Juara di Lomba MTQ hanya Bonus, Gubernur Lantik Dewan Hakim MTQ II Papua Barat Daya

SORONG– Membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke- II Provinsi Papua Barat Daya, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu mengingatkan kepada para peserta untuk tidak bertumpu pada motivasi mencari kemenangan. Tapi yang utama adalah menjadikan MTQ sebagai ibadah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Gubernur PBD Elisa Kambu, S.Sos saat menyampaikan sambutan. (Rosmini/SuaraSorong.com)

“Kita menyambut kegiatan ini dengan senang hati, kita berharap bahwa semua kita yang hadir di tempat ini, kita datang kukan karena kita ingin mau menang, kita datang bukan karena ada motivasi mau ingin menang. Tapi disinilah tempat kita semua menyatukan hati kita, kita memanjatkan doa-doa kita kepada Tuhan, kita inginm menghadirkan hadirat Tuhan di tempat ini supaya negeri ini diberkati oleh Tuhan, doa kita didengar oleh Tuhan. Maka kita harus mengerjakan ini dengan hati yang Ikhlas, hati yang benar-benar kita mau memanfaatkan ini untuk beribadat kepada Tuhan, kesempatan untuk bisa memuji Tuhan, memuliakan Tuhan, menyembah Tuhan,”ujar Elisa Kambu pada acara pembukaan MTQ II Provinsi Papua Barat Daya, Rabu malam (1/7/2026) di Halaman MAN Kota Sorong.

Gubernur saat memasangkan jubah Dewan Hakim kepada Ketua H.Mulyono, M.Ag. (Rosmini/SuaraSorong)

Dikatakan oleh Gubernur, bahwa mengikuti lomba pada MTQ ke-II Papua Barat Daya soal juara itu urusan lain, dan kalaupun pun meraih juara itu adalah bonus dari Tuhan karena telah mengikkuti lomba dengan hati yang bersih.

“Kalau kamu datang dengan niat hati yang baik, mau memuji Tuhan, menyembah Tuhan, mau melakukan yang terbaik. pasti bonusnya adalah kejuaraan. Kalau kau datang dengan motivasi yang ini saya harus juara, kau tunggu dulu, kalau kau datang dengan motivasi harus juara kau tunggu dulu, tapi kalau datang dengan
hati yang benar-benar terbuka, jujur, Ikhlas dan dan ingin memang untuk beribadah, saya percaya urusan juara itu urusan bonus dari Tuhan untuk mereka yang memang benar-benar mengerjakan ini dengan iman yang sungguh-sungguh, karena ini dilakukan karena iman. Ini ibadah bukan karena ingin menang,”ucap Elisa Kambu.

Pesan agar mengikuti lomba bukan karena untuk meraih juara tapi untuk ibadah juga disampaikan Gubernur Elisa Kambu saat melepas peserta Pesparawi Papua Barat Daya yang mengikuti Pesparawani Nasional ke-XIV yang digelar di Manokwari, Papua Barat belum lama ini.

Dan menurutnya, Pesparawi dan kegiatan MTQ ini sama, yakni ajang lomba yang tujuannya tak lain untuk meningkatkan spiritual iman kepada Sang Pencipta.

Saat membuka MTQ II Papua Barat Daya, Gubernur diawal sambutannya mengucapkan, syukur, syukur, syukur patut dipersembahkan kepada Tuhan, karena hanya atas izin dan perkenaan Tuhan semua boleh bersama-sama hadir dan menyaksikan berlangsungnya pembukaan MTQ ke-II Provinsi Papua Barat Daya dalam suasana yang penuh kekeluargaan, dalam persaudaraan yang rukun.

“Ini karena Tuhan. Itu sebabnya kita patut bersyukur kepada Tuhan,”tandasnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan masyarakat Papua Barat Daya. Gubernur menyampaikan ucapan selamat datang kepada para kafilaf dari berbagai kabupaten kota se-Papua Barat Daya. Dan juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Sorong selaku tuan rumah.

