Menangkan Pemilu 2029, Abdullah Gazam Tekankan 3 M
SORONG– Diikuti sekitar 300 peserta, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang diwakili Lalu Hadrian Irfani, ST, M.Si membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (8/4/2026) di Vega Prime Hotel Kota Sorong.

Selain Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Kesbangpol Drs George Japsenang, M.Si, Ketua DPW PKB Papua Barat Daya, Abdullah Gazam, para Dewan Syuro PKB, ketua-ketua DPC, PAC PKB se Papua Barat Daya, ranting, simpatisan PKB dan tamu undangan lainnya, pembukaan Muscab PKB Papua Barat Daya terasa spesial karena dihadiri salah satu tokoh politik, mantan Ketua DPD Golkar Papua Barat Daya yang juga mantan Wali Kota Sorong 2 periode yakni Drs Ec Lambert Jitmau,MM.

Dalam sambutannnya, Ketua DPW PKB Papua Barat Daya mengatakan Muscab yang digelar ini bukan ajang kompetisi melainkan sebagai ajang strategi untuk konsolidasi internal partai.
“Oleh karena itu jangan banyak lobi di sini, lobi-lobi di forum seperti ini biasanya tidak berbuah hasil. Ikuti saja alur yang ada. Wajar bila terasa tegang sedikit karena memang ada mekanisme yang harus dilalui,”ujar Abdullah Gazam.
Dari hasil Muktamar PKB di Bali, Muscab yang dilaksanakan serentak di 6 kabupaten/kota sekaligus dilaksanakan dengan mekanisme yang telah ditetapkan dimana setelah pembukaan, para peserta terpencar ke ruang masing-masing yang telah disiapkan untuk adu gagasan.
Jika sebelumnya, pemilihan seringkali langsung menentukan siapa yang berkompetisi dan siapa yang terpilih. Namun PKB kini menerapkan mekanisme baru dimana berdasarkan hasil Muktamar di Bali tahapan dan model pemilihan sudah diperbarui.
“Jadi, belum tentu dari acara hari ini kita langsung mengetahui siapa ketuanya. Nama-nama akan dibacakan sesuai mekanisme di Pleno 4, di sana baru akan terlihat,”,ujar Gazam.
Dikatakan, apapun situasinya, musyawarah tetap dilaksanakan dengan riang gembira. Jangan berpikir bahwa hari ini semuanya sudah selesai.
“Masih panjang prosesnya. Setelah nama dibacakan hari ini, ada tahapan selanjutnya di DPW: uji kelayakan tahap pertama, kedua, sebagaimana pernah saya sampaikan. Sama halnya dengan muswil — setelah muswil biasanya butuh waktu satu atau dua bulan untuk menentukan hasilnya. Kompetisinya di DPW sangat ketat,”tandas Abdullah Gazam.
“Jangankan kelas saya, bahkan kelas Pak Lalui yang sering dikatakan tangan kanan Ketum atau dekat dengan Ketum tetap harus melewati mekanisme dan ikut uji kelayakan. Bayangkan kelas-kelas di tingkat DPC yang harus melewati jalur ini. Jadi, tetap semangat,”imbuhnya.
Lebih.lanjut dikatakan Abdullah Gazam
jika partai manapun termasuk PKB ingin menang pada 2029, maka menurutnya harus punya 3 M.
“Cukup 3 M saja, tidak perlu 1 M, 2 M, 5 M, atau 10 M. Tiga M ini adalah modal berharga bagi kita,”tandasnya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa M yang pertama yakni mempersiapkan struktur partai yang kuat dan mengakar.
Musyawarah cabang ini sekaligus bagian dari langkah strategis DPP untuk memperkuat struktur dari tingkat pusat sampai ranting.
M yang kedua terang Gazam adalah memperkuat ideologi dan kapasitas kader partai.
“Struktur boleh kuat, tetapi jika kadernya lemah atau tidak militan, struktur itu tidak efektif. Oleh karena itu kita harus menyiapkan kader-kader berkualitas melalui pendidikan kader,”ujarnya.
Dan menurutnya, PKB sudah menyiapkan program pendidikan kader yang wajib diikuti oleh siapa pun yang menjadi bagian dari kader partai. Pendidikan kader ini adalah ajaran strategis yang wajib dijalankan.
Selanjutnya M yang ketiga yakni menghadirkan politik keberpihakan. Dikatakan oleh Abdullah Gazam bahwa struktur kuat dan kader berkualitas tidak ada artinya jika kita tidak menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat.
“Politik tanpa keberpihakan hanya omong kosong. Kita boleh memiliki jabatan — misalnya sebagai anggota DPRD — tetapi jika tidak mampu menghadirkan politik kemanusiaan untuk masyarakat kecil yang tidak berdaya, lebih baik jangan berpolitik. Pesan ini selalu saya sampaikan: kehadiran politik kita harus menjangkau mereka yang menaruh harapan pada kita, terutama masyarakat paling bawah,”pesan Gazam.
Ketiga hal ini,struktur yang mengakar, kader yang berkapasitas dan berideologi kuat, serta politik keberpihakan tidak bisa dipisahkan.
“Jika ketiganya berjalan bersama, InsyaAllah PKB akan menjadi partai yang didukung rakyat Papua pada 2029. Karena urusan apa pun dalam republik ini pada akhirnya berkaitan dengan politik; kalau kita tidak mampu menghadirkan keberpihakan politik, semua upaya jadi sia-sia,”ujarnya.
Gazam juga menegaskan bahwa PKB memandang 2026 sebagai tahun tuntas konsolidasi. Artinya, pada 2026,PKB tidak lagi sibuk membangun pengurus atau struktur sampai ke bawah, itu harus sudah selesai.
