Wagub Papua Barat Daya Lantik Gubernur Elisa Kambu Nahkodai Ikatan Alumni Kota Studi Holland Jayapura PBD

SORONG – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Daya (PBD) Ahmad Nausrau, S.Pd.I, MM mengukuhkan Gubernur Elisa Kambu, S. Sos sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Provinsi Papua Barat Daya  periode 2026-2031.

Penandatanganan berita acara. (Rosmini/SuaraSorong)

Pengukuhan Pengurus DPP Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Papua Barat Daya yang berlangsung di Gedung LJ Kota Sorong, Sabtu (7/3/2026)  dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kota Jayapura ke 119.

Pose bersama usai pengukuhan pengurus. (Rosmini/SuaraSorong]

Prosesi pengukuhan yang diikuti dengan penandatanganan berita acara oleh Wagub Papua Barat Daya Ahmad Nausrau dan Ketua Umum Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Papua Barat Daya Elisa Kambu berlangsung khidmat.

Ketua Panitia, Yanto ijie, ST. (Rosmini/SuaraSorong)

Selain pengurus juga dikukuhkan Dewan Pembina dan Dewan Pakar. Dari daftar pengurus yang dikukuhkan terdapat sejumlah pejabat di Papua Barat Daya termasuk Dewan Pembina dan Dewan Pakar diisi sejumlah alumni Kota Studi Jayapura yang telah berhasil  dibidangnya masin-masing baik di pemerintahan maupun di dunia pendidikan.

Ketua Panitia Yanto Ijie, ST dalam laporannya mengatakan, kegiatan pelantikan dan rapat kerja pertama Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura, Provinsi Papua Barat Daya merupakan momentum bersejarah untuk memperkuat pondasi organisasi dan menegaskan peran alumni sebagai bagian penting dalam gerakan pembangunan daerah.

“Acara yang kita hadiri pada hari ini, beserta kehadiran alumni, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah daerah, memiliki arti penting bagi organisasi ini. Kehadiran  dan kontribusi seluruh elemen organisasi menunjukkan komitmen kolektif untuk menjadikan Ikatan Alumni sebagai wadah yang bermanfaat bagi sesama alumni, masyarakat, dan kemajuan Provinsi Papua Barat Daya,” ujar Yanto Ijie.

Dikatakan, panitia yang terbentuk pada 28 Januari 2026  telah menyusun dan menetapkan program kerja strategis yang bersifat terstruktur, adaptif, dan berorientasi pada dampak positif bagi seluruh masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.

Adapun tujuan utama program kerja dari Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Papua Barat Daya untuk  memperkuat ikatan silaturahmi, kerja sama, dan solidaritas antar alumni dari berbagai bidang profesi dan latar belakang. 

Menetapkan kerangka kerja sama sinergis dengan pemerintah daerah serta institusi terkait untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. 

“Menumbuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab alumni terhadap perkembangan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya,”jelas Yanto Ijie.

Kegiatan Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Kota Studi Holandia, Jayapura Provinsi Papua Barat Jaya. Masa bakti: 2026–2031 dirangkai dengan launching Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hollandia.

Selanjutnya diikuti dengan kegiatan Rakerda I yang secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau.

Ikatan Alumni Kota.Studi Hollandia Jayapura Provinsi Papu Barat Daya hadir sebagai organisasi kemasyarakatan yang telah terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum. Dengan dibantu notaris Irnawati Nazar yang juga alumni kota studi Jayapura sebut Yanto Ijie semua pengurusan surat-surat.gratis. Karena itu Ia pun menyampaikan terima kasih.

“Semoga pengukuhan dan rapat kerja ini menjadi titik awal yang kuat untuk langkah organisasi ke depan. Mohon arahan, dukungan, dan partisipasi dari semua pihak demi kesuksesan kegiatan ini,”,ucap  Yanto Ijie yang juga Ketua FOPERA Papua Barat Daya.

