SORONG– Meramaikan suasana kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di Jembatan Puri Klademak Kota Sorong, Rabu pagi (22/4/2026) musik Yembo terdengar menggema hingga membuat mama-mama ikut bergoyang.

Dengan membawa speaker besar bahkan speaker itu rela dipanggul, rombongan Wapres tampak terheran-heran melihat mama-mama goyang yembo disela padatnya masyarakat yang mengerumuni Wapres.

“Tarian adat di sini,”jelas salah satu rombongan Wapres yang paham Papua kepada rekannya.
Tiba sekitar pukul 07.30 Wit, kedatangan Wapres Gibran disambut antusias masyarakat di PPI Jembatan Puri. Meski dengan pengawalan yang sangat ketat dari Paspampres, masyarakat tetap maju untuk mendekati Wapres.
Antusias masyarakat menyambut kunjungan Wapres terlihat saat salah satu mama-mama Papua bisa menyalami Wapres Gibran.
“Senang apa, tangan ini sa (saya) tra (tidak) cuci sudah,”ujar mama Papua yang menjual sayur di Jembatan Puri.
Mengitari areal Jembatan Puri, Wapres singgah mulai dari penjual sayur, hingga penjual ikan. Beberapa kali saat singgah di penjual sayur, Wapres pun belanja dan hasil belanjaannya diserahkan kepada tim Wapres. Demikian pula saat tiba di penjual ikan, Wapres juga beli beberapa tumpukan ikan.
“Pak Wapres beli ikan banyak-banyak baru bagi ke masyarakat sini,”teriak salah satu warga ditengah kerumunan.
Didampingi Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos, Wali Kota Sorong Septinus Lobat, SH, M.PA, blusukan Wapres di Jembatan Puri diharapkan warga dapat membawa perubahan bagi penjual ikan maupun nelayan di Papua Barat Daya.
Seperti disampaikan oleh salah satu penjual ikan Ribka Ayorbaba (32).
“Harapan kami buat Bapak Wakil Presiden, Bapak Gibran bahwa bulan-bulan ke depan atau tahun-tahun ke depan, bapak akan datang untuk melihat kami, terutama bantuan berupa modal,”ujar Ribka Ayorbaba.
Dikatakan, panjual ikan orang asli Papua (OAP) seperti dirinya tidak butuh yang lain hanya bantuan modal untuk digunakan usaha karena harga ikan saat ini semakin mahal.
“Bapak Wapres tadi beli kami punya ikan 3 tumpuk. Kami dikasi Rp 100.000,”tuturnya.
“Jadi kami mam-mama Papua di sini berikan kami bantuan modal saja. Kami tidak butuh meja, payung, karena barang-barang itu datang Masyarakat terutama kami, mama-mama Papua tidak dapat, cuma kami butuh modal, utamakan itu modal saja,”ujarnya lagi.
Dikatakan kembali bantuan berupa payung meja, mereka yang didaftarkan tapu tidak menerima bantuan tersebut.
“Mereka serahkan kepada yang lain.
Wajah-wajah kami, bawa ke pemerintah, mereka cuma jual, tapi kami yang punya ini nama, muka, tidak dapat, semua putus, dimakan. dimakan oleh orang lautan,”ungkapnya lagi.
Sementara itu, salah satu warga mengaku bahagia bisa melihat langsung wajah Wapres. “Senanglah, kami bahagia pak Wapres datang mau lihat kami masyarakat di sini,”ucapnya singkat.
Usai blusukan di Jembatan Puri, Wapres melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Raja Ampat. (**/min)








