SORONG – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, melantik Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya di Aula ACC Masjid Al-Akbar Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja (Raker) I DKM sebagai langkah awal menyusun arah kebijakan dan program kerja kepengurusan yang baru.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa pelantikan pengurus DKM bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari sebuah amanah besar untuk memakmurkan masjid sekaligus menjadikan Masjid Raya Al-Akbar sebagai pusat pembinaan umat Islam di Papua Barat Daya.
“Pelantikan ini bukan hanya sebuah kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum dimulainya amanah besar dalam memakmurkan masjid dan menjadikan Masjid Raya Al-Akbar sebagai pusat pembinaan umat di Papua Barat Daya,” ujar Elisa Kambu.
Menurutnya, masjid memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat melaksanakan ibadah. Masjid juga harus menjadi pusat pendidikan, pembinaan akhlak, pemberdayaan ekonomi umat, penguatan kepedulian sosial, serta wadah mempererat persaudaraan dan persatuan masyarakat.
Karena itu, ia berharap kepengurusan DKM yang baru mampu menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, profesionalisme, transparansi, dan tanggung jawab demi kemajuan umat.
“Masjid Raya Al-Akbar tidak hanya menjadi simbol kebesaran umat Islam, tetapi juga harus menjadi pusat kemakmuran umat dan pusat peradaban Islam di Papua Barat Daya,” tegasnya.
Elisa Kambu juga memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan generasi muda. Menurutnya, anak-anak dan pemuda merupakan calon pemimpin Papua Barat Daya di masa depan yang harus mendapatkan ruang pembinaan melalui kegiatan-kegiatan masjid.
“Masjid harus menjadi tempat yang nyaman bagi generasi muda untuk belajar Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, membangun karakter, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengembangkan potensi positif yang mereka miliki,” katanya.
Ia menambahkan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan berbagai tantangan sosial saat ini, masjid harus mampu menjadi benteng moral yang menghadirkan keteladanan, perlindungan, pendidikan, dan pembinaan akhlak bagi generasi muda.
Selain pelantikan, Rapat Kerja I DKM juga dinilai memiliki arti strategis. Gubernur meminta agar program kerja yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan jamaah dan masyarakat serta dilaksanakan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Ia mendorong agar kepengurusan memberikan perhatian terhadap peningkatan kegiatan keagamaan melalui kajian Islam, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan imam dan khatib, serta pengembangan TPQ/TPA, pembinaan kepemudaan, kajian ilmiah, dan pembentukan karakter generasi muda.
Menurut Elisa Kambu, pembangunan Papua Barat Daya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia, karakter, dan kehidupan keagamaan.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan para ulama, tokoh agama, pengurus masjid, dan seluruh organisasi keagamaan untuk bersama-sama membangun masyarakat Papua Barat Daya yang religius, berkarakter, toleran, maju, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus DKM untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya serta menjadikan Masjid Raya Al-Akbar sebagai rumah besar umat Islam yang menghadirkan kedamaian, kesejukan, persaudaraan, dan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya, Abdul Mutalib Salim, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kepengurusan baru. Ia menegaskan seluruh pengurus siap menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan berkomitmen menjadikan Masjid Raya Al-Akbar sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh keikhlasan, kebersamaan, dan tanggung jawab. Kami ingin Masjid Raya Al-Akbar semakin hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta program-program yang memberi manfaat nyata bagi umat,” ujar Abdul Mutalib Salim.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama memakmurkan masjid karena, menurutnya, keberhasilan sebuah masjid bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus, melainkan seluruh umat Islam.
“Kami berharap dukungan seluruh jamaah dan masyarakat. Memakmurkan masjid adalah tanggung jawab bersama sehingga Masjid Raya Al-Akbar benar-benar menjadi pusat persatuan, pendidikan, dan pembinaan umat di Papua Barat Daya,” pungkasnya.
Pelantikan dan Rapat Kerja I DKM Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program yang inovatif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dalam mendukung terwujudnya Papua Barat Daya yang religius, damai, maju, dan sejahtera. (**/min)





