SORONG– Berlangsung dalam suasana penuh duka, Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Ahmad Nausrau, S.Pd.I, MM menerima dan melepas jenasah alm Dr Drs Don Agusthinus Lamaech Flassy, MA di lobi Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Rabu (25/3/2026).

Alm Don A.L Flassy yang lahir di Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan (Sorsep) 28 Agustus 1947 tutup usia di RSUD Jayapura pada Minggu (22/3/2026).
Pelepasan jenasah alm Don A.L Flassy dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya ditandai dengan penyerahan bingkai foto almarhum oleh Wagub Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau kepada pihak keluarga yang diterima Marlina Flassy, S.Sos, M.Hum, Ph.D (Dekan Fisip Uncen).

Dari rangkaian penerimaan dan pelepasan jenasah yang berlangsung khidmat, selanjutnya jenasah alm Don Flassy dibawa ke kampung halaman di Tehit Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan untuk dimakamkan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau mengatakan, prosesi penerimaan dan pelepasan jenasah almarhum bukan sekadar untuk melepaskan duka, tetapi juga untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seorang anak bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya, karya ilmiah, dan perjuangannya bagi pembangunan.
Wagub mengatakan, almarhum bukanlah sosok biasa. Beliau adalah tokoh deklarator dan pejuang pemekaran yang berperan dalam menentukan lahirnya Provinsi Papua Barat Daya.
“Dedikasi, pemikiran, dan perjuangan beliau menjadi bagian penting dalam sejarah kelahiran provinsi yang kita cintai. Semasa hidup, almarhum telah memberikan amanah besar untuk mencatat dan mengkaji perjalanan sejarah Papua — sejak masa penjajahan Belanda di Tanah Papua (1828–1962) hingga proses integrasinya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,”ujar Wagub.
Almarhum Don Flassy jugalah yang menelaah secara komprehensif karakteristik wilayah hukum Papua serta proses integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kajian tersebut bukan sekadar catatan akademis, melainkan juga landasan historis dan argumentatif yang memperkuat perjuangan politik dan hukum.
Pada kesempatan tersebut Wagub Ahmad. Nausrau membacakan sejarah singkat perjalanan panjang lahirnya Provinsi Papua Barat Daya dalam kenangan almarhum Dr Drs Don A.L Flassy.
Perjalanan itu tentu tidak terlepas dari peran para tokoh yang dengan tulus memperjuangkan aspirasi masyarakat di wilayah sekitarnya, khususnya daerah Kepala Burung.
Sementara itu Ketua Tim Deklarator Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya, Bernard Jitmau mengatakan, perjuangan pemekaran Provinsi Papua Barat Daya bukanlah perjalanan yang mudah.
Ia lahir dari pergumulan panjang selama 16 tahun 7 bulan. Satu persatu deklarator pejuang pemekaran Provinsi Papua Barat Daya telah dipanggil Tuhan yakni Dr Decky Asmuruf, Dr (cand) Andi Asmuruf dan kini Dr Drs Don A.L Flassy.
Dikatakan oleh Bernard Jitmau bahwa dukungan dari Gubernur Papua Barat Daya terhadap alm Don A.L Flassy bukan hanya sekedar bentuk bantuan melainkan wujud penghormatan negara yang bermartabat kepada seorang tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata bagi lahirnya Provinsi Papua Barat Daya.
Sementara itu mewakili keluarga almarhum Don Al Flassy, Marlina Flassy memberikan apreseasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang telah menerima jenasah almarhum untuk disemayamkan di lobi Kantor Gubernur Papua Barat Daya.
Dikatakan oleh Marlina Flassy, kepergian almarhum Don A.L Flassy yang berpulang pada tanggal 22 Maret 2026, tepatnya pukul 17.12 WIB, di RSUD Jayapura bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar, tetapi juga duka bagi seluruh rakyat Papua.
Berita tentang meninggalnya almarhum begitu cepat tersebar terutama melalui media sosial, dan rumah duka di Jayapura langsung dipenuhi pelayat yang datang untuk memberi penghormatan.
“Kehadiran banyak pelayat menunjukkan betapa besar peran dan tempat almarhum di hati masyarakat. Beliau adalah putra terbaik Provinsi Papua Barataya, dan jasa-jasanya akan selalu dikenang oleh kita semua,”ucap Marlina Flassy.
Selain Sekda Drs Yakob Karet, M.Si dan pimpinan OPD Pemprov Papua Barat Daya, hadir dalam acara pelepasan jenasah alm Don A.L Flassy, Irwasda Polda PBD, Kombes Pol F.S Napitupulu, S.IK, Ketua DPR Provinsi Papua Barat Daya, Ortis Fernando Sagrim,ST, Wakil Ketua DPR PBD Annike Lieke Makatuk, SE dan sejumlah pejabat lainnya.
Sementara di deretan keluarga almarhum hadir Bupati Tolikara Willem Wandik beserta istri yang merupakan putri dari alm Don A.L Flassy.
Seperti dilansir media Jubi.Id, alm Don A.L Flassy memulai karier sebagai guru di Distrik Kurik, Merauke, ia menghabiskan hampir seluruh kariernya sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Papua dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris Bappeda.
Ia aktif pula dalam meneliti dan menulis berbagai artikel dan karya tulis ilmiah dengan mendirikan Lembaga Riset Papua (LSP). Dari Riset LRP berjudul “Dari Hollandia ke Jayapura: Sebuah Catatan Sejarah,” yang diseminarkan pada 1986, kini kita bisa merayakan hari jadi Kota Jayapura, pada 7 Maret setiap tahunnya.
Ia juga aktif dalam politik Papua dan menjadi staf ahli di Presidium Dewan Papua (PDP): Dalam ranah politik, pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Independen Papua dan fungsionaris dalam Presidium Dewan Papua (PDP) pada awal era reformasi (sekitar tahun 2000-2001).
Di dunia politik, mendiang juga dikenal sebagai salah satu deklarator berdirinya Provinsi Papua Barat Daya bersama Decky Asmuruf, dan Daud Obadiri pada 5 Januari 2007.
Provinsi Papua Barat Daya kemudian terwujud bukan saja karena perjuangan, tetapi berdasarkan studi dan riset yang lengkap.
Memasuki masa purnatugas Don Flassy menempuh studi S3 di Universitas Cenderawasih dan pada usia 70 tahun mendapatkan gelar Doktor.
Hingga pada usia 78 tahun, ia masih menjabat sebagai Sekretaris Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (LIPTEK) Papua yang dikelola bersama rekan sejawatnya, antropolog almarhum DR JR Mansoben, MA yang menjabat sebagai Direktur LIPTEK di Jayapura. (min/**)











