Sanusi Rahaningmas : Kekecawaan hal Yang Lumrah

SORONG– Sebagai tim sukses pasangan Elisa Kambu,S.Sos – Ahmad Nausrau,S.Pd.I, MM dalam Pilgub Papua Barat Daya 2024 lalu, Sanusi Rahaningmas, S.Sos, M.M.Sip menilai ungkapan kekecewaan dari sebagian warga karena ada janji-janji kampanye yang belum ditepati dinilai hal yang lumrah.

Dikatakan oleh Sanusi Rahaningmas, Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau baru satu tahun memimpin Provinsi Papua Barat Daya.

Bahwa satu tahun memimpin ternyata dihadapkan dengan kondisi negara yang menerapkan adanya efisiensi anggaran.

“Kita bisa melihat kondisi negara dari tahun ke tahun, seperti pada 2023, 2024, dan 2025, dengan anggaran yang sangat minim. Kekecewaan memang tidak bisa dihindari,”tandasnya.

“Namun, saya yakin dan percaya bahwa dengan niat baik dan visi misi besar yang dimiliki oleh beliau berdua, insya Allah, seiring berjalannya waktu, semua akan terjawab. Beliau juga telah menyatakan bahwa ini belum kiamat; masih ada waktu, jadi kekecewaan itu hal yang lumrah,”imbuh Sanusi Rahaningmas, mantan senator DPD RI Dapil Papua Barat Daya yang ditemui media ini usai acara syukuran satu tahun kepemimpinan Elisa Kambu-Ahmad Nausrau di ACC Masjid  Al Akbar, Jumat, 20 Februari 2026.

Melayani ratusan ribu orang di provinsi ini, lanjut Sanusi  bukanlah hal yang mudah, terlebih dihadapkan dengan adanya pengurangan kucuran anggaran dari pemerintah pusat .

“Melayani 5 kabupaten dan 1 kota bukan hal yang gampang dengan alokasi anggaran 2023, anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat untuk Provinsi Papua Barat Daya sekitar Rp 3 Triliun, kemudian turun lagi menjadi satu sekian triliun di 2024, dan sekitar satu triliun delapan ratus miliar pada 2026. Ini kan sangat-sangat memprihatinkan,”tandasnya.

Sebagai warga masyarakat dan tim sukses dari Elisa Kambu-Ahmas Nausrau, Ia berharap agar tetap tenang dan berdoa agar ada mujizat dari Allah.

“Mudah-mudahan dalam satu dua dekade ke depan, semoga anggaran ini dapat normal kembali. Saya yakin dan percaya bahwa beliau berdua akan menepati janji-janji mereka sesuai dengan kampanye pada saat itu,”tandasnya.

Diakui oleh Sanusi bahwa dirinya juga menerima banyak keluhan kekecewaan itu. Namun, penting untuk diingat bahwa kekecewaan ini bukan hasil dari kesengajaan yang dibuat oleh Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur  Ahmad Nausrau untuk mengecewakan masyarakat, melainkan merupakan dampak dari kondisi keuangan daerah yang minim.

“Bandingan dari tahun 2023 Rp 2,9 triliun, yang kemudian  2024 turun menjadi  Rp 1,6 triliun, 2025 turun Rp 1,4 triliun dan 2026 ini  hanya 1 triliun 800 miliar. Ini kan sangat-sangat memprihatinkan,”ujar Sanusi Rahaningmas.

Kita mendoakan lanjut Sanusi agar negara ini baik-baik saja sehingga dalam waktu satu dua dekade ke depan anggaran bisa normal kembali.

“Dan saya yakin dan percaya beliau akan menjawab visi-misi beliau kemudian janji-janji politik  mereka yang telah disampaikan saat kampanye.  Sekali lagi kekecewaan pasti akan ada, karena sesungguhnya beliau berdua juga bukan manusia sempurna, manusia biasa yang luput dari salah, khilaf dan kekurangan,”tandas mantan legislator 5 periode ini.

Karena itu  yang perlu dilakukan adalah memaklumi, mendoakan dan memberikan dukungan kepada Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur  Ahmad Nausrau agar tetap kuat untuk melaksanakan roda pemerintahan di Provinsi Papua Barat Daya dan mewujudkan Provinsi Papua Barat Daya yang maju dan adil untuk seluruh masyarakat Provinsi Papua Barat Daya. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.