SORONG– Prihatin melihat masih banyaknya anak-anak OAP (Orang Asli Papua) yang melakukan hal-hal negatif dalam hidupnya seperti sering miras (minuman keras), isap lem aibon, terlibat narkoba, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat Daya, George Japsenang menggagas program pembinaan kerakter kebangsaan di barak militer.

Sebagai langkah awal, program yang rencananya akan dilaksanakan tahun depan dimulai di Kota Sorong sebagai role model.
“Pembinaan karakter kebangsaan ini untuk anak-anak muda yang putus sekolah, terutama OAP, yang putus sekolah, yang isap lem aibon, yang di kompleks-kompleks itu akan kita rekrut, untuk kita masukkan mereka di barak. Kita kerjasama dengan Balai Latihan Kerja kita lakukan selama 1 bulan, mereka keluar bisa bermanfaat bagi dirinya maupun bagi masyarakat, sehingga tidak dianggap sebagai sampah masyarakat,”terang Kaban Kesbangpol PBD Geoger Japsenang pada Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Hasil Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2025 di salah satu hotel di Kota Sorong, Selasa (11/5/2026),
Dikatakan oleh Kaban Kesbangpol bahwa program pembinaan karekter bagi ini digagas karena memprhatikan fenomena yang sering terjadi di Kota Sorong sehingga Ia
berinisiatif untuk bagaimana menyelamatkan anak-anak OAP yang merupakan generasi penerus bangsa.
“Anak-anak ini kita selamatkan mereka, anak-anak ini kita perlu bina mereka, anak-anak ini perlu kita bentuk karakter mereka, supaya mereka itu bisa bermanfaat bagi pemerintah daerah, bagi masyarakat, bagi keluarganya,”jelas Geoge Japsenang.
“Caranya adalah kita bentuk karakter mereka di barak, terus sambil mereka kita berikan wawasan kebangsaan, berikan mereka tentang nilai-nilai keagamaan lalu berikan mereka juga tenyang pendidikan fokasi. Jadi pendidikan fokasi sesuai dengan keinginan mereka. Itu kita bina kurang lebih sekitar 2 minggu sampai 1 bulan. lalu kita titipkan di barak militer, dalam hal ini mungkin di Korem ka. Kita titipkan mereka di sana, setelah itu mereka keluar, mereka punya nilai tambah, nilai plus, karakter mereka baik, kemudian mereka punya kemampuan ilmu bertambah, dan mereka kita berikan sertifikat,”jelas Kaban Kesbangpol Papua Barat Daya, Geoge Japsenang.
Menyinggung kemungkinan adanya penolakan karena ada mekibatkan unsur militer, dengan tegas George Japsenang mengatakan, yang dimaksud barak militer tidak hanya di TNi, di Polri pun bisa.
Yang pastinya tujuannya tak lain untuk pembentukan karakter dan pemberian wawasan kebangsaan. Terkait dengan rencana program ini, Kaban Kesbangpol mengatakan mulai membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat. (min)






