SORONG– Ditandai dengan pengguntingan pita, dan pemotongan tumpeng, Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos, Kamis (1/10/2026) meresmikan Sekreretariat DPD Realestate Indonesia (REI) Provinsi Papua Barat Daya yang berlokasi di Jln Pasar Mariat SP2 Rukan Pemkab Sorong No 19.

Peresmian DPD RI Papua Barat Daya istimewa karena selain dihadiri Gubernur , juga hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP REI, Raymond Ardan Arfandy yang dalam sambutannya memberikan motivasi kepada DPD REI untuk terus bergerak memanfaatkan potensi dan peluang yang ada di Provinsi Papua Barat Daya.

“Ketika jalan,masih banyak yang hijau-hijau, masih banyak tanah yang kosong, harusnya masih banyak peluang baru juga. Kalau teman-teman di sini (REI PBD,Red) tidak bisa manafaatkan, saya datang, tapi kalau teman-teman bisa manfaatkan, silakan, kita back up saja. Kita senang kalau semua bisa berkembang dengan baik,”ujar Sekjen DPP REI Raymond Ardan Arfandy dalam sambutannya pada acara peresmian Sekreriat DPD REI Papua Barat Daya.
Memiliki kemampuan yang tidak diragukan lagi, Sekjen DPP REI mengaku yakin DPD REI Papua Barat Daya menjadi mitra utama pemerintah. Ia juga mengingatkan kepada DPD REI untuk patuh kepada regulasi pemerintah.
“Kalau mereka nakal-nakal sedikit, cubit saja pak Gubernur, kasi tahu kami. Tapi saya yakin seyakin-yakinnya mereka (DPD REI PBD) sangat patuh dengan segala regulasi pemerintah,”ujar Raymond.
Sekjen DPP REI juga menyebutkan anggota REI di seluruh Indoensia berjumlah kurang lebih 5.600 dari Aceh hingga Papua. Tidak hanya bergerak di sektor perumahan, REI ada di sektor perkantoran, gudang, perumahan, kawasan, hotel, apartemen dan lainnya.
Mendukung program Presiden RI dalam menyediakan 3 juta rumah bersubsidi, Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) setiap tahun menyiapkan kuoata 350 ribu unit rumah. Namun di tahun 2026 ini ungkap Sekjen DPP REI, agak drop dimana baru terealisasi 44 persen.
“Kita baru ada di 160 ribu unit. Ini yang sementara kita kaji, apa yang terjadi semua ini,”tandasnya seraya mengakui di Jawa salah satu kendala yang dihadapi adalah adanya LSD (Lahan Sawah Dilindungi). Karena itu Ia pun menanyakan apakah ada LSD di Papua Barat Daya.
Melihat lahan yang masih sangat luas, Sekjen DPP REI pun menargetkan DPD RI agar ditahun 2027 mendatang bisa membangun 2.000 unit rumah subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).
“Disampaikan pak ketua (DPD REI Papua Barat Daya) bahwa sudah terbangun 700 unit rumah dari paket 1.000. Saya challanges teman-teman Papua Barat Daya, tahun depan harus sampai 2.000 unit rumah. Karena perkembangan makin banyak, populasi penduduk pasti meningkat makanya jangan 1.000 lagi, kita challenges jadi 2.000 unit rumah tahun depan,”jelas Raymon.
Memberikan tantangan membangun 2.000 unit rumah di tahun 2027, namun Sekjen DPP REI juga mengingatkan kepada para perusahaan developer untuk tetap memperhatikan kualitas rumah yang dibangun.
Sekretariat Untuk Semua
Ketua DPD REI Papua Barat Daya, Edy Filemon kepada media mengakui dari kuota 1.000 unit rumah, REI Papua Barat Daya sudah membangun 700 unit rumah subsidi FLPP. “Dari DPP minta tahun depan 2.000 unit, Insya Allah tahun depan kita sukseskan 2.000 unit,”ujar Edy Filemon penuh optimis.
Dari 21 perusahaan yang tergabung dalam REI Papua Barat Daya, menurutnya, hanya 4 perusahaan yang beroperasi membangun rumah subsidi di wilayah Kota Sorong. “Paling banyak di Kabupaten Sorong, makanya kantor kita ada di Kabupaten Sorong,”ujar Edy Filemon.
Dengan optimis, Ia mengaku challenges DPP REI membangun 2.000 unit rumah subsidi tahun depan bisa dicapai jika mendapat dukungan dari pemerintah daerah Dalma soal perijinan, masalah lahan dan lainnya.
“Untuk membangun sangat gampang, biasanya permasalahan perijinan, masalah lahan yang sedang kami perjuangkan,”ujar Edy Filemon. Terkait dengan diresmikannya Sekretariat DPD REI diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Salah satunya menjadi tempat dimana warga bisa mendapatkan informasi tentang rumah subsidi yang dibangun 21 perusahaan properti yang tergabung dalam DPD REI Papua Barat Daya.
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Dalam sambutannya, Gubernur menilai kehadiran Sekretariat DPD REI merupakan komitmen yang kuat dari DPD REI Papua Barat Daya dimana Sekretariat jadi tempat untuk semua orang berinteraksi, tempat masyarakat mendapatkan akses berbagai informasi.
Jika Sekretariat yang diresmikan tidak digunakan sebagaimana mestinya, Gubernur Elisa Kambu dengan sedikit bercanda mengatakan siap lapor ke Sekjen DPP REI. “Kita berharap tempat ini jadi rumah kita, dimana semua punya hak untuk singgah di sini, masyarakat, pemerintah, siapa saja, yng ingin mendapatkan informasi, silakan,”ujar Elisa Kambu.
Gubernur Papua Barat Daya juga mengatakan, kehadiran dirinya mengadiri acara peresmian Sekretariat DPD REI merupakan bukti nyata bahwa DPD REI tidak sendiri, tapi juga ada Gubernur Elisa Kambu. “Mari kita bersama-sama, kita berkolaborasi, kepala daerah di kabupaten, kota bersama-sama berjuang untuk kesejahteraan masyarakat,”ajak Elisa Kambu.
Dalam rangkaian acara peresmian Sekretariat DPD REI Papua Barat Daya, Gubrernur menuerahkan potongan tumpeng kepada Ketua DPD REI Papua Barat Daya Edy Filemon. Selain itu Gubernur Elisa Kambu secara simbolis menyeragkan kunci rumah subsidi kepada perwakilan warga. (min)







