global.
“Harapan saya anak-anak ke depan sudah bisa berbahasa Inggris dengan baik dan bisa go international seperti daerah lain. Kita ini daerah wisata, banyak orang datang dari berbagai tempat, jadi kita harus siap,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya meraih Rekor MURI, tetapi memastikan keberlanjutan program pendidikan tersebut.
“Saya senang karena bisa pecah rekor MURI untuk peserta terbanyak dan menciptakan trainer tercepat serta terbanyak. Tapi tantangan berikutnya adalah bagaimana follow up-nya,” katanya.
Ke depan, Yayasan Pulau Doom akan membentuk Doom Education Center sebagai pusat pendidikan berkelanjutan di Pulau Doom. Tidak hanya Bahasa Inggris, pusat pendidikan tersebut juga direncanakan membuka pelatihan Bahasa Belanda, Jepang, dan Prancis.
“Saya mau Pulau Doom jadi top Pulau Inggris. Sekarang peserta yang menerima sertifikat ada 571 orang. Ke depan kami ingin mencetak lebih banyak trainer lokal agar bisa berkembang sampai 2.000 peserta,” ungkapnya.
Engelin juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, gereja, serta masyarakat Pulau Doom yang telah memberikan dukungan penuh terhadap program ini.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan kegiatan. Termasuk kepada Ketua Pelaksana, Melkianus Muay (Melki), bersama seluruh tim yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menjalankan kegiatan ini dengan baik.
Sementara itu, Ketua DPR Papua Barat Daya, Ortis F. Sagrim turut hadir dan memberikan dukungan morol dan materil kepada penyelenggara kegiatan. Ortis menyebut metode pembelajaran yang digunakan dalam program tersebut sangat sederhana namun efektif.
“Sesuatu yang sebelumnya dianggap impossible, hari ini kita lihat nyata di depan mata. Anak-anak bisa menerima, memahami, dan mengingat materi dalam waktu singkat,” katanya.
Ia bahkan mendorong agar metode yang digunakan Yayasan Pulau Doom dapat dipresentasikan kepada Dinas Pendidikan untuk dikembangkan lebih luas.
“Program hebat tanpa metode yang tepat akan percuma. Tetapi metode sederhana seperti ini justru sangat efektif bagi generasi muda,” ucapnya.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, menilai program tersebut sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat Daya.
“Bahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan, pariwisata, teknologi, perdagangan, dan hubungan internasional,” katanya.
Ia menyebut pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan bahasa, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan wawasan generasi muda Papua Barat Daya.
“Kami percaya investasi terbaik bagi masa depan daerah ini adalah investasi pada sumber daya manusianya,” ujarnya.
Program ini ditutup dengan penuh antusiasme dan semangat peserta, sekaligus memperkuat slogan “Doom Tra Kosong”, sebuah gerakan pendidikan yang lahir dari Pulau Doom untuk Papua Barat Daya dan Indonesia.
Bagaimana bisa menguasai 300 kalimat Bahasa Inggris dalam waktu 5 hari, dibalik suksesnya Doom English Training, ada sosok pria cerdas Filda Malari, SE,M.Han,CTMP yang menerapkan metode modern dan diharapkan dapat ditularkan di seluruh wilayah di Provinsi Papua Barat Daya. (min)







