Perkokoh Tali Kasih, Rico Sia Berbagi 25.000 Telur Paskah ke Gereja-Gereja di Papua Barat Daya

SORONG – Memperkokoh tali.kasih di momentum perayaan Paskah 2026, anggota Komisi VII DPR RI, Dr Rico Sia, M.Si menyalurkan 25.000 butir Telur Paskah kepada jemaat gereja di wilayah Papua Barat Daya.

Tenaga Ahli Rico Sia, Semarga Kebibe saat menyerahkan Telur Paskah. (Ist)

Kegiatan sosial berbagi Telur Paskah ke Gereja-Gereja  ini te dilaksanakan secara bertahap sejak 31 Maret hingga 3 April 2026.

Penyaluran bantuan dilakukan secara marathon oleh Ketua Rumah Aspirasi (RUAS) Papua Barat Daya, Hartini Destiayu, bersama seluruh anggota tim.

Mereka turun langsung ke berbagai titik untuk memastikan distribusi berjalan merata dan tepat sasaran.

Adapun sejumlah gereja yang telah menerima bantuan diantaranya Gereja Bethel Injili Nusantara (GBIN), Gereja Elim Tempa Garam, Gereja Advent Tampa Garam, jajaran Majelis Daerah wilayah Papua Barat Daya, GKI Bukit Sion Klawasi, GKI Eben Haezer, GKI Ararat, GKI Imanuel Boswesen, serta Gereja Efata Malanu.

Sementara itu, gereja lainnya menerima bantuan sesuai dengan data pendistribusian yang telah disusun oleh tim Rumah Aspirasi Papua Barat Daya.

Melalui Ketua RUAS Papua Barat Daya, Hartini Destiayu, Rico Sia menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi telur Paskah, tetapi memiliki makna yang lebih dalam sebagai simbol kehidupan, harapan, dan kebangkitan.

Menurutnya, Paskah merupakan momentum penting bagi umat Kristiani untuk merefleksikan nilai pengorbanan, kasih, dan kemenangan atas penderitaan.

Karena itu, Ia berharap dengan adanya bantuan Telur Paskah ini dapat dirasakan sebagai bentuk perhatian dan kedekatan antara wakil rakyat dengan masyarakat.

“Telur Paskah memang sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Ini adalah simbol kehidupan baru dan harapan. Kami ingin berbagi sukacita itu dengan saudara-saudara kita di Papua Barat Daya,” ujar Destiayu menyampaikan pernyataan Rico Sia.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas legislasi, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Lebih lanjut, Ia menilai bahwa kebersamaan dan toleransi di Papua Barat Daya harus terus dijaga, terutama dalam momentum hari besar keagamaan seperti Paskah. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antarumat serta memperkuat nilai persaudaraan.

“Papua Barat Daya adalah rumah bagi keberagaman. Momentum Paskah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, saling menghargai, dan hidup dalam damai,” lanjutnya.

Sementara itu, Hartini Destiayu menambahkan bahwa proses distribusi dilakukan secara terencana dengan melibatkan jaringan gereja dan data jemaat yang telah dihimpun sebelumnya.

Hal ini dilakukan agar bantuan dapat tersalurkan secara merata, termasuk ke gereja-gereja yang berada di wilayah pinggiran.

Ia memastikan bahwa tim Rumah Aspirasi bekerja secara maksimal selama beberapa hari terakhir untuk menjangkau sebanyak mungkin jemaat.

“Kami bergerak dari pagi hingga malam, memastikan setiap titik yang sudah terdata dapat terlayani. Ini adalah bentuk pelayanan kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan pembagian 25.000 telur Paskah ini pun mendapat respons positif dari jemaat di berbagai gereja. Selain menjadi simbol perayaan, bantuan tersebut juga dinilai memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Papua Barat Daya.

Dengan semangat Paskah, Rico Sia berharap nilai-nilai kasih, pengharapan, dan kebangkitan dapat terus hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, sekaligus menjadi kekuatan untuk membangun daerah yang lebih harmonis dan sejahtera. (**/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.