Gubernur Papua Barat Daya Serahkan Bantuan Hibah Barang kepada 17 Masyarakat Pengelola Homestay/Kelompok Sadar Wisata

SORONGGubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menyerahkan bantuan hibah barang kepada 17 masyarakat pengelola homestay/kelompok sadar wisata, Sabtu 21 Februari 2026 di Ruang Pertemuan Lantai 3 Kantor Gubernur Papua Barat Daya.

Gubernur PBD Elisa Kambu saat menyerahkan bantuan hibah barang. (Rosmini/SuaraSorong)

Seperti yang dilaporkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, S.Pi, M.Si bahwa bantuan hibah barang yang diserahkan ini menggunakan sumber dana Otsus Provinsi Papua Barat Daya Tahun Anggaran 2025.

Ferdinan Dimara, pengelola Jousuba Homestay di Raja Ampat menerima bantuan. (Rosmini/SuaraSorong)

Semestinya bantuan hibah barang diserahkan pada Desember 2025 lalu namun baru dapat dilaksanakan pada Februari 2026 ini.

Saat Kadis Pariwisata menyebut satu persatu penerima bantuan hibah barang, seperti dari Kabupaten Tambrauw yang semuanya merupakan desa wisata Burung Cendrawasih, Gubernur Elisa Kambu langsung tertarik dan mengatakan mau berkunjung ke desa wisata Kabupaten Tambrauw untuk melihat Burung Cendrawasih.

Kadis Pariwisata PBD, Yusdi Lamatenggo.

Demikian pula dengan spot-spot wisata lainnya di Papua Barat Daya juga akan dikunjungi oleh Gubernur.

“Saya akan menjadwalkan untuk datang, masa kita punya barang kita tidak pernah lihat,”ujar Gubernur Elisa Kambu.

Secara pribadi, Gubernur memberikan apresiasi, rasa hormat, dan kebanggaan kepada para pengelola homestay/kelompok sadar wisata atas perannya selama ini.

“Kita memiliki potensi yang cukup menjanjikan, dan ini bisa kita kembangkan lebih besar lagi. Kami berharap bantuan ini hanya sebagai stimulan, sehingga dapat berkembang lebih lanjut,”ujar Gubernur Elisa Kambu

“Kita memperkenalkan visi kompetensi dengan memanfaatkan potensi wisata negeri ini dan melibatkan masyarakat. Kami berharap melalui promosi yang kita lakukan, banyak orang akan datang ke sini.

Saya yakin banyak yang sudah mendengar dan penasaran untuk datang ke sini (Papua Barat Daya, Red),” ujar Gubernur.

Yang ingin kita bangun bersama di sini kata Gubernur adalah komitmen untuk memastikan bahwa daerah ini harus tetap terjaga. Hal ini sangat penting.

“Kedua, kualitas layanan kita. Kualitas tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan jualan, tetapi dimulai dari hal-hal kecil seperti lingkungan yang bersih dan kesejahteraan masyarakat. Rasa nyaman dan pelayanan yang baik juga sangat krusial,”ujar Elisa Kambu

Bagaimana kita bisa menjangkau pengunjung dan memberikan pengalaman yang memuaskan, jika kita semua bisa melaksanakan ini, kata Gubernur dipastikan kunjungan wisatawan akan terus meningkat.

Terlebih ditunjang dengan kehadiran Bandara DEO Sorong yang kini berstatus sebagai Bandara Internasional dengan pesawat reguler dipastikan Papua Barat Daya akan kebanjiran wisatawan asing dari mancanegara.

Kepada anak-anak muda yang bekerja sebagai pengelola homestay/desa wisata, Gubernur berpesan untuk tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif.

Orang-orang sukses adalah mereka yang bekerja keras, fokus, serius, tekun itulah kata gubernur manusia-manusia pilihan.

