Asdep Kominfo Kemenko Polkam Akui Tidak Mudah Bangun Konektivitas Internet di PBD

SORONG– Gubernur Papua Barat Daya (PBD), Elisa Kambu. S.Sos, Selasa siang (19/8/2025) menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Konektivitas Internet  Dalam Rangka Pemerataan Akses Digital di Provinsi Papua Barat Daya.

Gubernur PBD, Elisa Kambu saat menyampaikan sambutan. (rosmini)

Selain gubernur, Rakor yang digelar di Aston Hotel dihadiri para kepala daerah di Provinsi Papua Barat Daya. Tampak hadir Wakil Wali Kota Sorong, H. Ansar Karim, Wakil  Bupati Sorong, H. Sutedjo, Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam dan Wakil Bupati Sorong Selatan Yohan  Bodori.

Penyerahan cinderamata. (rosmini)

Dalam  sambutannya, Gubernur Elisa Kambui mengungkapkan, dengan anggaran  Rp 1,4 Triliun, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya belum bisa berbuat banyak termasuk dalam pembangunan infrastruktur  untuk peningkatan konektivitas internet.

Karena itu kepada Asisten Deputi (Asdep) 3/V Kominfo Kemenko Polkam, Agus Pandu,  Gubernur Elisa Kambu berharap agar menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada Provinsi Papua Barat Daya.

Sebagai daerah otonomi baru (DOB), Elisa Kambu mengatakan, Provinsi Papua Barat Daya memerlukan dukungan besar dari pemerintah, karena saat ini diakuinya dengan anggaran  yang terbatas  Pemprov Papua Barat Daya belum dapat sepenuhnya melaksanakan aktivitas karena masih harus membangun kantor dan lainnya.

Dikatakan oleh gubernur, untuk membuktikan bahwa pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat adalah melalui sentuhan pembangunan di berbagai bidang.

Sementara itu,  Asisten Deputi 3/V Kemenko Polkam, Agus Pandu mengatakan Provinsi Papua Barat Daya bukan hanya wilayah  administrasi baru tapi sebagai garda terdepan Indonesia di wilayah timur yang  letaknya sangat strategis. sangat melimpah  dan aneka ragam budaya yang mempesona  dan ini  merupakan aset bangsa.

“Namun kita harus mengakui, wilayah ini masih dihadapkan dengan tantangan nyata seperti akses internet yang belum merata sampai ke desa-desa pedalaman, infrastruktur yang masih terbatas akibat tantangan geografi, kemudian literasi digital yang membatasi pemanfaatan teknologi,”tandas Agus Pandu.

Dikatakan, Menko Polhukam sebagai Kementerian Koordnator dibidang politik dan keamanaan memiliki mandat untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur digital sejalan dengan kedaulatan  dan keamanan nasional

Karenanya lanjut Agus Pandu, Rakor ini didesain untuk mencapai 3 sasaran utama  yakni pemetaan wilayah prioritas  sehingga menghasilkan  data faktual dan data wilayah  yang jadi prioritas pembangunan. Sehingga langkah yang diambil tepat sasaran dan efisien

Sasaran kedua yang ingin dicapai adalah strategi percepatan dna pemuatan sistem dengan merumuskan kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur internet yang terukur.

“Dan yang ketiga adalah adanya komitmen bersama lintas sektor  untuk meminta komitmen pemerintah pusat danj daerah termasuk industri dan asosiasi untuk bergerak bersama membentuk ekosistem digital yamg kondusif, aman dan berkelanjutan khususnya di Papua Barat Daya,”ujarnya.

Diakuinya pula bahwa pembangtujna konektifitas inbternet di PBD bukan  pekerjaan yang mudah, jarak yang jauh, medan yang berat dan keterbatasan sumber daya adalah tantangan yang harus dihadapi.

Namun sejarah bangsa  ini telah mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada tantangan yang lebih besar selain persatuan. “Para pahlawan telah  berjuang merebut kemerdekaan, kita pun hari ini berjuang di medan baru, medan digital. Senjata kita kini buka bambu runcing, tapi senjata kita adalah teknologi, inovasi dan kelobarasi lintas sektor,”ujar Agus Pandu.

Dari Rakor ini, diharapkan .sebagai tonggak sejarah yang mampu menghadirkan strategi yang kokoh dan komitmen yang kuat.  “Jangan biarkan pertemuan ini berhenti dengan kata-kata tapi wujudkan dengan aksi nyata di lapangan,”tandasnya.

Ditegaskan bahwa Indonesia tidak boleh tertinggal dalam kecepatan dan tidak boleh ragu dalam keamanan. Papua Barat Data harus menjadi bukti bahwa transformasi digital di Indonesia  adalah untuk semua tanpa terkecuali.

Usai acara pembukaan Rakor Konektivitas Internet yang ditandai dengan penyerahan cindera mata dilanjutkan dengan pemaparan materi dari beberapa narasumber. Tampil menyampaikan paparan, Kepala Dinas Kominfo Papua Barat Daya, Irma Riyai Soelaiman, S.Sos MM.  (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.