Perkuat Ekonomi Syariah di Papua Barat Daya, Ketiga Kalinya, Bank Indonesia Gelar Torang Muamalah 2026

SORONG– Sebagai langlah strategis memperkuat sinergi program ekonomi syariah di daerah serta mendukung stabilitas kemandirian ekonomi umat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provonsi Papua Barat kembali menggelar Torang Muamalah 2026 di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.

Pj Sekda Drs Yacob Kareth, M.Si bersama Kepala KPwBI Papua Barat, Setian saat meninjau stand UMKM. (Rosmini/ SuaraSoromg.com)

Dengan mengusung tema “Penguatan Rantai Nilai Halal Daerah Melalui Sinergi Ekosistem dan Inovasi Usaha Syariah Yang Inklusif dan Berkelanjutan”, Torang Muamalah resmi dibuka oleh Gubernur yang Diwakili Pj Sekda Papua Barat Daya, Drs Yakob Kareth, M.SI bersama Kepala Kantor KPwBI Papua Barat, Setian di Mall Paragon, Kamis (2/7/2026)

Pose bersama penerima penghargaan sertifikat halal. (Rosmini/SuaraSorong.com)

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakulan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian mengatakan Torang Muamalah 2026 merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Sorong, dimana kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan “Road To Festival Ekonomi Syariah (FESSyar).

Dalam mendorong ekonomi syariah, ekonomi dan keuangan syariah, Bank Indonesia setiap tahun menyelenggarakan event di level nasional. Dimana Road To Festival Ekonomi Syariah (FESsyar) Kawasan Timur Indonesia 2026 akan berlangsung di Lombok.

Dikatakan oleh Setian, Bank Indonesia kembali hadir dalam rangka untuk penguatan ekosistem.

“Karena untuk ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di Papua Barat Daya ini, kita masih perlu penguatan. Tidak bosan-bosannya kami ingin menganalogikan pengembangan ekonomi syariah seperti kita membuat sebuah gerbong kereta api. IAni yang sering dianalogikan oleh Gubernur Bank Indonesia. Kalau kami Bank Indonesia membuat sistem, membuat struktur, itu salah satunya kami membuat gerbong kereta api. Kita siapkan gerbong yang sangat bagus, kursi yang sangat empuk, ada AC-nya, dengan mesin yang berkecepatan tinggi. Tapi kalau penumpangnya tidak ada, gerbong kereta api itu tidak berfungsi,”ujar Setian.

Oleh karena itu lanjut Setian, Bank Indonesia di daerah didorong untuk bagaimana bersinergi dengan berbagai pihak, pemerintah daerah, pelaku usaha ekonomi syariah, maupun institusi yang terkait.

“Bagaimana kita mendorong supaya penumpang gerbong ini semakin meningkat. Kalau penumpangnya semakin meningkat, maka diharapkan upaya kita mendorong ekonomi syariah, di Papua Barat Daya khususnya, itu akan semakin membaik,”tandas Setian.

Dengan tujuan itu, Bank Indonesia Papua Barat setiap tahun menghadirkan kegiatan atau program kerja untuk ekonomi syariah seperti pada kegiatan Torang Muamalah.

Dikatakan, pengembangan ekonomi syariah ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif pertumbuhan, sumber pertumbuhan ekonomi yang baru.


Dengan pengembangan sektor-sektor seperti UMKM halal, termasuk di dalamnya UMKM-UMKM yang terkait dengan makanan minum. Selain itu Bank Indonesia di Papua Barat Daya ini juga mendorong mode fashion.

“Kedepannya kita juga akan mendorong fashion juga terkait dengan pengembangan ekonomi syariah,”tandasnya.

Selain itu, sektor pariwisata juga jadi target dari Bank Indonesia untuk didorong sebagai sumber pengembangan ekonomi yang baru, untuk ekonomi syariah di Papua Barat dan di Papua Barat Daya.

Terkait dengan dunia perbankan, terang Setian, sektor keuangan syariah juga menjadi perhatian Bank Indonesia. “Bagaimana UMKM halal tersebut bisa berinteraksi dengan sektor keuangan, khususnya perbankan syariah.

“Tidak lupa juga kami Bank Indonesia memulai program dengan pemberdayaan pondok pesantren sebagai pelaku gerbong kereta api tersebut, lalu kita dorong supaya mempunyai kegiatan usaha,”ucapnya.

“Selain dalam pengembangan ekonomi syariah,diharapkan juga pengembangan tersebut bisa membuat pondok pesantren lebih mandiri,”imbuh Setian.

Lanjut dkatakan, Bank Indonesia juga mendorong agar diberdayakannya wakaf yang produktif dalam rangka untuk mendorong sektor ekonomi syariahnya maupun keuangan syariah.

“Dengan sektor-sektor tersebut, harapan kami ini bisa menjadi alternatif sumber pertumbuhan baru khususnya untuk Papua Barat Daya bisa tumbuh lebih baik,”tandas Setian.

Untuk Torang 2026, beberapa kegiatan telah dilakukan oleh Bank Indonesia selama tahun 2026, mulai dari pertama, bagaimana BI mendorong produktivitas dari pelaku ekonomi syariah, termasuk di dalamnya BI mendorong pertumbuhan penerima sertifikat halal untuk pelaku UMKM.

Terkait dengan produktivitas tersebut, BI juga mendorong dari sisi pemasaran. Dalam hal ini dikatakan oleh Setian, beberapa produk UMKM diberikan kesempatan ikut Dalma expo bauk expon yang ada di provinsi, maupun dalam expo di kegiatan yang lebih besar.

“Jadi kalau di Torang Muamalah ini ada beberapa UMKM, produknya kami ambilkan di sini. Jadi UMKM-nya itu juga kita bawa ke level FESSyar KTI,”ujar Setian.

Dikesempatan tersebut, Setian juga memperkenalkan kegiatan Torang Halal Kuliner sebagai wadah promosi pelaku usaha kuliner halal. Produk-produk UMKM nantinya akan dikemas Torang Halal Kuliner.

Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Pj Sekda Yakob Kareth menyampaikan apreseasi atas konsistensi Bank Indonesia dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui penguatan UMKM, sertifikasi halal hingga perluasan akses pembiayaan syariah.

Dikatakan oleh Pj Sekda, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomiymen mendukung pengembangan rantai nilai halal melalui sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, Perguruan Tinggi, lembaga keuangan syariah dan masyarakat.

Pj Sekda berharap agar kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga ekonomi syariah mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesehahteraan masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya.

Usai menyampaikan sambutan, Pj Sekda bersama Kepala KPwBI Provinsi Papua Barat meninjau stand UMKM yang menampilan produk-produk unggulan binaan Bank Indonesia. Selain aneka makanan dan minuman, di lapak UMKM juga dijual produk sayuran segar, buah dan lainnya seperti yang dijual di stand Pondok Pesantren Roudlotul Khuffadz. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.