Max Hehanussa Ingatkan Kader Golkar. Jangan Jalan Pincang-Pincang
SORONG– Dibuka oleh Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat Daya, Septinus Lobat, SH, M.PA, Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kota Sorong yang digelar Kamis (16/7/2026) di Drei Kinder Kota Sorong berlangsung lancar.

Usai rangkaian acara pembukaan, puncak Musda VI Partai Golkar Kota Sorong pada pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Sorong periode 2025-2030, dimana calon tunggal David Hehanussa, ST terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Golkar Kota Sorong periode 2025-2030.
Pimpinan Sidang Musda VI DPD Golkar Kota Sorong, Yan Pieter Bosawer, SH mengatakan, semua tahapan dalam Musda sudah dilaksanakan sesuai dengan AD/ART Partai Golkar dan Juklak Partai Golkar Nomor 2 tentang suara dan rapat-rapat.

“Jadi Musda dilaksanakan dengan tahapan persiapan mulai dari kerja steering, menyiapkan materi, penjaringan bakal calon sampai penetapan bakal calon dan penetapan calon,”jelas Yanto Bosawer-sapaan akrabnya- kepada media ini usai Musda VI digelar.
Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaan Musda dilakukan dari tahapan pleno I hingga pleno V semua berjalan lancar. Pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Sorong dilaksanakan pada Pleno IV dimana David Hehanussa, ST terpilih secara aklamasi.
“Terpilih saudara David Hehanussa secara aklamasi yang mendapatkan dukungan 80 persen dari jumlah suara yaitu komdis-komdis dan organisasi sayap yang didirikan oleh Partai Golkar,”jelas Yanto Bosawer.
Setelah David Hehanussa terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kota Sorong, selanjutnya dibentuk Tim Formatur yang dipimpin yakni Ketua Terpilih David Hehanussa, dengan anggota Max Fonataba, Yan Pieter Bosawer, Permadi Mahardika dan Richard Solossa.
Tim Formatur itulah yang akan melengkapi susunan pengurus DPD Partai Golkar Kota Sorong periode 2025-2030 dengan nahkoda David Hehanussa.
Saat menutup Musda VI DPD Golkar Kota Sorong, Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat Daya yang diwakili Sekretaris, Ir Max Hehanussa memberikan apreseasi kepada pimpinan sidang dan peserta Musda yang begitu cepat menyelesaikan rapat-rapat pleno Musda VI dan semua berjalan lancar.
Dalam sambutannya, Max Hehanussa berpesan agar tidak ada lagi perpecahan di tubuh Partai Golkar.
“Sekat-sekat perpecahan antara kita distop. Golkar tidak bicara masa lalu, tidak berkhayal kenangan-kenangan yang lalu. Tapi Golkar harus melihat kedepan, tidak boleh menghayal tapi bagaimana meraih, tidak boleh bermimpi tapi bagaimana bisa bekerja,”ujar Max Hehanussa, yang juga anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya dari Partai Golkar.
Harapan kedepan, lanjut Max Hehanussa bahwa Golkar Kota Sorong tidak hanya meraih 6 kursi tapi Golkar harus meraih 8-10 kursi. Meraih kemenangan pada Pemilu legislatif di 2031, Max Hehanussa menekankan pentingnya membangun kekuatan di Partai Golkar.
Lebih lanjut Ia juga menyampaikan harapan dari Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat Daya agar tetap tegak lurus dari DPP sampai di tingkat bawah sehingga roda organisasi Partai Golkar bisa berjalan dengan baik.
“Jangan pincang kanan, pincang kiri. Kalau ada yang pincang kiri, pincang kanan tidak dibuang tapi ditarik masuk. Kalau satu kader memberikan kehancuran kepada kita, kita tinggalkan karena Golkar harus berjalan kedepan, Golkar bukan mimpi, Golkar adalah amanat dari rakyat yang simbolnya suara Golkar adalah suara rakyat,”pungkas Max Hehanussa. (min)






