SORONG– Melaluin program Srikandi Movement 2026, Srikandi PLN dalam Peduli Kesehatan Ibu dan Anak menyerahkan bantuan kepada 203 Balita dan ibu hamil (bumil) di Distrik Sorong Timur Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Dalam Srikandi Movement 2026 penyerahan bantuan kepada Balita dan ibu hamil dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Papua Barat Ahmad Nausrau, S.Pd.I, MM, GM PT PLN (Persero) Unik Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Robert Rumsaur, Wali Kota Sorong yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi, S.KM, M.PA dan jajaram manager PT PLN kepada perwakilan penerima manfaat.

Ketua Srikandi PT PLN UIW Papua dan Papua Barat, Heni Widyanti mengatakan, program Srikandi Care PLN yang tahun 2026 ini mengusung tema “Srikandi Peduli Kesehatan Ibu dan Anak” tidak hanya dilaksanakan di Kota Sorong tapi juga di sejumlah unit PLN lainnya seperti di Merauke dan Manokwari.
Selain Peduli Kesehatan Ibu dan Anak, Srikandi PLN juga telah melaksanakan beberapa program lainnya seperti program edukasi mengajar dan meningkatkan kompetensi dari Srikandi PLN.
Untuk Srikandi Peduli Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Sorong, menurut Heni, penerima manfaat sebanyak 203 orang terdiri dari balita dan ibu hamil.
General Manager PT PLN UIW Papua dan Papua Barat, Robert Rumsaur yang ditemui media mengatakan, tidak hanya fokus pada kelistrikan tapi PLN juga memiliki kepedulian sosial dimana melalui Srikandi PLN melaksanakan Srkandi Peduli Kesehatan Ibu dan Anak.
Wakil Gubernur Papua Barat Ahmad Nausrau dalam sambutannya memberikan apreseasi kepada Srikandi PT PLN UIW Papua dan Papua Barat yang menunjukkan kepeduliannya membantu balita dan ibu hamil.di Kota Sorong.
Melalui Srikandi Movement 2026, Wagub Papua Barat Daya menilai sangat membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Papua Barat Daya.
Dalam kepedulian Srikandi PLN, yang terpenting menurut Wagub adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang hidup sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth Windesi Lobat menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Sorong kepada Srikandi PLN yang melaksanakan program Srikandi Movement 2026.
Dikatakan, kesehatan ibu dan anak bukan hanya tugas keluarga, pemerintah melainkan tanggung jawab bersama.
“Saya berharap sinergi antara PT PLN (Persero), Srikandi PLN, Pemerintah Kota Sorong dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus dikembangkan sesuai peran dan kemampuan masing-masing,”ujar Jemima.
“Mari kita membangun kepedulian yang tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama untuk melindungi ibu dan anak di Kota Sorong,”imbuhnya.
Jemima juga mengatakan, jika kita ingin melihat Kota Sorong sehat di masa depan, mari kita mulai dengan memastikan bahwa ibu dihargai, anak dilindungi dan setiap keluarga mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
Dikesempatan tersebut, Jemima juga mengungkapkan data jumlah penduduk di Kota Sorong, 304.389, dengan jumlah bayi 5.115, Balita 26.549 dan ibu hamil 5.499.
Adapun jumlah stunting di Kota Sorong 422, gizi buruk 104 dan gizi kurang 338 dengan jumlah posyandu 118. (min)







