Wamen Kebudayaan akan Kawal Dinas Kebudayaan Berdiri Sendiri

SORONG– Wakil Menteri (Wamen) Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, S.I.Kom merespon bahkan mengatakan siap mengawal aspirasi yang disampaikan oleh Tokoh Kesenian, Budaya di Papua Barat Daya, David F. Kapisa gar di Provinsi Papua Barat Daya, Dinas Kebudayaan berdiri sendiri, terpisah dari Dinas Pendidikan.

Pose bersama disela acara puncak kegiatan Jambore Pemuda Adat Domberay. (Foto : Rosmini/SuaraSorong)

“Saya setuju, pernah disampaikan di depak Pak Gubernur sekarang disampaikan di depan Pak Wakil Gubernur, oleh karena itu komitmen saya, kita kawal pak. Karena memang menginginan sebuah Dinas Kebudayaan sendiri, karena dampaknya luar biasa, dampaknya luar biasa,”ujar Wamen Kebudayaan dalam sambutannya menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh tokoh kesenian/budaya, David Kapisa, SE pada puncak Jambore Pemuda Adat Domberay di Gedung LJ Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (11/8/2026).

Pose bersama Wamen Kebudayaan, Giring Ganesha. (Rosmini/SuaraSorong)

Ia kemudian mencontohkan pada lomba Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) yang digelar setiao tahun oleh Kementerian Kebudayaan. Dalam lomba IPK tersebut, setiap tahun juara I dan II itu bolak balik diraih DI Yogyakarya dan Provinsi Bali. Tahun 2024 lalu, IPK tertinggi diraih DI Yogyakarta, tahun 2025 diraih Provinsi Bali.

“Dan kita lihat dari dua itu, ketika pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota berkolaborasi dalam pengembangan kemajuan pembinaan kebudayaan, dampak nomor satunya adalah pariwisatanya meningkat, yang kedua ekonomi kreatif yang meningkat dan ketiga kebahagiaan warganya semakin meningkat. Itulah kalau kita investasi di kebudayaan,”ujar Giring Ganesha.

Lanjut dikatakan oleh Wamen, membangun sektor kebudayaaan memang hasilnya tidak langsung di depan mata, tidak seperti membangun jembata atau membangun jembatan.

“Tetapi saya yakin terbukti hasilnya. Sekarang Daerah Istimewa Yogyakarta sudah berkembang pesat pariwisata dan ekonomi kreatifnya, Bali apalagi,”ujar Wamen Kebudayaan.

Menurut data pariwisata, yang membuat turis-turis asing kembali dan kembali lagi ke Indonesia karena manusia dan kebudayaannya.

“Menurut data pariwisata karena manusia dan kebudayaannya, nomor 2 baru alamnya. Jadi kalau tadi Pak Wagub bilanh ayo kita kerjasama, kita bangun pariwisata dari Raja Ampat, saya setuju karena dari pariwisata pasti ada devisa, pasti ada lapangan pekerjaan. Tetapi juga jangan sampai orang cuman sekali ke Raja Ampat,”tandasnya.

Bahwa turis asing kembali lagi untuk berwisata di Raja Ampat karena diyakini masyarakat di Papua Barat Daya orangnya ramah-ramah, dan kebudayaannya luar biasa.

“Jadi saya titip itu pak, tolonglah, saya mengerti begitu banyak tantangan kita kedepan, saya yakin ditangan Pak Wakil Gubernur, tahun depan Insya Allah atau dua tahun lagi, yuk kita kawal berdiri sendirinya Dinas Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya. Dan itu adalah komitmen saya, dan yang pasti komitmen dari Bapak Menteri, Bapak Fadli Zon,”ujar Wamen Kebudayaan, Giring Ganesha.

Kepada media, Wamen Kebudayaan mengakui dalam upaya mewudkan Dinas Kebudayaan berdiri sendi terpisah dari Dinas Pendidikan memang tidak mudah.
Oleh karena itu merupakan komitmen dari Kementerian Kebudayaan dimana Papua Barat Daya yang telah memiliki Balai Pelestarian Kebudayaan sehingga untuk sementara akan dihendel oleh Kementerian Kebudayaan.

“Nanti juga kita kembangkan roadmap bagaimana pelestarian kebudyaan, ekpresi kebudayaan di Papua Barat Daya ini luar biasa, karena itu bagaimaa dikembangkan jadi sebuah produk,”imbuhnya.

Memiliki kebudayaan yang sangat kaya, dan pariwisata Raja Ampat yang luar biasa, namun ditegaskan Wamen Kebudayaan bahwa yang akan membawa kembali turis-turis mancanegara adalah kebudayaan.

“Apalagi kita tahu masyarakat Papua Barat Daya itu ramah-ramah, baik-baik hati semuanya, ini justru manusianya yang akan membawa banyak lagi turis-turis ke Papua Barat Daya,”ucap Giring Ganesha. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.