DENGAN kelopak mata yang terlihat masih sembab, ibu Maya, salah satu korban kebakaran di Jln Misool Kampung Baru menuturkan peristiwa kebakaran yang menganguskan 10 rumah pada Senin malam (20/7/2026) berlangsung begitu cepat.

Saat itu, sekitar pukul 19.00 WIT, Ia mengaku sedang ada di dalam kamar. Tiba-tiba terdengar suara warga yang berteriak “ada api, ada api”. “Kita keluar lihat begini, api sudah di atas, sudah masuk di area dapur. Api sudah ada di atas rumah,”tuturnya.
Dengan tiupan angin yang cukup kencang, membuat nyala api begitu cepat merambah dari rumah ke rumah yang ada di Lorong 2 Jalan Misool Kampung Baru tersebut.
“Yang pastinya bukan koslet. Ada api, itu mungkin bekas bakar. Ada api bekas bakar kalau kena angin kan dia besar to, itu mungkin bekar bakaran,”ujar ibu Maya.
Menuturkan dampak yang dialami, seketika ibu Maya dengan suara lirih dan tampak begitu sedih karena kehilangan rumah yang sudah ditempati puluhan tahun. Di rumah peninggalan mertuanya, ibu Maya tinggal bersama suami, orang tua dan anak-anaknya yang semua ada 10 jiwa.
Kobaran api yang begitu cepat membuat ibu Maya lari keluar menyelamatkan diri dengan hanya membawa baju yang melekat di badan. “Baju sekolah anak, pakaian sekolah, buku-buku semua habis terbakar. Hanya baju di badan saja,”ujarnya lirih.
Saat nyala api telah menghanguskan beberapa rumah, barulah mobil pemadam kebakaran tiba. Lingkungan yang sempit disertai angin kencang diakui menyulitkan petugas pemadam kebakaran langsung bisa memadamkan nyala api.
“Kami berharap kiranya cepat ditagani,supaya kita punya anak-anak bisa sekolah kembali dan terutama kitab isa tinggal kembali karena di sini kita tidak punya tempat tinggal lagi. Dan kita punya anak-anak banyak,”ujar ibu Maya dengan menahan isak tangisnya.
Bersama beberapa warga lainnya, ibu Maya mengaku sementara tidur di tenda yang ada lokasi kebakaran.
Pantauan mediai ini. setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tampak memasang police line. Pada siang hari, warga terdampak kebakaran mendapat bantuan makan siang yang disajikan di omprengan laiknya MBG. “Terima kasih MBGnya,”sahut warga terdampak kebakaran.
Setelah kejadian kebakaran, Selasa Siang (21/7/2026), Wali Kota Sorong Septinus Lobat, SH M.PA beserta jajaran mengunjungi korban terdampak kebakaran dan menyerahkan bantuan seperti kasur dan perlengkapan kebutuan lainnya. (min)







