Abdullah Gazam : Muswil Perempuan Bangsa Ajang Konsolidasi
SORONG– Disaksikan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos, Musyawarah Wilayah (Muswil) Perempuan Bangsa Provinsi Papua Barat Daya resmi dibuka oleh Ketua Umum (Ketun) DPP Perempuan Bangsa, Dr Hj Nihayatul Wafiroh, Kamis (9/7/2026) di M. Hotel Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Dalam pembukaan Muswil Perempuan Bangsa Papua Barat Daya, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah Gazam mengatakan, Perempuan Bangsa merupakan satu dari sekian badan partai atau badan otonom dari PKB yang ratingnya tertinggi di PKB.

Karena itu Gazam menilai Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI adalah perempuan hebat yang memiliki kemampuan yang luar biasa.
Kepada peserta Muwil, Gazam menegaskan bahwa Muswil Perempuan Bangsa bukan sekedar pemilihan ketua baru, bukan sekedar evaluasi pengurus yang lama, dan juga bukan sekedar Menyusun program kerja lima tahun kedepan.
“Tapi Muswil ini sebagai ajang konsolidasi. Konsolidasi ini penting, Perempuan Bangsa ini sebagai anugerah di PKB, kenapa tidak?. Karena negara ini sebenarnya menaruh perhatian khsusus untuk perempuan di Indonesia. Cuma kembali ke perempuan saja, mau atau tidak,”tandas Gazam.
Dikatakan, negara ini memberikan kesempatan, ruang seluas-luasnya kepada perempuan di seluruh Indonesia, terutama di Provinsi Papua Barat Daya. Karena itu Perempuan Bangsa dihadirkan Dalma rangka menterjemahkan perintah negara tersebut.
Di Dalam UU Pemilu, keterwakilan 30 persen caleg dari perempuan. Bahkan saat ini lanjut Gazam, Komisi IX DPR RI lagi memperjuangkan bukan hanya 30 persen caleg perempuan, tapi 30 persen di parlemen adalah perempuan.
“Maka penting Muswil ini jadi ajang konsolidasi, untuk mempersiapkan diri perempuan-perempuan hebat yang ada di Papua Barat Daya untuk jangan pernah ketinggalan,”pesan Gazam.
Sebagai inspirasi, Gazam pun memberikan contoh kepada Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa yang Ia sapa Mba Nini yang sudah 3 periode duduk di DPR RI.
“Tanya rumusnya bagaimana, saya juga mau belajar ini. Jadi kalau beliau saja bisa, kenapa yang di belakang depan saya yang banyak-banyak ini (maksudnya peserta Muswil) tara bisa. Kami juga pasti bisa. Betul atau tidak,”tanya Gazam yang disahut peserta Muswil,”bisa”.
Sementara itu Ketua Umum DPP Parempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh dalam sambutannya mengatakan Muswil Perempuan Bangsa dilaksanakan secara serentak di seluruh tanah air sejak bulan Mei lalu dan sudah terlaksana di 28 provinsi.
Tinggal 10 provinsi lagi yang akan diselesaikan dan Ia akan roadshow selama satu minggu di Tanah Papua yang dimulai di Sorong Papua Barat Daya.
Setelah melaksanakan Muswil, seluruh pengurus Perempuan Bangsa akan dilantik secara serentak di Jakarta tanggal 22 Juli 2026 bertepatan dengan HUT PKB.
Pengurus Perempuan Bangsa dari seluruh daerah di Indonesia akan dilantik oleh Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar. “Ini sebagai wujud bahwa PKB ingin meletakkan perempuan sebagai tiang untuk membesarkan Partai Kebangkitan Bangsa,”tandasnya.
Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa menegaskan, dalam menghadapi tantangan menuju Pemilu 2029 mmaka Perempuan Bangsa harus bergerak lebih agresif lagi,sesuai dengan tekat dan nafas perjuangan Perempuan Bangsa yakni bergerak bersama dan berdaya bersama.
“Slogan ini bukan hanya pemanis di baliho saja tapi slogan ini adalah ikar bahwa tidak boleh ada satupun kader yang berjalan sendiri, tidak boleh ada satupun kelompok perempuan yang ditinggalkan. Kita harus melebarkan sayap perjuangan kita tanpa batas,”pesannya.
Kepada peserta Muswil Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh mengatakan dalam melebarkan sayap kelompok, agar merangkul para pelaku UMKM, buruh perempuan, aktifis perempuan, kelompok profesi, ibu rumah tangga hingga di gang-gang sempit.
“Lebarkan sayap jangkauanmu, gandeng anak-anak muda, mahasiswa, generasi millenial, Gen Z agar Perempuan Bangsa agar menjadi wadah yang inklusif, adaptif dan ramah bagi generasi muda. Dan juga lebarkan lintas agama, nilai dasar kita adalah kemanusiaan yang rahmatan lil aalamin. Gerakan sosial, kesehatan, pendidikan dan advokasi anti kekerasan seksual. Kita harus melintasi sekat perbedaan agama, suku dan budaya,”pesan Ketum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh.
“Perempuan Bangsa wajib menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh perempuan Indonesia,”imbuhnya.
Lebih lanjut, dikatakan, Perempuan Bangsa juga memiliki kewajiban politik untuk memenangkan Pemilu 2029 agar semua gerakan sosial dan advokasi yang dilakukan bisa menjelma menjadi kebijakan daerah dan UU yang berkekuatan hukum tetap.
Sementara itu Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu menyampaikan apreseasi kepada Ketua Umum Perempuan Bangsa yang sering datang ke Papua Barat Daya untuk tanah ini, untuk perempuan-perempuan di Papua Barat Daya.
Muswil dinilai gubernur sebagai forum tertinggi dalam pengambilan keputusan, namun bukan sebagai tempat untuk perdebatan. Bukan forum untuk mengadu siapa yang kuat, siapa yang hebat.
Tapi Muswil merupakan forum yang memberikan ruang bagi organisasi untuk menata diri dalam rangka kemajuan Perempuan Bangsa.
Gagasan-gagasan, ide yang baik untuk membesarkan Perempuan Bangsa agar benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta pada Muswil Perempuan Bangsa.
“Di forum ini kita keluarga, bicara dari hati ke hati, buka diri, buka hati, siap untuk menerima, mau baik ka, tidak baik, pedis ka, terima, untuk kemajuan kita bersama,”harap Gubernur.
Selain itu Elisa Kambu juga memberikan apreseasi kepada para peserta Muswil yang telah bergabung dengan Perempuan Bangsa yang dinilai sebagai pilihan yang paling tepat.
“Semua orang bicara untuk memajukan negeri ini, tapi kalau dia ada di luar, dia tidak bisa. Jadi kalau kita ingin merubah negeri ini, pintu masuknya harus lewat partai politik, tidak ada jalan lain, mau profesor ka, ko ahli apakah, ko tokoh masyarakat siapa ka, kalau ko bukan orang politik, ko tidak ada di partai politik, nonsen,”ujar Elisa Kambu.
“Jadi kamu yang sudah masuk di sini, kamu luar biasa. Kamu orang-orang yang luar biasa, visioner, kamu orang yang berpikir tentang masa depan bangsa kita, walaupun sekecil, kamu mulai dari Papua Barat Daya sini, dari Papua Barat Daya akan tiba sampai di Jakarta, tidak selamanya yang dari Jakarta saja datang ke sini (Papua Barat Daya, Red),”tegas Gubernur saat memberikan motivasi kepada para peserta Muswil. (min)