Diakhir sambutannya, Ketua Panitia Yanto Ijie menyampaikan terima kasih kepada semua pihak khususnya panitia yang telah mendukung terlaksananya acara Pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni Kota Studi Hollandi Jayapura Papua Barat Daya dan launching LBH Hollandia Papua Barat Daya.

Usai dilantik, Ketua Umum DPP Ikatan Alumni Kota Studi Jayapura Papua Barat Daya Elisa Kambu mengatakan  tidak ada maksud lain dari hadirnya Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Papua Barat Daya selain untuk membangun silaturahmi dan memberikan kontribusi dalam membangun Provinsi Papua Barat Daya.

Jadi Berkat bagi Orang Lain

Acara pengukuhan pengurus digelar bertepatan peringatan hari jadi Kota
Kota Jayapura ke 119 tahun.

Dikatakan oleh Elisa Kambu Papua Barat Daya tidak hanya hadir untuk kota studi Hollandia saja, melainkan untuk seluruh wilayah.

Bisa alumni dari Yogyakarta, Manado, di L atau di kota-kota lain. Kalau kita sudah bangga dengan tanah air ini, ujar Elisa Kambu maka kita harus menunjukkannya lewat kinerja.

Kita harus menunjukkan ketulusan dan hati nurani; intinya, kita harus menjadi berkat.

“Untuk menjadi berkat bagi negeri ini, kita harus mengendalikan diri. Kita tidak boleh menciptakan konflik di antara sesama, menumbuhkan kebencian, menyebarkan fitnah, atau melakukan hal-hal yang merugikan dan membuat orang lain tidak nyaman,”ujar Elisa Kambu.

Negeri ini ibarat matahari yang terbit dan menyinari tanpa membedakan; demikian pula kita harus berlaku adil dan ramah kepada semua.

“Yang terpenting adalah kita bersama-sama menjaga persatuan dan persaudaraan, merajut kebersamaan agar kita tetap hidup berdampingan — baik mereka yang berasal dari kota studi Jayapura atau Hollandia, maupun rekan-rekan dari kota studi lainnya,”,ujar Elisa Kambu.

Sesama Alumni harus Saling Memperhatikan

Ditegakan bahwa pengurus Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Papua Barat Daya memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun Tanah Papua.

“Kebetulan Tuhan mengizinkan kita hadir di Kota Papua Barat Daya ini sehingga tanggung jawab atas nama daerah ini juga berada di pundak kita,”ujar Elisa Kambu.

Pesan moral yang disampaikan adalah: jadilah berbeda, tetapi perbedaan itu hendaknya positif. Perbedaan bukan untuk menciptakan persaingan yang merusak hubungan sesama.

“Kehadiran para alumni juga bermakna begitu—kita berkumpul untuk saling mengawasi dan saling mengingatkan. Dengan demikian kita akan menjadi semakin kuat; data dan soliditas kita akan semakin baik, dan kita harus saling memperhatikan,” harapnya.

“Teman-teman yang dulu menderita di Jayapura kini menerima kasih karunia dari Tuhan, tetapi perjuangan belum selesai. Perjuangan baru akan tuntas ketika ibu-ibu di Papua dapat melahirkan tanpa ada kematian, ketika anak-anak kita tidak putus sekolah dan tidak buta huruf. Perjuangan juga belum selesai selama masih ada yang terabaikan dan terpinggirkan — mereka harus mendapat perhatian dari kita semua,”imbuh Elisa Kambu.

Sementara itu Wakil Gubernur Papua Barat Daya dalam sambutannya mengatakan hadirnya organisasi alumni tidak hanya sebagai wadah berkumpul tapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan.

Ikatan Alumni Kota Studi Jayapura Papua Barat Daya diakui memiliki jaringan yang luas. Karenanya Wagub berharap agar Raker I dapat merumuskan program-program kerja yang realistis, produktif dan berdampak pada masyarakat. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.