SORONG– Pemerintah pusat terus berupaya mendorong pembangunan sumber daya manusia di Papua.
Namun program unggulan pemerintah pusat tersebut terhalang adanya kehadiran kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang coba mengganggu upaya pemerintah tersebut.
“Komitmen pemerintah pusat sangat jelas dalam membangun Indonesia secara luas termasuk tanah Papua. Salah satunya diantaranya mendorong percepatan pembangunan dari bidang infrastruktur hingga sumber daya,” kata Ketua Barisan Merah Putih (BMP) Sorong Selatan, Nikodemus Konjol kepada wartawan, Senin (23/2/2026).
Ia mengatakan kehadiran KKB dianggap menentang misi pemerintah Indonesia dalam membangun tanah Papua secara menyeluruh.
“Hampir setiap hari korban terus berjatuhan akibat ulah KKB. Patut disayangkan korban yang berjatuhan itu merupakan masyarakat biasa atau warga sipil,” tegas Nikodemus Konjol.
Ia menegaskan masyarakat Papua butuh hidup aman, damai serta pendidikan dan kesehatan yang layak dalam bingkai NKRI.
“Keberadaan KKB menjadi ancaman dan momok menakutkan bagi masyarakat Papua. Bertahun-tahun kelompok ini dianggap melakukan tindakan kriminal mengakibatkan adanya kroban jiwa,” bebernya.
“Kami mohon negara hadir dan tegakan hukum melindungi warga Papua secara khusus di daerah-daerah konflik di tanah Papua,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam dan menolak dengan tegas tindakan kekerasan bersenjata yang menyasar warga sipil, fasilitas umum, serta infrastruktur sosial.
“Kekerasan semacam ini tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun karena menimbulkan korban jiwa, trauma, serta ketakutan di tengah masyarakat,” terangnya.
Ia juga mendukung langkah penegakan hukum yang tegas dan profesional, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua. (**/min)






