SORONG– Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, SH, M.PA bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, SKM, M.PA secara simbolis menyerahkan paket makanan tambahan kepada 60 balita di Distrik Sorong Barat, di Kantor Distrik Sorong Barat, Selasa (10/3/2026).

Dalam pemberian makanan tambahan ini, Wali Kota Sorong dan Ketua Tim PKK Kota Sorong menyuap perwakilan Balita dan berharap agar gizi anak-anak Balita harus mendapat perhatian dari orang tua.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat mengakui pemberian makanan tambahan bagi Balita dan ibu hamil sebagai upaya menurunkan angka stunting di Distrik Sorong Barat yang diketahui sebagai salah satu daerah “merah”, wilayah yang.memiliki tingkat prefalensi cukup tinggi di Kota Sorong.
Dikatakan, kegiatan pemberian makanan tambahan dan paket sembako ini merupakan upaya kolaboratif antara Pemerintah Kota Sorong, mahasiswa STIE Bukit Zaitun yang melaksanakan KKN di Distrik Sorong Barat serta tim Penggerak PKK Distrik dan Kota Sorong.
“Kami mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting di Sorong Barat,”tandas Wali Kota Sorong Septinus Lobat.
Dikatakan oleh Septinus Lobat dalam upaya menurunkan stunting di Kota Sorong khususnya di Sorong Barat perlu perhatian semua pihak.
“Kita punya kewajiban tidak saja memberikan makanan tambahan tapi juga memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada Bapak ibu sehingga anak-anak kita bisa mendapatkan gizi yang baik,”ujar Septinus Lobat.
Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju tahun emas 2045, gizi anak-anak Papua di Kota Sorong harus dipenuhi dengan baik.
Lurah Pal Putih Distrik Sorong Barat sebagai inisiator dalam kegjatan pemberian makanan tambahan kepada Balita dan ibu hamil merupakan hasil kolaborasi dengan mahasiswa KKN dari STIE Bukit Zaitun.
Ia berharap dari kegiatan yang dilaksanakan dapat menurunkan angka stunting di Distrik Sorong Barat.
“Ijin Bapak Wali Kota, mungkin kami dengan keterbatasan yang ada, kami ingin membantu pimpin kecepatan penurunan stuntingv di Kota Sorong. Sehingga di tahun 2045, stunting akan menurun di Indonesia, di Kota Sorong menjadi 6,4 persen,”ujarnya.
Sementara Kepala Distrik Sorong Barat Yulianus Sani, SH mengatakan salah satu upaya dalam menurunkan angka stunting di Distrik Sorong Barat, dimana Ia akan buka dapur selama 3 hari di Kantor Distrik Sorong Barat untuk masak makanan bergizi dengan melibatkan ibu-ibu PKK Distrik Sorong Barat.
Makanan bergizi yang dimasak selanjutnya akan diberikan kepada balita dan ibu hamil. (min)








