SORONG– Diakhir kunjungan kerjanya di Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (22/4/2026) Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan Kantor Gubernur di Km 16 Kota Sorong.

Dalam kunjungannya di Kantor Gubernur, Wapres mendengarkan paparan terkait progres pembangunan Kantor Gubernur, DPR Provinsi Papua.Barat Daya dan Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) yang dibangun bersamaan, termasuk pekerjaan development yang merupakan dukungan pemerintah pusat melalui kementerian pekerjaan umum DOB.

“Dan tadi sudah kami laporkan rata-rata progres sudah 100% dan beliau (Wapres,Red) melihat kondisi bangunan cukup apresiasi, bangunannya bagus, mewah dan beliau sangat respect terhadap pekerjaan yang sudah dilakukan, terutama Kantor Gubernur yang tadi beliau lihat langsung secara mata kepala,”ujar Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Papua Barat Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Dr Corneles Sagrim, ST, M.MT kepada media.
Dalam kunjungannya di Kantor Gubernur , Wapres didampingi Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos berpesan untuk finishingnya dimana ada defek- defeknya menurur Corneles Sagrim, akan selesaikan di masa pemeliharaan.
“Defek itu maksudnya ada kerjaan yang belum tuntas mungkin ada keramik yang belum terpasang rapi, atau mungkin ada yang masih janggal-janggal lah, ini harus dipastikan semua,”jelas Corneles Sahgrim.
Menanyakan berapa besar anggaran yang diserap dalam membangun Kantor Gubernur, Kantor DPRP dan Kantor MRP, dikatakan Corneles Sagrim bahwa untuk 5 kegiatan yang sudah dilaksanakan di tahap pertama sekitar Rp 444 Miliar lebih.
“Jadi tadi beliau juga membandingkan bahwa ternyata lebih murah gitu bangunan Kantor Gubernur di sini (Papua Barat Daya) lebih murah dibandingkan di Papua Tengah dan tempat lain. Di provinsi yang lain lebih mahal dari yang ada di Papua Barat Daya,”jelas Corneles Sagrim.
Dari anggaran Rp 444 Miliar 5 pekerjaan yang dilaksanakan yakni untuk pekerjaan land development, pekerjaan Kantor g
Gubernur, DPR, MRP, sama ada pekerjaan dukungan spam untuk DOB.
Adapun total lahan yang dibebaskan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sekitar 55 Ha dan menurut Kepala Balai, Corneles Sahrim yang dimanfaatkan untuk pembangunan Kantor Gubernur, DPRP dan Kantor MRP di bawah 20 Ha.
“Dan ini memang kalau kita melihat memang agak sedikit, lahannya kurang luas. Misalnya kalau kita bandingkan di kantor DPR itu, itu luas lahannya saja cuma 0,7 hektare, 7.000 sekian, luas bangunan juga segitu juga, jadi tidak ada space yang terlalul luas. Kalau Kantor Gubernur masih mendingan sekitar 17.000 M2, 1,7 Ha,”ujar Corneles Sagrim.
Menyinggung kualitas bangunan, dikatakan oleh Kepala Balai Corneles Sagrim bahwa kualitasnya sesuai standar, sesuai dengan teknis yang sudah ada.
”Ini dalam melakukan seluruh setiap tahap pekerjaan, kita lakukan pengujian semua untuk memastikan kualitasnya menurut syarat dan Ini sudah diaudit oleh BPK juga kemarin,”terangnya.
Kapan diresmikan?, menurut Corneles Sagrim masih menunggu pekerjaan penataan kawasan ini. Dan saat ini, pekerjaan penataan kawasan masih proses untuk lelang.
Pekerjaan penataan kawasan itu di dalamnya ada pekerjaan jalan kawasan, ada saluran termasuk ruang terbuka. Di depan itu nanti ada Alun-Alun, gapura masuk, ada MUT (saluran besar untuk pekerjaan utilitas),
“Jadi pipa air, mau listrik, mau telepon semua akan masuk ke dalam tanah, dalam saluran yang akan disiapkan dalam penataan kawasan,”tandasnya,
Kapan Kantor Gubernur yang baru itu bisa ditempati, jawab Corneles Sagrim bahwa tinggal menunggu PLN masuk.
“Ini kan PLN belum masuk. Kalau PLN sudah masuk supaya penggunaan lift lain-lain itu sudah bisa ini karena harus menggunakan daya listrik yang standar itu,”terangnya kemudian.
Terkait dengan lokasi Kantor Gubernur di Km 16 apakah bebas banjir, dikatakan Corneles Sagrim bahwa pembangunan Kantor Gubernur, Kantor DPRP dan Kantor MRP Papua Barat Daya sudah direncanakan di atas 8 MDPL, artinya sudah diperhitungkan untuk bisa bebas dari banjir.
“Yang penting saluran-saluran yang berpotensi untuk bisa membuat mungkin air waktu hujan deras dan meluap itu bisa ditangani dengan baik,”terang Corneles Sagrim. (min)