Gubernur : Yang Paling Penting Keamanan

Ditemui media usai menyerahkan bantuan hibah barang kepada pengelola homestay/desa wisata,Elisa Kambu mengatakan, tugas pemeringah yang  pertama adalah menyiapkan infrastruktur.

“Kami mendorong masyarakat untuk berkontribusi dalam menyiapkan infrastruktur yang mendukung kunjungan wisata. Tugas kedua pemerintah adalah terus mempromosikan potensi wisata melalui berbagai media, dan jika memungkinkan, kita akan keluar untuk menyebarluaskan informasi,”ujar Gubernur.

Termasuk media diminta turut berperan  menyebarkan informasi tentang potensi sumber daya alam kita, seperti keindahan alam, lembah-lembah, dan masyarakat pesisir.

Obyek wisata di Kabupaten Sorong Selatan, Raja Ampat, Tambrauw, Maybrat dan Kota Sorong harus didorong secara bersama-sama.

“Yang lebih penting lagi adalah keamanan.
Pariwisata itu akan maju, banyak orang akan datang ke tempat itu sepanjang keadaan di situ kondusif, keamanan ini yang penting,”tegas Elisa Kambu.

Selain itu lanjut Gubernur, kebersihan, kualitas layanan semua harus diperhatikan.

Yang lebih penting lagi adalah keamanan.
Para wisata itu akan maju, banyak orang akan datang.

“Teman-teman yang guide, mereka yang pemilik homestay, bagaimana menerima, menyapa mereka, termasuk kuliner yang ada di wilayah itu.Ini yang menjadi strategi. Kalau ini bisa mendukung, kita pasti akan kebanjiran kunjungan,”ucap Elisa Kambu.

Bantuan Berbeda-beda Sesuai yang Diusulkan

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat Daya yang telah membantu ekonomi lokal dibidang pariwisata.

Dikatakan oleh Kadis Pariwisata, sesuai dengan usulan yang diterima, bantuan hibah barang kepada 17 pengelola homestay/desa wisata berbeda-beda.

Ada yang mendapatkan bantuan fasilitas tempat tidur, kebutuhan konsumsi, peralatan pendukung  seperti solar panel dan ada yang berupa bantuan transportasi seperti motor tempel untuk mobilitas pengelola homestay.

Tujuan utama dari penyerahan bantuan hibah barang ini adalah untuk meningkatkan kualitas layanan homestay di area wisata.

Dikatakan Kadis Pariwisata,bantuan hibah untuk pengelola homestay/desa wisata ini merupakan yang kedua kalinya.

Dengan terdapat sekitar 300 homestay yang beroperasi di Papua Barat Daya, bantuan hibah barang ini bersifat stimulan yang dilakukan bertahap sesuai  kemampuan yang dimiliki.

“Kita punya keinginan yang besar untuk membantu semua, tapi secara bertahap. Karena kan sekali lagi tergantung kemampuan kita. Mudah-mudahan tahun ini, tahun  depan akan terus kita dorong ya,” andas Yusdi Lamatenggo.

Mengembangkan sektor pariwisata lanjut Yusdi Lamatenggo bukan hanya tanggungjawab Pemerintah Provinsi tapi juga ada Pemerintah Kabupaten dan Kota yang notabene usaha homestay ada di kabupaten, kota.

Sementara itu  Ferdinan Dimara,pengelola Jousuba Homestay menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang telah memperhatikan pelaku-pelaku usaha lokal dibidang pariwisata.

“Tentu bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Karena awalnya kami jalan sendiri kemudian pemerintah bantu, berarti kami tahu bahwa pemerintah sangat mendukung kami dengan usaha yang kami jalankan,”ujar Ferdinan Dimara yang juga Ketua HPI Kabupaten Raja Ampat.

“Harapan tentu bantuan ini kami bisa gunakan sebagaimana mestinya, sehingga ada kemajuan usaha kami masing-masing,”ucap Ferdinan Dimara. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.