SORONG– Setelah resmi dibuka oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dan dilantiknya dewan hakim serta panitera, seluruh cabang perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-II Tingkat Provinsi Papua Barat Daya mulai dipertandingkan, Rabu (2/7/2026).

Pelaksanaan lomba berlangsung di sejumlah venue, di antaranya Arena Utama MAN Kota Sorong, Gedung ACC Al-Akbar, dan Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya.
Sebanyak 202 peserta dari enam kabupaten/kota mengikuti berbagai cabang musabaqah dengan semangat menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Sebelum perlombaan dimulai, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu melantik 41 dewan hakim dan 10 panitera yang bertugas mengawal jalannya perlombaan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Ketua Panitia MTQ II Papua Barat Daya, Abdul Mutalib Salim, mengatakan seluruh perangkat perlombaan telah siap menjalankan tugas sehingga setiap cabang dapat berlangsung dengan tertib, adil, dan transparan.
“Para dewan hakim memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan peserta terbaik yang nantinya akan mewakili Papua Barat Daya pada MTQ Nasional. Karena itu, profesionalisme dan integritas menjadi hal yang utama,” ujarnya.
Adapun cabang yang mulai diperlombakan meliputi Tilawah Al-Qur’an, Hifzhil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Kaligrafi Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, serta sejumlah cabang lainnya sesuai ketentuan LPTQ Nasional.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan perlombaan. Masing-masing kafilah membawa harapan besar untuk meraih prestasi sekaligus mengamankan tiket mewakili Papua Barat Daya pada MTQ Nasional Ke-31 di Provinsi Jawa Tengah.
Pelaksanaan MTQ II Papua Barat Daya tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi Qurani yang memiliki kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
MTQ Ke-II Papua Barat Daya dijadwalkan berlangsung hingga 4 Juli 2026 dan diharapkan mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, serta peserta terbaik yang siap mengharumkan nama Papua Barat Daya di tingkat nasional. (**/min)





