Perluas Akses Hunian Di Indonesia Timur, BRI Catat Kinerja Positif Penyaluran KPP Di Papua
SORONG – Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirat memberikan apreseasi yang tinggi kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang telah mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) .

Apreseasi khusus diberikan kepada BRI, setelah Menteri PKP mendengar laporan yang disampaikan oleh Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto pada acara Kolaborasi Program Pembiyaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Gedung Lambert Jitmau Kota Sorong, Senin (27/4/2026).

Bahwa dari target Rp 8 trilun di tahun 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp 7, 98 triliun.
“Itu prestasi luar biasa dari BRI, artinya BRI sangat mendukung program Presiden Prabowo. KUR perumahan ini pertama kali ada di Indonesia karena karya dari Presiden Prabowo untuk UMKM.
Mereka yang modalnya Rp 100 juta ke bawah tanpa jaminan dan bunganya hanya 0,5 persen,”ujar Menteri PKP Maruarar Sirait kepada media.
Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada Dirut BRI beserta seluruh jajaran yang bekerja keras menjangkau seluruh pelosok sampai di Tanah Papua, sampai ke daerah-daerah pedalaman.
“Ini merupakan contoh yang baik bagi BUMN-BUMN yang punya kinerja bukan hanya mencari keuntungan tapi juga bermanfaat bagi masyarakat,”ujar Menteri Ara- sapaan akrab Menteri PKP.
Dalam releasenya kepada media, BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) yang mana program-program ini sangat membantu masyakarat Indonesia khususnya rakyat kecil hingga pelosok daerah.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto mengungkapkan, secara khusus dalam perluasan akses pembiayaan perumahan di wilayah timur Indonesia, BRI mencatatkan kinerja positif dalam penyaluran KPP di Papua.
Hingga 27 April 2026, total penyaluran KPP BRI di wilayah Papua mencapai Rp 258,9 miliar kepada 610 debitur yang terdiri dari Rp174,4 miliar untuk sisi supply dan Rp84,5 miliar untuk sisi demand.
Sebaran penyaluran tersebut didominasi oleh Provinsi Papua sebesar 28,03%, diikuti Papua Barat 16,76%, Papua Tengah 14,76%, dan Papua Selatan 13,83%, sementara sisanya tersebar di Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menyampaikan bahwa penyaluran ini memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mendorong tumbuhnya berbagai sektor usaha yang berkembang di sekitar kawasan hunian.
Capaian ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas UMKM di sektor perumahan dan konstruksi di kawasan tersebut.
“BRI melihat potensi permintaan di wilayah Indonesia Timur khususnya Papua masih sangat besar. Oleh karena itu, BRI akan terus mengoptimalkan penyaluran melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik wilayah serta memperkuat kolaborasi guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan” ungkapnya di sela sela acara Sosialisasi KPP, FLPP & PNM Mekaar Wilayah Papua di Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Sorong pada Senin (27/04).
Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perumahan & Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Papua Barat Daya, Faujia Helga Tampubolon, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar, Gubernur Papua Barat Daya dan sejumlah pejabat lainnya.
Aris menambahkan bahwa, secara nasional penyaluran KPP BRI telah mencapai Rp7,89 triliun yang disalurkan kepada 55.624 debitur, atau setara 98,73% dari target Rp 8 triliun pada tahun 2026.
Capaian tersebut menempatkan BRI sebagai bank dengan kontribusi penyaluran KPP tertinggi secara nasional, yakni sebesar 58,30%.
“Lebih dari sekadar menyediakan akses hunian, program ini turut menggerakkan aktivitas UMKM dari sisi supply dan demand, khususnya di sektor bahan bangunan dan konstruksi, sehingga memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah” imbuhnya.
Selain capaian yang kuat dalam penyaluran KPP, secara nasional, BRI juga menunjukkan kinerja kuat dalam mendukung program FLPP pemerintah.
Sejak Januari – April 2026, BRI telah menyalurkan 9.229 unit FLPP dari target 60.000 unit FLPP yang ditetapkan dengan nilai sebesar Rp 16,9 triliun kepada 123 ribu debitur.
Aris menegaskan, pembiayaan melalui FLPP dan KPP tidak hanya membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.
Dengan suku bunga FLPP sebesar 5% per tahun (0,42%/bulan) dan KPP sebesar 6% per tahun (0,5% /bulan), program ini dinilai semakin terjangkau bagi masyarakat hingga ke pelosok.
Selain itu, didukung jaringan yang luas dan terintegrasi, BRI akan terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan perumahan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah.
Upaya ini diarahkan untuk memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus memastikan akses yang lebih merata di berbagai daerah.
“Jaringan layanan BRI yang luas hingga ke pelosok menjadi kekuatan utama dalam memperluas akses pembiayaan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, BP Tapera, dan pengembang, BRI memastikan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan ketersediaan hunian, sehingga penyaluran berjalan merata dan berkelanjutan” pungkasnya. (min)






