MANOKWARI– Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (20/6).

Ajang kerohanian dan akulturasi budaya berskala nasional ini mempertemukan ribuan peserta dari seluruh penjuru Nusantara yang berlangsung dengan khidmat sekaligus meriah.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan 14 tifa oleh Wakil Presiden RI, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, serta sejumlah kepala daerah sebagai simbol dimulainya acara.
Pesparawi XIV diikuti oleh 5.434 peserta dari 38 provinsi se-Indonesia yang akan berkompetisi dalam 12 kategori lomba selama 10 hari ke depan.
Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan bahwa ajang Pesparawi Nasional XIV memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai-nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk membangun harmoni sosial serta mempererat tali silaturahmi antarpeserta dan masyarakat dari berbagai daerah.
“Pesparawi bukan sekadar perlombaan paduan suara gerejawi, tetapi juga wadah untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat persatuan bangsa. Oleh sebab itu, saya mengapresiasi tema Pesparawi tahun ini yang mengangkat pesan perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua,” ujar Gibran.
Kesuksesan upacara pembukaan Pesparawi Nasional XIV tak lepas dari kontribusi dan kesigapan PT PLN (Persero) dalam menyediakan pasokan listrik yang andal. Guna memastikan kelancaran acara, PLN menyiagakan ratusan personel untuk mengamankan suplai listrik di seluruh titik lokasi kegiatan.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas kelancaran acara pembukaan tersebut. Ia memastikan kecukupan daya di seluruh lokasi pelaksanaan lomba telah dipersiapkan dengan tingkat keandalan dan keamanan yang tinggi, guna mendukung kelancaran acara hingga penutupan nanti.
“Khusus untuk acara pembukaan Pesparawi Nasional XIV di RTP Borarsi, kebutuhan dayanya mencapai 300 kilo volt ampere (kVA). Kami memastikan PLN dapat memenuhi suplai daya tersebut serta menjamin keandalan listrik tanpa kedip di area-area krusial,” papar Roberth.
Untuk memenuhi total kebutuhan daya listrik selama rangkaian acara Pesparawi Nasional XIV yang mencapai 850 kVA, PLN menjamin keandalan pasokan dengan memadukan jaringan kelistrikan utama dan sistem cadangan berlapis. Skema pengamanan ini didukung penuh oleh 9 unit genset berkapasitas total 860 kilowatt (kW), 7 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) sebesar 210 kVA, 7 unit Gardu Bergerak (UGB), 1 unit Kabel Bergerak (UKB), serta 1 unit Kubikel Bergerak (UKKB).
“Kami berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan Pesparawi XIV ini hingga selesai. Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan pihak penyelenggara terus kami perkuat agar suplai listrik tetap prima, sehingga seluruh peserta dan masyarakat dapat menikmati acara dengan nyaman,” tambah Roberth.
Selama perhelatan berlangsung, PLN menerjunkan 125 personel pengamanan pasokan kelistrikan. Para personel ini disiagakan di lima lokasi utama perlombaan, yakni Auditorium Universitas Papua, Aula Utama Universitas Papua, Gedung Arfak Convention Hall Polda Papua Barat, Aula PKK Papua Barat, serta RTP Borarsi yang menjadi pusat upacara pembukaan dan penutupan. (**/min)





