SORONG-Kasus dugaan lambatnya penanganan pasien hingga diduga mengakibatkan salah seorang anak Balita meninggaln dunia sebagaimana yang viral di salah satu medsos mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kota Sorong dengan menurunkan tim investigasi ke RS Maleo Kampung Baru.

Melalui akun facebook, ibu korban dengan akun Yuliasti Nasir mengungkapkan jika puterinya kejang-kejang namun tidak langsung mendapat penanganan medis di rumah sakit tersebut “Sa pu anak ini kalo dikasih penanganan yang cepat dia tdk meninggal,”ungkap ibu korban.
Ia menuturkan, melihat kondisi puterinya yang kejang-kejang namun tidak juga mendapat penanganan medis, Ia minta rujukan untuk ke rumah sakit lain. Namun itupun sangat lambat dilayani.
“Singkat cerita, sy mrh2 paksa mereka utk rujuk akhirnya dirujuk ke RS Kilo 22. Di Dlm perjalanan sa liat sa anak kejang2 lagi dlm ambulance,mulutnya berbusa, badannya dingin, bibirnya biru. Sampe dii RS Kilo 22 sa pu anak su tdk sadar denyut jantungnya su tdk ada,mkax dokter2 di rs kilo 22 berusaha pompa jantung sampe akhirnya ada lagi tp pelan skli makanya dipasang alat2…sampe di ICU 5 hari tdk sadar2 sampe akhirnya meninggal,”tutur ibu korban.
Saat media berusaha mengkonfirmasi hal ini ke RS Maleo, salah satu perawat mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Sorong sudah turun melakukan investigasi dan Ia tidak berwenang memberikan keterangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat, S.KM, M.PA yang dikonfirmasi mengatakan belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh karena pihaknya masih membutuhkan informasi lebih jauh dari beberapa fasilitas kesehatan yang sudah menangani Balita tersebut dari awal hingga meninggal. Kadis Kesehatan mengungkapkan kejadian Balita itu meninggal terjadi satu bulan lalu.
Sebagai respon atas keluhan ibu korban yang diungkapkan di medsos, Kadis Kesehatan Kota Sorong Jemima Lobat mengatakan akan mengaudit RS Maleo.
“Oleh sebab itu nanti dokter spesialis anak akan kami libatkan, kemudian beberapa dokter yang ada di fasilitas kesehatan yang menangani anak ini pada satu bulan lalu sampai meninggal. Dan juga nanti akan ada dari akademisi tapi juga dari tim hukum. Ini kita semua akan bersatu dalam satu tim audit yang kita akan laporkan kepada pemerintah kota yaitu Bapak Wali Kota dan kita akan mengaudit dan sehingga kita akan mendapat hasil yang detail dan kita akan menyampaikan juga di masyarakat secara publikasi sehingga itu akan diketahui oleh semua,”jelas Kadis Kesehatan Jemima Lobat.
Dikatakan oleh Kadis Kesehatan, dalam audit kasus meninggalnya Balita tersebut, butuh waktu sekitar 2 atau 3 minggu.
Dengan mendapatkan informasi secara detil maka akan dapat diketahui apakah meninggalnya anak Balita tersebut karena kelalaian rumah sakit atau dari keluarga pasien.
“Untuk audit berikan kami waktu mungkin 2 atau 3 minggu. Karena kami harus megaudit itu tidak seperti membalikkan telapak tangan, kami perlu data. Karena bukan cuma rumah sakit, ada laboratorium dan lainnya,”ujar Jemima.
Agar kejadian serupa tidak terulang, Kadis Kesehatan menghimbau kepada seluruh masyarakat, jika ada anak-anak, orang tua yang sakit untuk segera berobat dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan gratis yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kota Sorong.
“Karena kan sekarang sudah ada pelayanan kesehatan gratis, pemeriksaan kesehatan gratis dimana-mana, di rumah sakit tapi juga di seluruh Puskesmas yang ada di Kota Sorong. Jadi masyarakat harus bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas ini, karena fasilitas ini diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat secara gratis,”ujarnya.
Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan kesehatan gratis, tentunya kata Jemima Lobat tidak akan didapati ada keluhan-keluhan atau ada sakit-sakit yang diderita oleh masyarakat sehingga harus ditangani sedini mungkin.
“Jangan sampai sudah parah atau kondisinya sudah berat baru datang ke rumah sakit untuk meminta pertolongan dan pada akhirnya ya kadangkala bisa mengakibatkan ya itu kematian, ya penyembuhannya lambat dan lain sebagainya,”ucap Jemima Lobat.
“Oleh sebab itu kami himbau kepada seluruh masyarakat datanglah melakukan pemeriksaan ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang terdekat yaitu puskesmas. Karena di sana telah tersedia alat-alat pemeriksaan kesehatan secara gratis,”tandas Jemima Lobat. (min)






