SORONG– Kunjungan kerja (Kunker,) Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Raja Ampat pada 21–22 April 2026 berlangsung aman, tanpa gangguan menonjol, di tengah pengamanan ketat gabungan TNI-Polri.

Kondisi keamanan selama kunjungan Wapre di wilayah Papua Barat Daya dipastikan stabil. Aparat mencatat situasi kamtibmas berada alam kategori kondusif sejak awal kedatangan hingga kepulangan Wakil Presiden ke Jakarta.
Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, yang juga bertugas sebagai Wadan Satgas Pam Wil VVIP, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa gangguan berarti.
“Secara umum sampai selesainya kegiatan kunjungan RI 2 ke Kota Sorong, Kabupaten Raja Ampat dan Kabupaten Sorong dalam keadaan aman dan terkendali,” ujar Semmy.
Ia menambahkan, stabilitas tersebut merupakan hasil sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat di wilayah setempat.
Menurutnya, tidak ditemukan kejadian menonjol selama kunjungan berlangsung. Aktivitas masyarakat dan pemerintahan tetap berjalan normal tanpa hambatan.
“Situasi kamtibmas sebelum hingga selama kunjungan pada 21 sampai 22 April 2026 terpantau kondusif. Hal-hal menonjol nihil, aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa,” katanya.
Sebelum kunjungan berlangsung, sempat terjadi dinamika di lapangan berupa aksi pemalangan jalan di Kilometer 14, jalur utama penghubung Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.
Namun, persoalan tersebut berhasil diselesaikan melalui pendekatan dialogis antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.
“Ada dinamika pemalangan di Kilometer 14, tetapi sudah diselesaikan melalui negosiasi oleh Wali Kota, Kapolresta Sorong Kota, dan Dandim Sorong bersama tokoh masyarakat,” jelasnya.
Akses jalan kembali normal sebelum agenda kunjungan dimulai, sehingga tidak mengganggu mobilitas rombongan maupun masyarakat.
Pengamanan kunjungan Wakil Presiden melibatkan sekitar 1.900 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait. Sistem pengamanan dilakukan secara berlapis dengan pembagian tugas yang terstruktur.
TNI memegang kendali utama operasi melalui komando wilayah, sementara Polri berperan sebagai unsur pendukung dalam penguatan pengamanan.
“Pengendali kegiatan pengamanan berada pada TNI AD. Kami dari Polda Papua Barat Daya sifatnya perbantuan dengan penebalan di ring dua dan ring tiga,” ujar Wakapolda.
Pengamanan terbagi dalam beberapa lapisan, yakni Ring 1 yang berada di bawah kendali Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), serta Ring 2 dan Ring 3 yang diperkuat personel Polri.
Selain itu, aparat juga menyiapkan pasukan cadangan untuk mengantisipasi potensi gangguan seperti pemalangan, konflik horizontal, hingga aksi unjuk rasa.
Wakapolda memberikan apresiasi terhadap masyarakat di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Raja Ampat yang dinilai berperan aktif menjaga stabilitas selama kunjungan berlangsung. (min)







