SORONG– Mendukung program ketahanan pangan nasional, Polda Papua Barat Daya, melaksanakan kegiatan Ketahanan Pangan Kuartal II Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Panen Raya Jagung Serentak, Ground Breaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta Launching Operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang dilaksanakan secara daring bersama jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kegiatan yang digelar Sabtu (16/5/2026) ini dihadiri segenap jajaran Polda Papua Barat Daya. Ditemui media usai mendengarkan arahan Presiden Prabowo yang berlangsung secara daring,
Kapolda melalui Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol I Dewa Gede Juliana mengatakan, pada kegiatan Ketahanan Pangan Kuartal II Tahun 2026, Polda Papua Barat Daya akan panen jagung di lahan seluas 1,2 Ha.
Dari lahan seluas 1,2 Ha yang berada di Kota Sorong (sekitar Mapolda) dan Kabupaten Maybrat, potensi hasil panennya sekitar 1 ton.
“Potensi hasil panennya sekitar 1 ton, rencananya akan didistribusikan juga ke Bulog. Tergantung kita berkoordinasi karena di Bulog itu ada ketentuan untuk kadar 14% itu baru diterima oleh Bulog. Jadi nanti akan kita salurka,”terang Kombes Pol I Dewa Gede Juliana.
Ditanam awal tahun 2026, sehingga di bulan ini potensi untuk dipanen. “Tadi sudah ditandai oleh Pak Presiden untuk dipanen secara serentak. Tapi kita nanti melihat kondisi kita yang mungkin satu minggu, dua minggu ini kita bisa langsung panen,”jelas Karo SDM didampingi Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny.
Dalam panen jagung serentak, Karo SDM mengatakan pihaknya melibatkan kelompok tani yang merupakan binaan Polri. Di Polres ada beberapa kelompok tani, di Polda 1 dan di Polres Maybrat ada 4 kelompok tani yang akan panen jagung di kuartal II 2026.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya jagung Polri Kuartal ke II 2026. Panen raya bakal dilakukan secara serentak di 189 ribu Ha lahan di seluruh Indonesia.
“Hari ini dengan dipimpin Bapak Presiden kami akan melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di lahan seluas 189 ribu Ha dengan potensi panen 1, 23 juta ton, “kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagaimana dikutip dari Youtube Setpres, Sabtu (16/5/2026).
Kapolri mengatakan hasil panen jagung itu nantinya akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi, Babang, Kalimantan Barat. Jenderak bintan empat itu juga mengungkapkan bahwa harga panen jagung yang dibeli dari petani sebesar Rp 6.500 per kilogram kemudian harga jual ke Malaysia Rp 7.000 per kilogram. “Sehingga ada margin Rp 500 per kilogram,”sebut Kapolri.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula Ground Breaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi bahan pangan.
Kehadiran gudang ketahanan pangan ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan pangan, terutama dalam menghadapi potensi krisis maupun fluktuasi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Polri juga meluncurkan operasional 166 SPPG Polri secara daring sebagai bentuk dukungan terhadap program pemenuhan gizi masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyediaan layanan pangan bergizi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul. (min)






