Cegat Kendaraan Wapres, Akui karena Kecewa

SORONG– Di hari kedua kunjungan kerjanya di Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (22/4/2026), Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming meninjau RSUD Kabupaten Sorong Km 22 dan Kantor Gubernur Provinsi Papua Barat Daya yang baru dibangun di Km 16 Kota Sorong.

Saat menyampaikan aspirasinya langsung kepada Wapres. (Ist)

Rangkaian kunker Wapres berlangsung lancar. Hanya saja saat usai meninjau RSUD Kabupaten Sorong, dalam perjalanan pulang menuju Kantor Gubernur Papua Barat Daya di Km 16, kendaraan yang ditumpangi Wapres dan Gubernur Papua Barat Daya dicegat oleh masyarakat pemilik hak ulayat dari tanah yang dibangun Kantor Gubernur di Km 16.

Aksi cegat diungkapkan sebagai bentuk kekecewaan atas belum diselesaikannya  ganti rugi tahap II tahun 2025. Selain itu, sebagai pemilik hak ulayat dari keluarga Malaseme yakni Filyani Malaseme mengaku kecewa karena dalam momen penting kunjungan Wakil Presiden ke Provinsi Papia Barat Daya, keluarga Malaseme tidak diundang.

“Kalau kami diberi ruang, kalau kami dihargai sebagai pemilik hak ulayat tanah pembangunan tanah gubernur ini, ya sebenarnya acara seperti ini kami minimal mungkin satu orang diundang begitu hadir duduk bersama. Tapi ini kan tidak,”ujarnya.

“Kemudian ada permintaan-permintaan kami, perjanjian kami dengan pemerintah Papua Barat Daya ada beberapa poin.
Nah salah satunya pertama tentang pelunasan dari tanah ini tahap kedua, 2025 tapi belum terrealisasi,”ungkap Filyani kepada media.

Selain itu dalam point permintaan yang diajukan, pihaknya tutur Filyani Malasemi juga minta di bidang pendidikan, anak-anak sekolah dapat beasiswa dari SD sampai S2.

“Kemudian sekolah-sekolah khusus, akademi, ya Akmil begitu. Itu permintaan kami. Kemudian ASN, penerimaan aparatur negara, pegawai ASN lah ya, kemudian ada pekerjaan-pekerjaan di dalam sini (Kantor Gubernur) mungkin keluarga bisa dilibatkan,”ujarnya.

“Tapi sampai hari ini kami tidak dilibatkan sama sekali. Ya mau bilang kecewa, iya kecewa. Itu yang memicu kami anak-anak. Kami tidak banyak, kami cuma 8 adik kakak. Ini yang hadir ini ipar-ipar kami begitu. Jadi mungkin itu saja yang memicu kamim,”imbuhnya.

Dikatakan Filyani Malaseme,  sebenarnya ia dan keluarganya juga relawan dari Pilkada 2025 lalu. Selain itu, Ia hadir bertemu langsung dengan Wapres tidak lain sebagai pemilik hak ulayat  tanah Kantor Gubernur, keluarga ingin  anak-anak mereka juga ingin bahagia, bisa menyapa Wapres secara langsung karena sudah hadir di Tanah Malamoi.

Menanyakan bagaimana respon Wapres atas yang disampaikan, Wapres  responnya baik dan mengatakan akan berkoordinasi dengan Seprinya dalam dua hari ini. 

Setelah sekitar 20 menit mengungkapkan kekecewaannya kepada Wapres, Filyani Malaseme pun mengijinkan kendaraan Wapres jalan dan menuju Kantor Gubernur  Km 16. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.