SORONG– Meski baru charter flight, hadirnya 100 lebih turis asing yang menumpangi pesawat Garuda langsung dari Darwin Australia dan landing di Bandara DEO Sorong pada Sabtu siang (28/2/2026) merupakan wujud nyata dari apa yang diperjuangkan oleh Komisi VII DPR RI yang salah satunya membidangi pariwisata.

“Hari ini, tanggal 28 Februari 2026, saya meninjau apa yang telah kita perjuangkan. Bandara Domini Eduard Osok (DEO) di Papua Barat Daya kini telah menjadi bandara internasional. Kita telah mengusulkan agar bandara ini bisa langsung didarati oleh pesawat dari luar negeri, sehingga para wisatawan tidak perlu lagi transit di Jakarta,”ujar anggota Komisi VII DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Dr Rico Sia, M.Si kepada media di Bandara DEO Sorong, Sabtu (28/2/2026).
Bahwa penerbangan dari luar negeri yang harus transit di Jakarta tentunya sangat tidak efektif. Sebagai contoh, kataSORONG- Meski baru charter flight, hadirnya 100 lebih turis asing yang menumpangi pesawat Garuda langsung dari Darwin Australia dan landing di Bandara DEO Sorong pada Sabtu siang (28/2/2026) merupakan wujud nyata dari apa yang diperjuangkan oleh Komisi VII DPR RI yang salah satunya membidangi pariwisata.
“Hari ini, tanggal 28 Februari 2026, saya meninjau apa yang telah kita perjuangkan. Bandara Domini Eduard Osok (DEO) di Papua Barat Daya kini telah menjadi bandara internasional. Kita telah mengusulkan agar bandara ini bisa langsung didarati oleh pesawat dari luar negeri, sehingga para wisatawan tidak perlu lagi transit di Jakarta,”ujar anggota Komisi VII DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Dr Rico Sia, M.Si kepada media di Bandara DEO Sorong, Sabtu (28/2/2026).
Bahwa penerbangan dari luar negeri yang harus transit di Jakarta tentunya sangat tidak efektif. Sebagai contoh, kata Rico Sia, jika seorang wisatawan memiliki waktu libur selama dua minggu, mereka harus transit ke Jakarta.
Dengan demikian, perjalanan pulang-pergi bisa memakan waktu dua hari, yang berarti hanya tersisa 10 hari untuk berwisata. Bagaimana cara menghabiskan waktu 10 hari tersebut di daerah-daerah wisata.
“Apabila ingin ke Papua Barat Daya, kenapa tidak langsung. Dia punya waktu yang cukup untuk bersantai, misalnya pergi ke Raja Ampat, melihat penyu belimbing di Tambrauw, atau mengunjungi kawasan wisata seribu sungai di Sorong Selatan maupun di Maybrat melihat danau, di Kabupaten Sorong ada beberapa wisata lain,”tandas Rico Sia.
Kedatangan wisatawan asing juga dapat memacu perekonomian lokal, terutama bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Jika UMKM dapat berkembang tentunya sektor perbankan juga akan terpengaruh positif, sehingga perekonomian dapat berputar dengan baik. Ada multiplayer efek. Semua yang terkait tentunya akan berjalan dengan baik. Tujuan dari semua ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada di lapisan menengah ke bawah.
“Hari ini, kita merasa senang karena telah ada uji coba penerbangan dari Darwin, Australia langsung ke Indonesia, dan akan segera kembali. Ini dalam rangka tentunya apa yang sudah kita perjuangkan, percobaan pendaratan tadi. Kedepannya saya berharap kepada Dirjen dan Menteri Keuangan agar Bandara Internasional ini segera diperluas, diperpanjang,”harapnya.
Legislator dari Partai Nasdem ini jugaa memperhatikan area kepabeanan yang saat ini masih sempit dengan hanya satu alat X-ray. Bagaimana kedepannya dapat menampung lebih banyak wisatawan yang akan datang ke Papua Barat Daya, perlu segera dibangun gedung-gedung, seperti Bea Cukai yang memadai untuk mengontrol lalu lintas.
Dampak yang lebih besar dari kedatangan ini adalah peningkatan pendapatan. Ia berharap agar bandara dikelola dengan baik, karena kebersihan dan kenyamanan adalah hal yang penting bagi pengunjung. Hal-hal ini mencakup kebersihan kota, tempat wisata, dan keamanan di lokasi sehingga semuanya bisa berjalan baik.
