SORONG– Ditandai dengan penabuhan tifa secara bersama-sama, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) keI-II Provinsi Papua Barat Daya yang berlangsung 1-4 Juli 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos, Rabu malam (1/7/2026) di Halaman MAN Kota Sorong. Dengan tata panggung yang kokoh dan full lighting, rangkaian acara pembukaan MTQ ke- II Provinsi Papua Barat Daya berlangsung sukses.

Saat Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu tiba di MAN Kota Sorong, di pintu gerbang langsung disambut oleh Plt Ketua LPTQ Papua Barat Daya, Abubakar Alhamid, S.Sos, M.Si, Ketua Panitia, Abdul Mutalb Salim, SE, dan Rektor IAIN Sorong, Dr Suparto Iribaram, S.Sos, M.Si serta ibu-ibu panitia berseragam jilbab pink.

Diiringi tabuhan rebana dari kelompok musik hadrah, suasana penyambutan Gubernur begitu meriah. Mengenakan kopiah dan baju koko berwarna putih, dengan tersenyum, Elisa Kambu berjalan diapit ketua LPTQ dan ketua panitia menuju ke kursi yang telah disiapkan.

Pembukaan MTQ ke-II Provinsi Papua Barat Daya berjalanan sempurna. Didukung dengan cuaca yang begitu cerah,pengisi acara mulai dari penampilan marchind band dari siswa siswi MAN Kota Sorong, kafilah kontingen dan persembahan tarian adat Papua yang dipadu dengan unsur Islamiah menarik perhatian tamu undangan.
Perhelatan akbar MTQ ke- II Papua Barat Daya terasa begitu menggema saat paduan suara dari siswa siswi MAN Kota Sorong menyanyikan lagu mars MTQ yang tak asing lagi di telinga. “Musabaqah Tilawatil Quran Pancaran Ilahi, Cinta Pada Allah,Nabi dan Negara, Wajib Bagi Kita”.
Sebelumnya, menandai dimulainya MTQ II Papua Barat Daya, piala Ketua DPR Kota Sorong, Drs Ec John Lewerissa disaksikan Asisten II Pemkot Sorong, Thamrin Tajuddin, ST MM menyerahkan piala bergilir Gubernur yang diraih kafilah Kota Sorong tahun lalu kepada Plt Ketua LPTQ Papua Barat Daya, Abubakar Alhamid untuk diperebutkan kembali.
Tidak hanya rangkaian acara yang menarik perhatian tamu undangan, sesuai tema yang diusung. “Melalui MTQ Kita Kembangkan Ekonomi Umat Menuju Provinsi Papua Barat Daya yang Berdaya Saing”, pada acara pembukaan MTQ II Provinsi Papua Barat Daya, panitia memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk buka lapak dengan menjual anek menu di Halaman MAN Kota Sorong.
Ketua Panitia MTQ II Provinsi Papua Barat Daya, Abdul Mutalib Salim dalam laporannya mengatakan, MTQ digelar dalam rangka meningkatkan kecintaan masyarakat
terhadap Al-Quram memperkuat pembinaan generasi Qurani dan sekaligus mempersiapkan kafilah terbaik yang akan mewakili Provinsi Papua Barat Daya pada MTQ Nasional
Ke- XXX1 di Provinsi Jawa Tengah September Tahun 2026.
Tema MTQ II Provinsi Papua Barat Daya yang mengembangkan ekonomi umat melalui UMKM, Talib-sapaan akrabnya mengatakan bahwa hal ini mengandung makna bahwa nilai-nilai Al-Quran tidak hanya menjadi pedoman Dalma kehidupan beragama tetapi juga menjadi inspirasi dalam membangun ekonomi umat yang berlandaskan kejujuran, kerja keras, profesionalisme dan keberkahan sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah.
Dengan suara yang cukup lantang, di acara pembukaan, Ketua Panitia Talib juga menjelaskan tujuan digelarnya MTQ yakni selain untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran, memperkuat pembinaan para hafiz, hafizah, dan peserta cabang-cabang lainnya juga dimaksudkan untuk memperat ukhuwah Islamiah di Provinsi Papua Barat Daya.
Selain itu tentunya juga untuk menyeleksi peserta terbaik sebagai duta Provinsi Papua Barat Daya pada MTQ tingkat nasional serta mendorong pengembangan ekonomi umat
melalui keterlibatan UMKM ekonomi syariah, dan promosi produk unggulan daerah selama penyelenggaraan MTQ II Papua Barat Daya berlangsung.
Kepada Gubernur Papua Barat Daya, Talib juga melaporkan bahwa tempat arena utama pelaksanaan MTQ di MAN Kota Sorong, Gedung ACC Al-Akbar, dan Masjid Raya Al-Akbar Provinsi Papua Barat Daya.
Adapun peserta dari kafilah 6 Kabupaten Kota di Provinsi Papua Barat Daya yakni Kabupaten Sorong terdiri dari 38 orang, Kabupaten Sorong Selatan 25 orang, Kabupaten Maybrat 35 orang, Tambrauw 37 orang, Kabupaten Raja Ampat 27 orang dan kafilah Kota Sorong 38 orang sehingga jumlah peserta MTQ II Papua Barat Daya tahun ini 202 orang,
Sementara official berjumlah 60 orang. dewan hakim 41 orang. panitera 10 orang, panitia 75 orang dengan total keseluruhan yang terlibat pada pelaksanaan MTQ II Papua Barat Daya sebanyak 388 orang.
