SORONG– Tiga tersangka TY, AY dan SY yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dilaporkan terlibat dalam 3 rentetan kejadian di Tambrauw yakni mulai dari pengrusakan dan pembakaran Kantor Distrik Bausbama Kabupaten Tambrauw pada 2 Desember 2024, kasus pembunuhan atau pengeroyokan yang mengakibatkan 1 orang warga sipil tewas pada 8 Maret 2026 dan kejadian 16 Maret 2026 yang menewaskan 2 tenaga kesehatan YL dan YEB.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Papua Barat Daya mengungkapkan hal ini dari 3 LP yang kini ditangani Polres Tambrauw.
Dalam press release di Mapolda, Kamis (9/4/2026), Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare menyebutkan, dari 3 LP tersebut, untuk kejadian pengrusakan dan pembakaran Kantor Distrik Bamusbama, ditetapkan 9 DPO yakni TY, AY, MF, SY, TA, AAH, MS, MY dan NY. Sedangka pada LP kejadian 8 Maret 2026, ditetapkan 5 DPO yakni TY, YY, SY, AY dan DY. Dan pada kejadian 16 Maret 2026 yang mengakibatkan tewasnya 2 nakes, 8 orang tersangka masuk dalam DPO yakni, TY, SY, SiY, AY, MY, DY, YY dan AK.
Dari 14 tersangka yang masuk dalam DPO tersebut, Kompol Jenny menyebutkan, 3 DPO yakni TY, AY dan SY terlibat dalam 3 rentetaan kejadian “berdarah” di Kabupaten Tambrauw.
“Untuk kasus pembunuhan kedua yang mengakibatkan 2 orang (nakes) meninggal dunia ada 8 orang DPO. Itu kami dapatkan dari keterangan saksi maupun tersangka yang beberapa waktu lalu telah menyerahkan diri kepada kita,”ujar Dirreskrimum Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Junov Siregar, S.IK didampingi Kasubdit AKBP Jatanrasm AKBP Ardy Yusuf, S.IK MH.
Sampai saat inu menurut Dirreskrimum Kombes Pol Junov Siregar, masyarakat di sekitra Kampung Bamusbama masih ada yang sembunyi di hutan. Dimana di hutan itu juga biasa masyarakat berkebun karena lokasinya yang memang ada di Kampung Bamusbama. “Ya tahu sendiri, kebun mereka ya hutan mereka juga,”tandas Junov Siregar.
Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di Kabupaten Tambrauw, melalui Operasi Dofior, Polda Papua Barat Daya yang didukung Polres Tambrauw masih siaga dengan berjaga-jaga di pos-pos yang ada di Distrik Bamusbama. Dan dalam waktu dekat, Bidang Humas Polda Papua Barat Daya akan turlap untuk melaksanakan trauma healing kepada masyarakat di Tambrauw, khususnya yang terkena dampak dari insiden kekerasan berdarah di Distrik Bamusbama. (min)






