SORONG– Adanya efisiensi anggaran yang berbuntut semakin berkurangnya dana transfer dari pusat dikeluhkan para kepala daerah karena kini tidak berkutik untuk melaksanakan program dan membantu masyarakat.

Dengan adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, Bupati Sorong Dr Johny Kamuru, SH M.Si mengaku berusaha untuk tidak stres . “Tahun ini dana kita dipangkas Rp 275 Miliar. Daripada stres nanti saya sakit lagi tidak ada yang datang lihat,”ujar Bupati Johny Kamuru sedikit berkelakar kepada media, usai membuka Rapat Kerja Adat (Rakerdat) Dewan Adat Suku Besar Moi di Hotel Aquarius, Aimas, Rabu (28/1/2026).
Saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Rakerdat Dewan Adat Suku Besar Moi, Bupati Sorong Johny Kamuru menuturkan, sejak dilantik, mungkin dirinya yang paling stres. Karena adanya pemangkasan anggaran dari pusat membuat dirinya tidak berdaya, tidak lagi bisa melayani masyarakat.
“Saya ini bupati, sebelum bupati periode pertama saya kepala keuangan, sebelum kepala keuangan saya Kabid anggaran, siklus ini saya ikuti. Dan kali ini luar biasa. Dari pada stres nanti sakit lagi,”tutur Johny Kamuru.
Dikatakan oleh Bupati Sorong dua periode ini, masyarakat yang menderita terlalu banyak, masyarakat yang ingin dilayani terlalu besar sementara pemerintah sedikit sehingga gap terlalu besar.
“Kita melayani mereka (masyarakat) saja belum tentuk bisa menyelesaikan masalah-masalah masyarakat. Paling mengurangi beban masyarakat. Karena itu daripada stres, lebih baik kita santai-santai saja,”tandasnya.
Diakunya hingga Rakerdat Dewan Adat Suku Besar Moi digelar, Pemda Kabupaten Sorong belum memberikan bantuan karena memang tidak ada anggaran. Karena itu, bupati pun mengatakan siap menarik uang dari ATM pribadinya.
“Nantii saya pergi ambil saya punya ATM,”ujar Johny Kamuru yang disambut aplaus dan tawa dari peserta Rakerdat mendengar Bupati Sorong siap membantu pelaksanaan Rakerdat.
Lebih lanjut kepada media, Johny Kamuru mengatakan, sejak dulu dirinya sering bantu masyarakat yang butuh pertolongan. “ Sekarang anggaran dipangkas ini, kita tidak bisa bikin apa-apa. Dulu kita jarang mengatakan tidak,sekarang saya harus belajar untuk mengatakan tidak. Akhirnya kasian masyarakat,”ujar Johny Kamuru.
Dengan kondisi anggaran yang sedang tidak baik-baik ini, Johny Kamuru pun mengakui saat ketemu masyarakat, kadang dirinya harus menghindar. “Karena kalau kita ketemu liat dong (masyarakat,Reda) muka, kosong-kosong saja begitu, kasian. Sayang dorang, makanya saya bilang saya berusaha untuk jangan stres, untuk mengurangi stres jadi kita ketawa-katawa saja lah,”tutur Bupati Johny Kamuru. (min)







