Gabung Pawai Taaruf MTQ XXXI, Gubernur Papua Barat Daya Sapa Masyarakat Kota Semarang

SORONG– Pawai Taaruf dan kendaraan hias yang diikuti 1.000 lebih peserta dari seluruh kafilah provinsi di tanah air termasuk kafilah Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu pagi (12/9/2026) dilepas oleh Wali Kota Semarang, Dr Agustina Wilujeng Pramestuti, SS, MM.

Gubernur Elisa Kambu saat memasangkan mahkota Papua kepada Menteri Agama, Prof KHbNasaruddin Umar. (Ist)

Start dari Balai Kota Semarang dan finish di Kantor Pemprov Jawa Tengah, kafilah Provinsi Papua Barat Daya yang dipimpin Kabid Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, H. Rofiul Amri, M.Pd dan dihadiri  Plt Ketua LPTQ  Provinsi Papua Barat Daya, Abu Bakar Alhamid tampil dengan kendaraan hias bertahta Burung Kasuari.

Pemasangan Mahkota Papua kepada Wali Kota Semarang, Agustina W. Pramestuti. (Rosmini/SuaraSorong)

Setelah menunggu sekitar  2 jam, pawai taaruf pun dimulai dan kafilah Papua Barat berada di belakang kafilah Provinsi Papua Barat menyertakan pembina, pelatih berjumlah sekitar 40 orang.

Kendaraan hias kafilah Papua Barat Daya. (Rosmini/SuaraSorong)

Melewati podium pejabat Pemerintah Kota Semarang dan tamu undangan,  ketua pawai taaruf Papua Barat Daya, Rofiul Amri menyerahkan mahkota Papua kepada Wali Kota Semarang, Agustina W. Pramestuti.

Dalam pawai taaruf, kafilah Papua Barat Daya termasuk yang menarik perhatian masyarakat Kota Semarang yang nonton di sepanjang pinggir  jalan.

Kendaraan hias dengan kepala burung kasuari   jadi tontonan menarik khususnya bagi anak-anak dan para pelajar.  Terlebih melihat ikon Papua, Vera dan Abu yang mengenakan  baju dan aksesori  khas Papua.

Teriakan “Papua..Papua..Papua pun terdengar dari sahutan penonton. Pawai Taaruf MTQ XXXI  jadi tontonan dan hiburan masyarakat Kota Semarang. Mereka begitu excited melihat kafilah dari Tanah Papua.

Diantara peserta pawai taaruf, kafilah Provinsi Papua Barat Daya merasa sangat tersanjung dan memberikan apreseasi yang tinggi kepada Gubernur Provinsi Papua Barat Daya yang begitu mensupport kafilah PBD dalam MTQ XXXI.

Selain mengunjungi kafilah di tempat penginapan  di Golden Hotel, Gubernur Elisa Kambu beserta Ny Orpa Susana Kambu juga ikut serta jalan kaki bersama rombongan kafilah Papua Barat Daya.

Bergabung saat di tengah perjalanan, Gubernur Elisa Kambu dan istri tercinta menyapa masyarakat Kota Semarang dengan melambai-lambaikan tangan.

Mendengar  penyampaian tim kafilah kalau yang hadir di depan mereka itu adalah Gubernur Papua Barat Daya, masyarakat yang menonton langsung takjub, tidak menyaka kalau yang ada di barisan paling depan adalah Gubernur Papua Barat Daya.

Rute yang dilalui peserta pawai taaruf MTQ XXXI cukup jauh dan Gubernur Elisa Kambu beserta istri tanpak  sangat enjoy. Dan sikap humble Gubernur  Elisa Kamvu keluar ketika kerumunan anak-anak sekolah nonton di pinggir jalan.

Dimana orang pertama di provinsi ke-38 ini keluar dari barisan dan langsung menghampiri anak-anak sekolah itu untuk foto bersama.

Rela jalan kaki dan berpanas-panasan bersama kafilah Papua Barat Daya, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu memang luar biasa.

Dalam kegiatan pawai taaruf yang turut diikuti anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya, Febri Jane Anjar, jurnalis media ini  yang turut serta dalam rombongan kafilah Papua Barat Daya memantau, satu-satunya kepala daerah yang ikut serta jalan kaki bersama kafilahnya adalah hanya Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.

Pujian “Pak Gubernur luar biasa” terdengar diucapkan salah satu pejabat saat Elisa Kambu menuju ke podium utama menyerahkan mahkota Papua kepada Manteri Agama, Nasaruddin Umar d7 podium utama .

Hanya Gubernur Papua Barat Daya yang mau jalan kaki, panas-panas dengan peserta kafilah Papua Barat Daya, “ujar salah satu peserta kafilah Papua Barat Daya, Vera.

Barisan pawai taaruf yang cukup panjang benar-benar jadi tontonan maayarakat Kota Semarang. Menghidupkan suasana, saar mendengar musik yembo, Gubernur Elisa Kambu dan istri pun ikut goyang yembo.

Kendaraan dihias begitu indah dan pesertanya pun tampil maksimal  dengan ciri khas pakaian adat daerah masing-masing merupakan momen bagi masyarakat Kota Semarang dan peserta pawai taaruf untuk foto sampai sukses. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.