SORONG– Persiapan penilaian akreditasi di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong telah mencapai sekitar 80 persen.

Capaian tersebut meliputi penyelesaian dokumen akreditasi serta pembenahan sarana dan prasarana rumah sakit menjelang penilaian yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan seluruh pegawai, Tim Akreditasi RSUD Sele Be Solu menggelar sejumlah kegiatan internal, di antaranya Lomba Dance Hand Hygiene, Bantuan Hidup Dasar (BHD), dan lomba kebersihan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan yang cepat, tanggap, aman, dan berkualitas.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, yang diwakili Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sorong sekaligus anggota Dewan Pengawas RSUD Sele Be Solu, Yowel Oktovianus Gifelem, menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah yang telah dilakukan rumah sakit dalam menghadapi penilaian akreditasi.
Menurutnya, Pemerintah Kota Sorong memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses persiapan yang dilakukan manajemen rumah sakit bersama tim akreditasi.
“Pemerintah Kota Sorong memberikan apresiasi dan dukungan kepada RSUD Sele Be Solu yang pada November nanti akan melaksanakan akreditasi. Berbagai kegiatan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari persiapan menuju penilaian tersebut,”ujar Yowel kepada awak media usai penyerahan hadiah lomba Lomba Dance Hand Hygienen di halaman RSUD Sele Be Solu, Selesa (2/6/2026).
Ia menambahkan, hingga saat ini tingkat kesiapan akreditasi telah mencapai sekitar 80 persen. Pemerintah berharap seluruh persiapan dapat dituntaskan hingga mencapai 100 persen sebelum proses penilaian berlangsung.
“Harapan kita sampai bulan November nanti seluruh persiapan sudah mencapai 100 persen, sehingga seluruh standar operasional prosedur dan ketentuan yang dipersyaratkan dalam akreditasi dapat terpenuhi dengan baik,”tambahnyam
Sementara itu, Direktur RSUD Sele Be Solu, dr. Susi Petronela Djitmau, mengatakan kegiatan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba merupakan bentuk motivasi bagi seluruh pegawai rumah sakit untuk terus menjaga budaya kerja, kebersihan, dan kebiasaan yang sesuai dengan standar akreditasi.
“Kami memberikan penghargaan ini sebagai motivasi bagi seluruh pegawai agar terus menjaga budaya kebersihan dan kebiasaan-kebiasaan yang sesuai standar yang akan dinilai pada saat akreditasi nanti,” terangnya.
Menurut dr. Susi, persiapan akreditasi saat ini difokuskan pada dua aspek utama, yakni kelengkapan dokumen dan pembenahan sarana-prasarana. Untuk dokumen, progres yang dicapai telah melebihi 80 persen, sementara sarana dan prasarana saat ini berada pada tahap penyelesaian akhir.
“Untuk sarana dan prasarana saat ini sudah tahap finishing. Kami tinggal melakukan pembekalan dan penyegaran kepada tim agar mereka tetap mengingat standar-standar yang harus diterapkan serta menjaga semangat menjelang penilaian,”jelasnya.
Dr. Susi juga menegaskan bahwa rumah sakit terus berupaya melakukan pembenahan pelayanan secara berkelanjutan. Setiap masukan maupun keluhan dari masyarakat dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Setiap keluhan yang kami terima menjadi masukan bagi kami untuk terus memperbaiki diri. Persiapan akreditasi ini juga menjadi momentum untuk membenahi berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan,”katanya.
Dr. Susi berharap seluruh proses persiapan dapat berjalan lancar dan RSUD Sele Be Solu mampu memenuhi seluruh standar yang ditetapkan pemerintah melalui mekanisme akreditasi rumah sakit.
“Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar RSUD Sele Be Solu dapat memenuhi standar akreditasi yang telah ditetapkan pemerintah sebagai regulator yang kami lakukan,”pungkasnya. (**/min)