Pada MTQ II Papua Barat Daya mempertandingkan seluruh cabang dan golongan sesuai ketentuan LPTQ Nasional meliputi cabang Tilawah Al-Qur’an, Iftil Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, Syarhil Al-Qur’an, Kaligrafi Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, serta cabang-cabang lain yang sesuai keputusan Panitia dan LPTQ kecuali cabang tuna netra.
“Sesuai tema MTQ tahun ini, panitia juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menekah, produk halal, serta produk lokal untuk berpartisipasi selama penyelenggaraan MTQ. Kami berharap penyelenggaraan MTQ tidak hanya sukses dalam aspek syiar Islam dan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,”ujar Abdul Mutalib.
Dari sisi pendanaan, ketua panitia juga mengakui terasa sangat kurang, namun tidak menyurut semangat panitia untuk tetap menggelar dan menyukseskan pelaksanaan MTQ II Provinsi Papua Barat Daya.
Sementara itu Plt Ketua LPTQ Papua Barat Daya, Abdubakar Alhamid dalam sambutannya mengatakan, MTQ digelar sebagai wujud kecintaan kepada kitab suci Al Quran, serta membangun karakter masyarakat yang beriman, berilmu, berahlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. Tema MTQ II Papua Barat Daya dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.
“Ekonomi umat tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Al-Quran.Dan Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras, berusaha secara halal, jujur dalam berdagang, mengembangkan potensi daerah, serta memanfaatkan sumber daya alam yang Allah anugerahkan demi kesejahteraan bersama,”tandasnya.
Melalui MTQ diharapkan melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya indah di lawahnya, tetapi juga unggul intelektualnya, tangguh jiwanya, dan mampu menjadi pelaku pembangunan ekonomi umat.
Alhamid juga mengatakan, LPTQ memiliki tanggungjawab untuk terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan, sehingga MTQ digelar tidak berhenti hanya sebagai kegiatan seremoni dua tahunan melainkan menjadi gerakan pembangunan peradaban Qurani yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Yang menarik pada acara pembukaan MTQ II Provinsi Papua Barat Daya, saat perhatian tertuju kepada rangkaian acara sambutan-sambutan, ada karpet biru yang dibentangkan panitia untuk berjalan menuju ke panggung utama.
Dengan diiringi musik dan sorotan lighting, saat Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu akan melantik Dewan Hakim dan membuka MTQ II Papua Barat Daya berjalan di atas karpet biru menuju arena panggung utama, semua mata pun tertuju pada orang nomor satu di provinsi termuda ini.
Selain Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, turut memberikan sambutan, Direktur Penerangan Islam Kementerian Agama RI, Dr H. Muchlis Muhammad Hanfai, Lc, MA yang sangat kagum dengan kakayaan alam, budaya serta nilai-nilai persaudaraan yang menjadi modal besar dalam membangun peradaban berbasis nilai keagamaan.
“Papua Barat Daya”Papua Barat Daya memiliki alam yang indah, masyarakat yang majemuk, tradisi yang kaya, serta nilai-nilai persaudaraan yang hidup di tengah masyarakat. Semua itu adalah anugerah Allah yang harus kita jaga bersama. Al-Qur’an hadir untuk menerangi, menguatkan, dan menyempurnakan nilai-nilai luhur yang telah tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Muchlis.
Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi telah berkembang menjadi perhelatan keagamaan terbesar yang memiliki dimensi sosial, budaya, dan ekonomi.
“MTQ adalah syiar, bukan sekadar lomba. MTQ telah menjadi pesta rakyat keagamaan yang di dalamnya terdapat dimensi keagamaan, sosial, ekonomi, dan budaya. Karena itu, keberadaan LPTQ sangat penting untuk terus melakukan pembinaan sepanjang tahun dalam rangka membumikan Al-Qur’an,” katanya.
Muchlis juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mendukung penyelenggaraan MTQ dan pembinaan Al-Qur’an. Menurutnya, investasi terbaik bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya atas komitmennya mendukung penyelenggaraan MTQ serta pembinaan Al-Qur’an. Kita semua yakin bahwa investasi terbaik adalah membangun manusia yang jujur, berkarakter, mencintai keadilan, dan memiliki akhlakul karimah yang berawal dari pendidikan Al-Qur’an,”tandasnya.
Hadir dan menyampaikan sambutan pada acara pembukaan MTQ II Papua Barat Daya, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat Daya yang diwakili Kabid Pendidikan Agama Islam, Rofiul Amri, Danrem 181/PVT Kol Inf Slamet Riadi, S.IP, Sekda Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, SH, M.Si serta sejumlah pejabat, unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya. (min)





