Septinus Lobat, SH, MPA : Sisi Daratnya Pemerintah Kota yang Kelola
SORONG– Meski Jembatan Puri (Jempur) yang berlokasi Kelurahan Klaligi Kota Sorong telah dikelola oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, namun karena berada di wilayah Kota Sorong, Wali Kota Septinus Lobat, SH MPA berharap kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka untuk memperhatikan pembangunan bidang perikanan khususnya program prioritas nasional di Kota Sorong.

“Jadi kami mohon dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan khususnya perikanan di Kota Sorong.
Dan lebih khusus program prioritas nasional, kalau bisa di kota Sorong lebih dulu dibangun daripada yang lain. Karena ini wajah kita semua di provinsi ini,”ujar Wali Kota Sorong, Septinus Lobat yang ditemui media usai mendampingi Wakil Presiden RI mengunjungi PPI Jembatan Puri (Jempur), Rabu (22/4/2026).
Salah satu program prioritas nasional yang dilaksanakan dimana Pemerintah Kota Sorong fokus pada 9 Koperasi Merah Putih. Kepada Wapres, Wali Kota Sorong Septinus Lobat melaporkan bahwa di kota Sorong ini masyarakat nelayan cukup banyak. Kemudian melaporkan juga program prioritas nasional yakni Koperasi Nelayan Merah Putiih.

“Di sini kan koperasi nelayan merah putih, Di Kota Sorong ini kita punya fokus 9 titik koperasi nelayan merah putih,”tutur Wali Kota Septinus Lobat. Minggu-minggu depan sudah dibangun dua dulu, baru 7 lainnya nya akan menyusul,”ungkap Septinus Lobat.
Selain mendampingi Wapres, Wali Kota Sorong Septinus Lobat juga melihat secara langsung aktivitas masyarakat di Jempur, khususnya masyarakat nelayan di Kota Sorong. “Ternyata masyarakat nelayan banyak yang jemput beliau (Wapres, red). Dan banyak pertanyaan untuk Wapres, kemudian juga ada harapan-harapan dari masyarakat nelayan kepada Wapres supaya tempat ini (Jempur) bisa dibantu dengan program pusat ya khususnya APBN karena daerah ini masih mau ditata,”tandas Septinus Lobat.
Karena sudah dilimpahkan, Jempur Kelurahan Klali kini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Meski demikian, Wali Kota Sorong berharap pengelolaan Jembatan Puri dapat dibicarakan lagi karena bagian darat dari Jembatan Puri masih ditangani Pemerintah Kota Sorong.
“Sesuai aturan perikanan sekarang, ya ini (Jempur) sudah menjadi kewenangan provinsi. Tapi sisi daratnya pemerintah kota yang kelola, nanti kita akan bicarakan, tapi ya ini sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah provinsi,”terang Wali Kota lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Sorong, Absalom Solosa Kadis Perikanan Provinsi Papua Barat Daya, Absalom Solossa mengatakan, dalam pengelolaan Jembatan Puri juga akan dibicarakan lebih lanjut dengan Pemerintah Kota Sorong,’
“Dengan Pemerintah Kota Sorong, ada hal-hal yang kita diskusikan untuk terbaik masalah penggunaan dan lain-lain, karena secara hukum, deyure, asetnya sudah dilimpahkan. Nanti bisa didiskusikan pengelolaanya, sistem presentasi mekanisme, dan lain-lain yang kita akan diskusikan,”terang Kadis Perikanan Provinsi Papua Barat Daya, Absalom Solossa,
Atas nama masyarakat khususnya yang berusaha di bidang perikanan, pengunjung Jempur dan masyarakat RT/RW setempat yang sehari-harinya menghabiskan waktu di PPI Jempur Kelurahan Klaligi, Kadis Perikanan Provinsi menyampaikan apresiasi, penghargaan, terima kasih luar biasa kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang sudah berkunjung , mendengarkan aspirasi rakyat secara langsung di Jembatan Puri.
“Itulah antusias dan keinginan masyarakat untuk menemui Bapak Wakil Presiden. Lihat saja seperti tadi, pelampiasan atau apa yang dikeluarkan oleh masyarakat kita, mereka sangat mengharapkan ada peningkatan-peningkatan di PPI Jempur ini ke depan,”tandasnya.
Peningkatan apa saja yang diharapkan, sebut Kadis Perikanan tidak lain adalah kebutuhan sarana dan prasara seperti peningkatan penambahan panjang dermaga, pelabuhan tambat berlabuh.
“Kemudian peningkatan pasar mama-mama Papua, pasar ikan higienis, harus ditingkatkan supaya menjadi pasar ikan yang layak. Pasar ikan yang bersih, higienis, supaya pengunjung datang, tidak ragu-ragu, pengunjung datang kembali puas. Juga para penjual dan lain-lain tetap merasa dagangan yang di jual laku ada multiplayer efek, diantara pengunjung dan penjual,”pungkasnya. (min)