“Pada 2027 kita bisa fokus pada hal-hal lain, dan 2028 mematangkan persiapan untuk kompetisi 2029. Kita harus menyiapkan orang-orang hebat agar pada 2029 PKB benar-benar berada dalam ruang kemenangan,”tegas Gazam.
Jaga Kekompakan dan Soliditas
Mewakili Ketua Umum DPP PKB, Lalu Hadrian Irfani yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI dalam sambutannya mengatakan, Muscab DPC PKB Papua Barat Daya merupakan salah satu proses, salah satu tahapan strukturisasi kepengurusan di PKB.
Merupakan musawarah tertinggi yang ada di tingkat kabupaten kota. Dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar ujar Lalu Hadroan memiliki harapan yang lebih.
“Beliau (Ketum) memiliki target yang tidak sedikit sesuai dengan target sahabat-sahabat semua. Beliau menginginkan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa di Papua Barat Daya menjadi motor penggerak pembangunan. Baik pembangunan daerah di tiap kabupaten, kota maupun pembangunan di tingkat provinsi,”ujarnya.
Berhasil memenangkan pasangan cagub-cawagub yang diusung dalam Pilkada 2025 lalu bukti bahwa kader-kader PKB bergerak dan memiliki komitmen untuk membangun Provinsi Papua Barat Daya ini.
Karena itu dalam Muscab, Lalu Hadrian menyampaikan pesan Ketua Umum
kepada para pengurus, kader dan simpatisan PKB di Papua Barat Daya untuk menjaga kekompakan, dan menjaga soliditas.
“Jangan malas-malas bekerja dan berikhtiar untuk terus membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa,”pesannya
Lalu Hadrian yang juga Ketua DPW PKB NTB mengatakan, Muscab bukan merupakan ajang kompetisi, karena berdasarkan muktamar yang dilaksanakan beberapa tahun yang lalu di Bali, Muscab memiliki mekanisme yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dulu biasanya ketika ada Muscab, ada proses pengkarantinaan di PAC.
Ada proses dukung-mendukung, bahkan terjadi konflik internal di mana-mana.
Tetapi belajar dari pengalaman, belajar dari kesalahan tersebut, maka PKB membentuk sistem yang hari ini kita akan laksanakan. Yaitu musawarah cabang merupakan wadah konsolidasi, musawarah cabang merupakan ajang adu gagasan, ajang adu pemikiran seluruh kader yang ada di seluruh Papua Barat Daya ini untuk bersama-sama mengkonsep, merencanakan, menyusun program dalam memenangkan Partai Kebangkitan Bangsa yang ada di Provinsi Papua Barat Daya,”urai Lalu Hadrian.
Menekankan pentingnya kekompakan, soliditas menjadi kekuatan utama PKB dalam memenangkan segala kompetisi baik kompetisi di Legislatif maupun kompetisi di eksekutif.
“Papua Barat Daya sudah membuktikan ada kenaikan kursi yang signifikan di DPC PKB, Kabupaten, Kota masing-masing
Walaupun hari ini di DPRD Provinsi kita baru dapat satu. Tapi saya yakin kalau semua solid, semua kompak, semua bersatu maka satu itu akan berlipat-lipat,”ujarnya.
Melalui Muscab DPC PKB Provinsi Papua Barat Daya diharapka akan melahirkan gagasan, perencanaan yang matang, melahirkan strategi bagaimana untuk memenangkan Partai Kebangkitan Bangsa di Pemilu 2029 yang akan datang.
“Ketua Umum percaya kepada Bapak-Ibu sahabat-sahabat semua para pengurus Partai Kebangkitan Bangsa di Papua Barat Daya, bahwa sahabat-sahabat semua mampu menggerakkan roda partai, sahabat-sahabat semua mampu menjadi yang terdepan dalam hal menuntaskan segala persoalan masyarakat kita. Sahabat-sahabat semua mampu menggandeng seluruh lapisan masyarakat, mampu membuka jaringan seluas-luasnya untuk membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa,”ujar Lalu Hadrian
“Saya berharap jadikanlah Muscab ni sebagai wadah adu gagasan. Jadikanlah Muscab ini sebagai sarana urung rembuk, sebagai sarana pemikiran yang harus kita kolaborasikan bersama. Semua kader harus bersatu, semua kader harus kompak, semua kader harus solid. Karena dengan kekompakan dan kesolidan itulah, maka target-target pemenangan pada Pemilu 2029 yang akan datang maupun di Pilkada berikutnya kita bisa akan raih,”ujar Lalu Hadrian penuh optimis.
Sementara itu Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Kesbangpol Drs George Japsenang,M.Si memberikan apreseasi kepada PKB Papua Barat Daya dalam sebagai partai yang paling tepat waktu dalam menyampaikan laporan atas bantuan dana pembinaan yang diberikan kepada partai-partai politik di Provinsi Papua Barat Daya.
Kepala Kesbangpol juga menyampaikan bagaimana nelayan di Imeko Kabupaten Sorong Selatan yamg sebelum berburu udang menyiapkan segala alat dan perlengkapan tangkapannya termasuk membaca situasi alam.
Filosofi itulah yang kini diterapka oleh PKB Papua Barat Daya. “Muscab menjadi sarana untuk melakukan penyegaran dan rekstrukturisasi kepengurusan, membuka ruang partisipasi kader secara luas serta menyiapkan mesin partai yang solid dalam menghadapi dinamika politik dan agenda demokrasi kedepan,”ujar Kepala Kesbangpol George Japsenang menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos. (min)






