Rapat dengan Pemprov PBD, Tamrin Tajuddin Ungkap Jumlah Pedagang OAP di Pasar Remu

SORONG– Menyikapi aksi demo mama-mama Papua yang Jumat siang (3/7/2026) telah berakhir, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kota Sorong bertemu dalam rapat koordinasi (Rakor) di Vega Hotel, Jumat (3/7/2026).

Rapat koordinasi yang dihadiri Pj Sekda PBD, Drs Yakob Kareth, M.Si. (Rosmini/SuaraSorong.com)

Dalam rapat yang dipandu Asisten I Setda Provinsi Papua Barat Daya, Dr Suardi Thamal, MM, Pj Sekda Papua Barat Daya, Drs Yakob Kareth, M.Si menagatakan, rapat digelar untuk menyamakan persepsi dan mencocokkan data yang dimiliki Pemerintah Kota dan Pemrov Papua Barat Daya.

Namun karena waktu yang terbatas, rapat akan dilanjutkan dengan menghadirkan perwakilan mama-mama Papua dengan berdasarkan data lengkap yang dimiliki Pemprov dan Pemkot Sorong.

Rapat untuk menyamakan persepsi. (Rosmini/SuaraSorong)

“Yang demo adalah banyak dari masyarakat Kota Sorong, sebagian dari Tambrauw, Maybrat, Sorong Selatan, dan Kabupaten Sorong. Yang kedua, untuk menyamakan persepsi terkait bantuan baik dari Pemerintah Kota Sorong, Pemerintah Provinsi, itu yang kita berinisiatif rapat hari ini untuk menyiapkan data. Kemudian menyamakan persepsi terkait mereka yang sudah dapat bantuan dari Pemerintah Kota maupun sudah dapat dari Provinsi, sehingga jangan sampai terjadi pendobelan. Nanti kami rapat lagi, intinya hari ini kita menyamakan persepsi,”ujar Pj Sekda Yakob Kareth kepada media.

Pada rapat koordinasi, Asisten II Setda Kota Sorong, Tamrin Tajuddin, ST,MM mengatakan, semua masyarakat itu tertumpu di kota, sehingga orang di luar menganggap bahwa semua permasalahan itu ada di kota. Padahal jika dibedah satu persatu ada bagian tertentu yang kabupaten lain yang ditumpahkan ke kota.

“Kita tidak juga menjadi bagian yang harus sendiri berdiri di kaki kita untuk menyelesaikan, tapi butuh peran serta semua pihak termasuk kabupaten yang bersama kita untuk menyelesaikan masalah ini, apakagi orang tua kami, yaitu Provinsi Papua Barat Daya,”ujar Tamrin Tajuddin yang juga menjabat Plt Sekwan DPR Kota Sorong.

Lebih lanjut, Tamrin Tajuddin juga mengungkapkan bahwa lapak yang disiapkan di depan Ruko Jupiter akan segera selesai.  Dalam menjawab aspirasi mama-mama Papua, dikatakan bahwa semua langkah telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Sorong.

Diungkapkan bahwa secara keseluruhan, pedagang di Pasar Sentral Remu berjumlah 3.353 orang. Dari data kepala pasar ujar Tamrin Tajuddin, pedagang tetap OAP 234 orang, kemudian pedagang yang tidak tetap dimana ada mobilisasi di antara pedagang itu yang memang seharusnya tidak tetap di kota, ada yang dari kampung, dari Kabupaten Sorong, bahkan ada yang dari Maybrat yang sifatnya temporer berjumlah sekitar 180 orang.

“Sehingga keseluruhan itu 490 pedagang OAP. Namun terjadi perbedaan. Perbedaan data dari B2MPKS, yang kemarin itu adalah pedagang tetap OAP 365, pedagang tidak tetap OAP 209.
Terjadi selisih, sehingga 554 pedagang OAP yang diklaim oleh B2MPKS itu terjadi selisih kurang lebih 160 pedagang. Nah ini lah yang menjadi tugas kita sebenarnya, yang kita coba pikirkan bagaimana ke depan. Karena sudah barang tentu kalau seandainya semua tetap dimasukkan itu tidak cukup. Bayangkan los yang tadinya kita persiapkan idealnya orang berjualan dengan 2 meter dan itu kita sudah sempitkan sampai 1,5 bahkan 2 kali 2 meter itu sudah sempit,”terang Tamrin Tajuddin didampingi beberapa pimpinan OPD di lingkup Pemkot Sorong.

“Dipastikan barang tinggal dimana, pergerakan orang di mana, itu nanti menambah baban kita, kalau kita masukkan semua terjadi permasalahan tersendiri lagi, ini yang perlu kita pikirkan kedepan, ”imbuhnya. Dikesempatan tersebut, Tamrin Tajuddin juga mengungkapkan bantuan yang sudah disalurkan kepada pedagang OAP di tahun 2025 yang berjumlah 100 orang.

“Langkah yang kita lakukan sudah cukup masif, mungkin perlu pemahaman saja kepada masyarakat. Adapun data yang sedikit bersinggungan (ada selisih 160), itulah yang coba kita cari jalan keluar,”ujar Tamrin Tajuddin.

Keberpihakan, afirmasi kepada pedagang OAP sudah banyak dilakukan. Salah satunya dengan dibangunnya pasar modern di Rufei yang merupakan upaya Pemerintah Kota Sorong untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada mama-mama Papua untuk berjualan di sana.

“Tapi sayangnya tidak digunakan sebagaimana yang kita harapkan. Besar harapan kami dengan adanya rencana pasar kedepan ini, mudah-mudahan representatif untuk seluruh masyarakat di Papua Barat Daya,”tandasnya.

Dengan akan dibangunnya Pasar Remu, maka para pedagang tentunya akan dipindahkan sementara waktu di depan Jupiter. Dipilihnya lokasi pasar sementara di depan Jupiter, lanjut Tamrin Tajuddin, bukan tanpa alasan.

“Itu tempat yang kami sasar sudah luar biasa,ada beberapa sebelumnya dengan berbagai upaya kita lakukan, kita survei, dengan berbagai macam pertimbangan, mulai dari jarak, maupun tempat yang ideal dan layak, tempat itu (depan Jupiter) sangat layak dan cukup luas untuk kita tempatlkan sementara dulu, 1 atau 2 tahun kedepan sambil menunggu pasar ini (Pasar Remu) dibangun,”ujar Tamrin Tajuddin. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.