Ny Jemima Lobat : Siap Bentuk Tim Pembina Posyandu Kota Sorong

Libatkan 6 OPD, Posyandu Kini tidak Hanya Diurus PKK dan Dinas Kesehatan

SORONG– Setelah dilantik sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua Barat Daya periode 2025-2030, Ny Orpa Susana Kambu, S.Pd optimis Posyandu di kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat Daya akan aktif menjalankan perannya di tengah masyarakat.

Rangkaian acara pelantikan pengurus Tim Pembina Posyandu Papua Barat Daya periode 2025-2030.(rosmini)

Hal ini dikatakan oleh Orpa Susana Kambu yang tak lain istri tercinta Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, karena jika waktu-waktu sebelumnya, Posyandu hanya melayani ibu dan anak sehingga secara khusus ditangani Tim PKK dan Dinas Kesehatan namun saat ini sesuai Permendagri Nomor 13 tahun 2024, tentang Posyandu bahwa lingkup layanan Posyandu meliputi 6 bidang yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan perlindungan masyarakat dan sosial.

Dengan melibatkan pimpinan OPD dari 6 bidang tersebut sebagi pengurus dalam Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua Barat Daya, Ny Orpa Kambu optimis sasaran utama yang hendak dicapai terutama pada kesehatan ibu dan bayi bisa terwujud.

“Dengan keterlibatan 6 SPM ini diharapkan kehadiran Posyandu dapat menyasar masyarakat terutama ibu dan anak sampai ke kampung-kampung,”ujar Orpa Kambu.

“Posyandu pasti akan aktif karena akan bermitra dengan semua statekholder yang ada di kota dan kabupaten dan sampai ke distrik dan kampung-kampung,”imbuhnya.

Ny Orpa Susana Kambu berharap dari kegiatan “Orientasi Peningkatan Kapasitas Kader dan Pengelola Posyandu”, para kader Posyandu  yang telah menerima materi pelatihan dapat menerapkannya di setiap kabupaten dan kota di Papua Barat Daya.

Sementara itu secara terpisah, sebagai  Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sorong dan juga Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Sorong, Ny Jemima Elisabeth Lobat, S.KM,M.PA mengatakan siap menindaklanjuti kegiatan yang digelar Tim PKK Provinsi Papua Barat Daya dengan akan membentuk Tim Pembina Posyandu Kota Sorong periode 2025-2030 yang selanjutnya  akan dilantik oleh Walikota Sorong, Septinus Lobat, SH M.PA.

“Setelah membentuk Tim Pembina Posyandu Kota Sorong dan dilantik oleh Pak Walikota, maka kami akan langsung melaksanakan kegiatan orientasi dan peningkatan kapasitas kader dan pengurus Posyandu di Lingkup Pemerintah Kota Sorong,”ujar Ny Jemima Elisabeth Lobat kepada media.

Dengan dibentuknya Tim Pembina Posyandu Kota Sorong, maka ujar Ny Jemima, seluruh program kerja akan dilaksanakan di Posyandu  dan pengurus  nantinya akan bekerja  dalam satu tim.

Dari rangkaian acara pelantikan Tim Pembina Posyandu Provinsi Papua Barat Daya dimana melibatkan 6 pimpinan OPD, Ny Jemima mengatakan bahwa yang sebelumnya masyarakat berpikir bahwa Posyandu  itu hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi dengan adanya keterlibatan 6 SPM maka semua jadi tahu bahwa yang bertanggung jawab untuk menjalankan Posyandu di kabupaten dan kota itu menjadi tanggung jawab semua.

“Ada 6 bidang, seperti kesehatan, pendidikan, perumahan, kebersihan dan lingkungan dan lain-lain. Nah ini kita akan bekerja dalam satu tim yang disebut Tim Pembina Posyandu Kota Sorong,”tandas istri tercinta Walikota Sorong, Septinus Lobta, SH, M.PA.

Menanyakan tantangan yang dihadapi Posyandu selama ini bahwa kader Posyandu di masing-masing kelurahan kadang terjadi pergantian sehingga menyebabkan Posyandu tidak bisa berjalan efektif.

“Untuk itu setelah kami membentuk  tim Pembina Posyandu Kota Sorong, maka secara otomatis kami akan memanggil kader-kader Posyandu untuk  kami melakukan pelatihan, peningkatan kapasitas kader posyandu itu sendiri yang didalamnya akan mendapatkan materi-materi pelatihan tentang posyandu,”jelasnya.

Selain itu, tantangan yang juga kerap dihadapi Posyandu adalah soal tempat pelaksana,  dan peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan Posyandu yang kerap masih terbatas.

“Saya berharap dengan  adanya tim Pembina Posyandu Kota Sorong yang akan dibentuk dan dilantik maka saya percaya masalah-masalah yang dihadapi di setiap posyandu dapat teratasi,”pungkas Ny Jemima Elisabeth Lobat. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.