Saat ini, Bandara belum dapat menerima penerbangan regular dari luar negeri, tetapi uji coba penerbangan yang kita perjuangkan telah berlangsung pada hari ini.
“Mudah-mudahan, dengan persiapan yang ada dan pembangunan gedung lainnya untuk kepabeanan, kita dapat meningkatkan kontrol keamanan dan mencegah masuknya bakteri serta barang-barang tanpa pajak yang dapat merugikan industri lokal di Sorong. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan perluasan dan pengelolaan yang baik,”pungkas Rico Sia.
Sementara itu. pantauan media ini, kedatangan sekitar 113 turis dari negara Kanguru Australia pada Sabtu siang (28/2/2026) di Bandara DEO Sorong dijemput 5 bus untuk mengantarkan para turis asing itu ke Pelabuhan. Selanjutnya mereka menumpangi kapal pesiar untuk jalan-jalan menikmati keindahan wilayah Papua Barat Daya. (min) Rico Sia, jika seorang wisatawan memiliki waktu libur selama dua minggu, mereka harus transit ke Jakarta.
Dengan demikian, perjalanan pulang-pergi bisa memakan waktu dua hari, yang berarti hanya tersisa 10 hari untuk berwisata. Bagaimana cara menghabiskan waktu 10 hari tersebut di daerah-daerah wisata.
“Apabila ingin ke Papua Barat Daya, kenapa tidak langsung. Dia punya waktu yang cukup untuk bersantai, misalnya pergi ke Raja Ampat, melihat penyu belimbing di Tambrauw, atau mengunjungi kawasan wisata seribu sungai di Sorong Selatan maupun di Maybrat melihat danau, di Kabupaten Sorong ada beberapa wisata lain,”tandas Rico Sia.
Kedatangan wisatawan asing juga dapat memacu perekonomian lokal, terutama bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).
Jika UMKM dapat berkembang tentunya sektor perbankan juga akan terpengaruh positif, sehingga perekonomian dapat berputar dengan baik. Ada multiplayer efek. Semua yang terkait tentunya akan berjalan dengan baik. Tujuan dari semua ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada di lapisan menengah ke bawah.
“Hari ini, kita merasa senang karena telah ada uji coba penerbangan dari Darwin, Australia langsung ke Indonesia, dan akan segera kembali. Ini dalam rangka tentunya apa yang sudah kita perjuangkan, percobaan pendaratan tadi. Kedepannya saya berharap kepada Dirjen dan Menteri Keuangan agar Bandara Internasional ini segera diperluas, diperpanjang,”harapnya.
Legislator dari Partai Nasdem ini jugaa memperhatikan area kepabeanan yang saat ini masih sempit dengan hanya satu alat X-ray. Bagaimana kedepannya dapat menampung lebih banyak wisatawan yang akan datang ke Papua Barat Daya, perlu segera dibangun gedung-gedung, seperti Bea Cukai yang memadai untuk mengontrol lalu lintas.
Dampak yang lebih besar dari kedatangan ini adalah peningkatan pendapatan. Ia berharap agar bandara dikelola dengan baik, karena kebersihan dan kenyamanan adalah hal yang penting bagi pengunjung. Hal-hal ini mencakup kebersihan kota, tempat wisata, dan keamanan di lokasi sehingga semuanya bisa berjalan baik.
Saat ini, Bandara belum dapat menerima penerbangan regular dari luar negeri, tetapi uji coba penerbangan yang kita perjuangkan telah berlangsung pada hari ini.
“Mudah-mudahan, dengan persiapan yang ada dan pembangunan gedung lainnya untuk kepabeanan, kita dapat meningkatkan kontrol keamanan dan mencegah masuknya bakteri serta barang-barang tanpa pajak yang dapat merugikan industri lokal di Sorong. Oleh karena itu, perlu segera dilakukan perluasan dan pengelolaan yang baik,”pungkas Rico Sia.
Sementara itu. pantauan media ini, kedatangan sekitar 113 turis dari negara Kanguru Australia pada Sabtu siang (28/2/2026) di Bandara DEO Sorong dijemput 5 bus untuk mengantarkan para turis asing itu ke Pelabuhan. Selanjutnya mereka menumpangi kapal pesiar untuk jalan-jalan menikmati keindahan wilayah Papua Barat Daya. (min)






