Jelang Desember, LMA Tehit  Komitmen Jaga Sitkamtibmas di Sorong Selatan

TEMINABUAN– Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di Sorong Selatan (Sorsel), Papua Barat Daya, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tehit bersama TNI/Polri menggelar sosialisasi menjaga Kamtibmas. Kegiatan melibatkan masyarakat adat Tehit.ky

“Kegiatan kali kami laksanakan sebagai bentuk bantuan kepada aparat keamanan Sorsel dalam menjaga sitkamtibmas pada 1 Desember. Selain itu juga menyongsong perayaan Natal serta agenda lainnya yang terdapat pada bulan Desember,” kata Ketua LMA Tehit Sorsel, Altius M. Thesia.

Suasana sosialisasi jaga kamtibmas di Sorsel.(ist)

Kegiatan sosialisasi Sitkamtibmas berlangsung pada Minggu (30/11/2025) pukul 13.04 Wit di Sekretariat LMA Suku Tehit, Jl. Tadafoi, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan Papua Barat Daya. Kegiatan sosialisasi peran masyarakat adat dalam menjaga Sitkamtibmas jelang Desember 2025.

“Saya menyampaikan, dalam bulan Desember ini mari kita jaga keamanan wilayah kita ini dengan cara tidak terprovokasi. Selain itu juga tidak terlibat oleh hal-hal negatif serta provokatif yang beredar dalam media sosial. Hindari media-media yang berisi provokasi dan berpotensi memecah persatuan bangsa,” tegas Altius.

Altius melanjutkan, minuman keras terjadi peningkatan untuk dikonsumsi oleh masyarakat terutama generasi muda. Minuman keras ini dapat sangat mengganggu keamanan wilayah karena dapat memicu pertikaian diantara masyarakat dan menimbulkan konflik berkelanjutan.

Sementara itu,  Kasdim 1807/Sorong Selatan, Mayor Inf B. Triyono mengatakan pihaknya berterimakasih terhadap kegiatan yang telah dibentuk karena kegiatan ini merupakan hal positif yang perlu dilakukan dalam lingkup masyarakat.

“Bulan Desember ini merupakan bulan yang rawan untuk terjadi konflik karena euforia yang berlebihan terjadi di masyarakat.
Para tokoh sekalian memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga siskamtibmas wilayah,” tegasnya.

Ia mengimbau agar tokoh adat merupakan masing-masing individu yang dihormati dikalangannya masing-masing, oeh karena itu tokoh adat harus memiliki kesatuan pikiran untuk secara bersama menolak dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak terlibat pada kegiatan negatif.

“Dengan masyarakat mayoritas beragama Kristen/Katholik diharapkan masyarakat dapat sadar dan memahami untuk menjaga Bulan Desember ini sebagai Bulan yang suci dan penuh berkah dalam menyambut Hari Raya Natal dan tidak dinodai oleh kegiatan negatif serta agenda lainnya yang dapat memicu perpecahan dan konflik sosial di kalangan masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kasat Bimas Polres Sorong Selatan, AKP Arsyad Maming  mengajak masyarakat untum menghindari isu-isu negatif yang dapat berkembang di masyarakat.

“Jangan memulai menyebarkan isu yang dapat berpotensi memicu perpecahan dan keresahan di kalangan masyarakat. Jaga wilayah kita ini tetap aman tanpa adanya provokasi dari luar wilayah Sorsel,” katanya.

Ia melanjutkan dalam rangka menyambut Hari Raya Natal, diharapkan juga para masyarakat adat untuk terus menegaskan generasi muda di lingkungan masing-masing untuk menghindari  konsumsi minuman keras.

” Minuman keras merupakan akar dari berbagai permasalahan serta konflik antar masyarakat sampai ke tindakan kriminal. Pendistribusian minuman keras seringkali sudah dapat digagalkan diperbatasan namun masyarakat kita banyak juga yang dapat membuat minuman keras sendiri atau istilahnya yaitu minuman oplosan,” bebernya.

Ia mengatakan sebagai masyarakat adat dan tokoh adat kita perlu mencegah dan menegaskan ke generasi muda untuk menghindari minuman keras dan bertindak berlebihan.

“Tingkatkan koordinasi antar tokoh adat di setiap wilayah untuk terus mengawasi masyarakat masing-masing sehingga dapat melakukan penyelesaian secara efektif dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” tutupnya. (Cr-4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.