Dikatakan oleh Elisa Kambu, Papua Barat Daya adalah rumah kita bersama, rumah bagi kita semua, masyarakat yang memiliki negeri ini, masyarakat yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya dan bahasa. Keberagaman tersebut merupakan anugerah yang harus terus kita rawat dalam semangat saling menghormati, saling menghargai, dan bergotong royong membangun negeri ini.

“Oleh karena itu, melalui MTQ ke-II Provinsi Papua Barat Daya ini, saya ingin mengingatkan kita semua bahwa MTQ ini bukan hanya sekedar ajang perlombaan, membaca, menghafal, dan memahami, dan menganalkan Al Quran, tetapi lebih dari itu, MTQ merupakan wahana syiar Islam, sekaligus media untuk membangun karakter masyarakat yang religius,
berhalak, moderat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dan persatuan,”tandasnya.

Dari lomba MTQ ke- II Papua Barat Daya, akan dihasilkan qori dan qoriah yang akan mewakili Provinsi Papua Barat Daya pada MTQ Nasional yang akan digelar di Provinsi Jawa Tengah September mendatang. Anak-anak dari Papua, tanah Papua, mereka akan hadir mewakili Papua Barat Daya ini di tingkat nasional dan disanalah ketika mereka hadir, mereka ikut mengambil bagian dan mereka mengerjakan dengan baik kata Gubernur, maka banyak orang pasti akan kagum.

“Saya ingin mengajak kita melalui kegiatan ini saya berharap nilai-nilai Al-Quran semakin membumi. Hendaknya membumi dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran hendaknya tidak hanya dibaca dengan indah, tetapi juga dipahami, dihayati dan diamalkan sebagai pedoman dalam membangun kehidupan keluarga masyarakat bangsa dan khususnya kehidupan kita bersama di Papua Barat Daya ini,”harap Gubernur Elisa Kambu.

Sebelum menyampaikan sambutan, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu melantik Dewan Hakim dan Panitera MTQ ke- II Provinsi Papua Barat Daya.

Sebagai Ketua Dewan Hakim Drs H. Mulyono, M.Ag, Wakil Ketua, Imanuel Sukri Moifilit, S,Ag, dan Sekretaris Muh. Iksan Fakaubun, S.Kom.

Peda pelantikan Dewan Hakim, dosen dan ASN IAIN Sorong turut ambil bagian, dimana tampak Wakil Rektor I IAIN Sorong, Dr Sudirman, SH MH, Dekan Fakultas Syariah dan Dakwah Dr Surahman Amin, Lc MA, dan Drs Hasbullah, M.Pd, Ph.D, Dr Fadan Abdillah, M,M.Pd.I, dan pegawai IAIN Sorong, Samsudin Datu, M.Pd.

Adapun Ketua-Ketua Majelis Dewan Hakim yakni untuk Cabang Tilawah Al-Quran golongan dewasa, remaja, anak-anak dan tartil,Dr Hj Umi Khusnul Khotimah, M.Ag, Cabang Hifzh Al Qu-an golongan jus I + Tilawah/Juz 30 + Tilawah, Juz 5 + Tilawah, Juz 10, juz 20, dan juz 30 dan Cabang Qira’at Al-Quran, Dr Hj Romlah Hidayati, Cabang Tafsir Al-Quran golongan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab serta Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Quran, Prof Dr H. Ahmad Zahro, M.A, Cabang Fahmil Al-Quran dan Syarh Al-Quran, Dr Hasbullah, Ph.D, Cabang Khat Al-Quran, Ahmad Kannif, S.Pd.

Pengambilan sumpah/janji Dewan Hakim dan Paniteri berlangsung khidmat yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan toga Dewan Hakim berwarna hijau yang secara simbolis dilakukan oleh Gubernur kepada Ketua Dewan Hakim MTQ II Papua Barat Daya, H. Mulyono.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya untuk diangkat Dalma keanggotaan Dewan Hakim ini baik langsung maupun tidak langsung, tidak sekali-kali menerima, memberi atau menjanjikan sesuatu kepada siapa pun juga,”ucap Gubernur yang diikuti Dewan Hakim dan Paniteria MTQ II Provinsi Papua Barat Daya. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.