SORONG– Dengan menghadirkan pembicara-pembicara hebat, akademisi dari 5 negara (Swedia, Philipina, Malaysia, Brunei Darussalam dan Sudan) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong menggelar Conference Of Contemporary Issues in Socio-Religious Studies ,8-9 Maret 2026.

Acara pembukaan di Aula Kampus IAIN Sorong, Senin (9/3/2026) diikuti ratusan mahasiswa, para dosen dan jajaran pimpinan IAIN Sorong, hadir Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad. Nausrau, S.Pd.I dan Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutejo, S.Pd.I serta tamu undangan lainnya.

Dan sebagai tamu spesial yang hadir langsung dalam kegiatan Konferensi Internasional ini adalah Prof Dr Tomas Lindgren dari Umea University, Sweden dan Prof Dr H.Zaenuddin Prasojo dari IAIN Pontianak.

Konferensi Internasional dibuka oleh
Menteri Agama, Nasaruddin Umar melalui zoom sekaligus menyampaikan materi dengan Bahasa Inggris.
Sebagai rangkaian dari Konferensi Internasional dilakukan penandatanganan MoU antara Direktur Pasca Sarjana IAIN Sorong, Dr Bambang Sunatar,MM, Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah, Dr Surahman Amin, Lc, MA, Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr Indria Nur, M.Pd.I dengan Prof Dr Tomas Lindgren dari Umea University, Sweden.
Rektor IAIN Sorong, Dr Suparto Iribaram, S.
Sos MA dalam sambutannya mengatakan, Konferensi International digelar sebagai salah satu upaya dalam memperkuat kontribusi akademik dalam memahami dinamika sosial, budaya dan keberagaman di Papua
“Melalui kajian akademik tentang kondisi sosial, budaya dan keberagaman di Papua, para akademisi dapat memberikan kontribusi ilmiah yang berdampak luas. Hal ini juga akan membuat wilayah kita semakin dikenal di dunia internasional,”ujar Suparto Iribaram.
Terlebih dikatakan Suparto Iribaram,Sorong sebagai salah satu destinasi global yang memiliki potensi besar untuk dikenal bukan hanya karena kekayaan alamnya tapi juga kekayaan tradisi, budaya, dan kehidupan sosial keagamaannya.
“Dengan adanya kegiatan internasionalnseperti ini kita juga meningkatkan perhatian mereka untuk memahami tradisi sosial budaya di Papua yang tentunya sangat baik sekali,”terang Rektor IAIN Sorong, Suparto Iribaram.
Ikut mempromosikan daerah ya Pak? “Ya seperti itu, sekali mendayung 2-3 pulau terlampau,”tandas Suparto Iribaram kepada media
Bahwa yang bisa dipetik dari adanya kerjasama dengan Umea University Swedia adalah bagaimana teori-teori sosial keagamaan yang dibangun dan inilah yang menurut rektor berkolobarasi dengan IAIN Sorong bagaimana melihat persoalan-persoalan di Papua.
Saat menyampaikan sambutannya, Rektor. IAIN Sorong menjelaskan 4 visi besar IAIN Sorong yakni menjadi perguruan tinggi yang unggul melalui penemuan pengetahuan baru, mengedepankan sikap moderasi beragama ditengah masyarakat plural, memiliki wawasan global serta mengembangkan kreativitas berbasis lokal.
Wagub Papua Barat Daya Apreseasi Gebrakan IAIN Sorong
Sementara itu Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau memberikan apreseasi gebrakan IAIN Sorong dalam melaksanakan Konferensi Internasional.
Dikatakan Wagub, sudah 2 kali hadir dalam kegjatan Konferensi Internasional yang digelar IAIN Sorong.
“Kegiatan seperti ini sangat berarti, IAIN Sorong telah menunjukkan peran luar biasa dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah kita “ujar Wagub kepada media.
Kali ini tema yang diangkat berkaitan dengan perpaduan antara sosial, budaya, dan agama. “Kita semua menyadari bahwa perkembangan zaman, terutama kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kultur, sosial, dan kehidupan bermasyarakat yang semakin kompleks,”tandasnya.
Terlebih Papua Barat Daya termasuk daerah dengan tingkat heterogenitas yang cukup tinggi dimana masyarakat datang dari berbagai latar belakang, baik dari daerah lain maupun komunitas lokal, sehingga keberagaman agama, sosial, dan budaya sangat tampak.
“Oleh karena itu, kita harus terus membangun kebersamaan dan komunikasi untuk menegakkan nilai-nilai toleransi antarumat beragama, sekaligus memastikan nilai-nilai sosial dan budaya tumbuh subur dalam lingkungan akademik,”ujar Ahmad Nausrau.
Bagaimana kita memacu masyarakat, terutama para mahasiswa, agar terus belajar dan mengembangkan wawasan yang berbasis nilai-nilai spiritual dan keagamaan, sekaligus memperkaya pengetahuan dengan pemahaman budaya lokal.
Nilai-nilai spiritual perlu dipadukan dengan nilai-nilai sosial dan budaya yang lahir di tengah masyarakat.
“Tantangan ke depan semakin besar, sehingga konferensi hari ini mengajak kita semua—masyarakat Papua Barat Daya, terutama generasi muda dan mahasiswa—untuk menyadari bahwa kita hidup dalam komunitas yang luas, termasuk komunitas masyarakat internasional. Kita perlu bekerja sama dengan mereka untuk membangun Provinsi Papua Barat Daya yang lebih maju dan harmonis “terang Wagub PBD Ahmad Nausrau.
Konferensi Internasional yang digelar IAIN Sorong menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai negara yang akan menyampaikan paparan-paparan penting bagi pengembangan pengetahuan dan kapasitas kita.
“Kami mengapresiasi langkah-langkah penyelenggara dan semua pihak yang terlibat,”pungkas Wagub Ahmad Nausrau.
Dari pembicara luar negeri yang dihadirkan pada Konferensi Internasional, ada Prof Dr Nestor Bunda (Central Philipine University, Philippines), Dr Noorhayati (University Islam Sultan Syarif Ali, Brunei Darussalam), Prof Madya.Dr. Hadapan Towpek (UiTM Sarawak, Malaysia), Dr Salih Yousif Sharf (Universitas Ghezira, Sudan). (min)







