SORONG– Mengusung tema “ Perempuan Berdaya, Tangguh dan Bermartabat dengan Memegang Teguh Prinsip Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge Menuju Papua Barat Daya Berkemajuan”, peringatan HUT ke-3 Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Sabtu 31 Januari 2026 di Aula Asrama Haji berlangsung khidmat dan meriah.

Sebagai ungkapan syukur di hari bahagia ini, Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWSS Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Hj Noor Jannah memotong tumpeng dan potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Ketua BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya, Ir H.Muhammad Said, ST IPM, M.Pd dan selanjutnya potongan tumpeng dibagi-bagikan kepada pimpinan indtansi dan organisasi wanita di Papua Barat Daya, seperti kepada perwakilan P3A Provinsi Papua Barat Daya, perwakilan dari Bhayangkari, Jalasenastri, IWAPI, dan Ketua Perempuan Ikaswara, Ketua Garnita Malahayati PBD dan sejumlah pimpinan organisasi wanita lainnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia HUT ke- 3 IWSS Papua Barat Daya, Hj Endang Hasan yang diwakili Hj Husni mengatakan, menyambut HUT k-3, IWSS Papua Barat Daya melaksanakan kegiatan pasar murah pada 15 Desember 2025 yang dipusatkan di Pasar Bersama.

“Kegiatan ini kami lakukan dengan maksud dan tujuan memperkenalkan keberadaan IWSS Papua Barat Daya di provinsi kita tercinta ini khususnya di Kota Sorong,”tandas Hj Husni. Menunjang pelaksanaan HUT ke- 3 IWSS, panitia khususnya seksi dana menggalang dana dengan cara menjual kupon basar dan berhasil terjual 300 lembar,

Ketua PW IWSS Provinsi Papua Barat Daya, Hj Noor Jannah dalam sambutanya mengatakan, usia 3 tahun IWSS Papua Barat Daya belum terbilang waktu yang panjang namun cukup menjadi bukti bahwa organisasi ini tertumbuh bergerak dan memberi makna.
Dalam pesannya Hj Noor Jannah berharap kepada IWSS Papua Barat Daya untuk tumbuh menjadi perempuan berdaya yakni perempuan yang mampu mengambil peran, dan tangguh dalam menghadapi tantangan.
Selain itu agar menerapkan prinsip “sipakatau, sipakalebbih dan sipakainge” dalam kehidupan sehari-hari dengan saling memanusiakan dengan hati tanpa membeda-bedakan, saling menghargai, menjaga martabat serta saling mengingatkan adalah bentuk kepedulian agar kita tetap berjalan pada nilai kebaikan dan tujuan bersama.
“Melalui momentum HUT ke- 3 ini marilah kita jadikan organisasi sebagai ruang belajar, ruang bertumbuh dan ruang pengabdian semoga organisasi ini dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi anggota tetapi juga bagi masyarakat luas khususnya mendukung terwujudnya Papua Barat Papua Barat Daya yang berkemajuan,”ujar Hj Noor Jannah yang sudah 3 tahun memimpin IWSS Papua Barat Daya.
Sementara itu, Ketua BPD KKSS Papua Barat Daya, H. Muhamad Said mengatakan peringatan HUT ke- 3 IWSS PBD ini juga untuk membangun silaturahim diantara ibu-ibu IWSS Papua Barat maupun dengan organisasi wanita lainnya.
Ketua BPD KKSS Papua Barat Daya memberikan apreseasi kepada PW IWSS PBD yang telah berjalan 3 tahun dengan sejumlah kegiatan positif yang telah dilaksanakan. Kehadiran IWSS dinilai oleh H. Said sangat penting, bahkan jika tidak ada IWSS, H Said pu mengatakan organisasi yang dipimpinnya sepertinya layu.
Menguraikan tema peringatan HUT ke- 3 IWSS PBD, H. Said mengingatkan kepada segenap pengurus dan anggota IWSS Papua Barat Daya untuk memegang teguh prinsip “sipakatau, sipakelebbi dan sipakainge”.
“Jikalau seandainya kita melihat ada saudara-saudara kita yang melenceng dari jalur yang sudah ditentukan, mari kita saling mengingatkan,”ujar H. Said seraya mengajak IWSS PBD untuk bersama-sama mendukung program Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Selain itu, H. Said juga mengatakan IWSS hadir tidak hanya memberikan manfaat kepada anggotanya tapi juga untujk masyarakat di sekitarnya. Dengan berpedoman dimana “tanah dipijak, disitu langit dijunjung”, Ketua BPD KKSS PBD mengajak semua yang hadir untuk menghargai, menghormati saudara-saudara kita yang asli Papua yang telah memberikan tempat untuk hidup dan bertumbuh di Tanah Malamoi Provinsi Papua Barat Daya.
IWSS juga diharapkan dapat terus memiliki rasa solidaritas yang tinggi dengan membantu warga yang tertimpa bencana sebagaimana yang telah dilaksanakan KKSS dan IWSS Papua Barat Daya yang tergerak mengumpulkan donasi di jalan untuk membantu korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera belum lama ini.
Rangkaian peringatan HUT ke-3 IWSS Papua Barat Daya sangat kental dengan suasana Sulselnya, dimana dengan baju bodo dan asesorinya membuat pengurus dan anggota pada tampil cantik dan menawan. Tak ketinggalan, suguhan hiburan tarian adat Sulsel yang ditampilkan ibu-ibu PW IWSS memukau tamu undangan yang hadir.
Bukan hanya itu, nyanyian lagu “indologo” yang ditampilkan 6 personil ibu-ibu IWSS Papua Barat Daya kian menghidupkan suasana hingga mengundang Ketua Panitia Hj Endang langsung naik ke panggung dan menyawer 6 biduanita IWSS PBD tersebut. Selain ketua panitia, Ketua PW IWSS Papua Barat Daya, Hj Noor Jannah juga ikut memberikan saweran kepada masing-masing personil vokal group IWSS PBD.
Rangkaian peringatan HUT ke-3 IWSS Papua Barat Daya diakhiri dengan foto dan selfi bersama, momen yang sangat ditunggu-tunggu.
Pantauan media ini, karena yang punya hajat adalah kaum perempuan maka segala persiapan termasuk urusan perlengkapan seperti atur-atur kursi, menyiapkan musik semua ditangani ibu-ibu IWSS Papua Barat Daya. (min)







