SORONG – Setelah mengikuti tahapan seleksi yang sangat ketat, sepasang putera puteri terbaik yakni Pieter Felix Paskah Yapen (siswa SMA Negeri 1 Raja Ampat) dan Vila Delvia Nauri (siswa SMA YPPK Seminari Petrus Van Diepen, Kabupaten Sorong) dinyatakan lolos pada seleksi tingkat nasional sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 mewakili Provinsi Papua Barat Daya.
Sebelumnya, 3 pasang calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) mewakili Provinsi Papua Barat Daya telah mengikuti serangkaian tes dan seleksi ketat yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI). Kegiatan berlangsung di Jakarta pada 15 hingga 18 Juni 2026.
Keenam peserta yang dikirim merupakan putra-putri pilihan terbaik yang telah lulus seleksi bertahap di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, yakni Agung Pagiel Klafle (SMA Negeri 3 Kota Sorong), Pieter Felix Paskah Yapen (SMA Negeri 1 Raja Ampat), Natalius Wilem Tjaane (SMA Negeri Seremuk Kabupaten Sorong Selatan), Flora Bosawer (SMA Negeri 1 Aitinyo Kabupaten Maybrat), Yudith Yesika Talita Mirino (SMK Advent Sausapor Kabupaten Tambrauw), serta Vila Delvia Nauri (SMA YPPK Seminari Petrus Van Diepen Kabupaten Sorong).
Setelah melalui penilaian menyeluruh meliputi pengetahuan kebangsaan, kesehatan jasmani, kepribadian, dan wawasan Pancasila, hasil resmi diumumkan pada Senin, 22 Juni 2026 melalui akun resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya, Drs. George Japsenang, membenarkan hal tersebut saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
“Tiga pasang calon Paskibraka kita telah mengikuti seleksi tingkat nasional di Jakarta. Hasilnya sudah diumumkan, dan satu pasang berhasil lolos, yaitu Pieter Feliks Yapen asal Kabupaten Raja Ampat dan Vila Delvia Nauri asal Kabupaten Sorong,” ujarnya.
Keduanya selanjutnya akan mengikuti pelatihan lanjutan bersama perwakilan dari seluruh provinsi se-Indonesia untuk mempersiapkan tugas mulia mengibarkan Bendera Pusaka pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun 2026.
Sementara dua pasang lainnya yang belum melaju ke tingkat nasional dipuji atas perjuangannya.
“Mereka tetap aset berharga daerah dan akan bergabung menjadi Paskibraka tingkat provinsi,” tambah George.
Ia berharap peserta yang lolos dapat menjaga nama baik daerah dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta kecintaan pada tanah air.
Seperti diketahui, BPIP mengumumkan 76 calon Paskibraka tahun 2026 yang akan mewakili dari 38 provinsi. Calon Paskibraka tersebut telah melewati proses verifikasi dari 119.441 pendaftar.
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi menjamin proses seleksi tersebut dilakukan secara transparan, integritas dan tidak ada praktik KKN. Ia mengapresiasi seluruh panitia seleksi dan pihak terkait dalam proses seleksi calon paskibraka tersebut.
“Seluruh proses dilaksanakan melalui aplikasi transparansi paskibraka yang dikembangkan BPIP untuk memastikan semua tahapan berjalan secara terukur dan dapat dipantau secara terbuka. Tahapan tersebut dilaksanakan secara transparan, objektif, profesional serta menjunjung tinggi keadilan dan akuntabilitas,” kata Yudian melalui konferensi pers yang disiarkan di Youtube BPIP, Senin (22/6/2026).
Dikatakan, proses pembentukan calon Paskibraka 2026 dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kabupaten kota hingga provinsi.
Mereka telah melalui proses verifikasi tingkat pusat dengan jumlah pendaftar paskibraka sebanyak 119.441 peserta.
Yudian memastikan proses penilaian di tingkat pusat dilakukan berdasarkan kemampuan dan kompetensi. Ia memastikan tidak ada perlakuan khusus maupun keberpihakan kepada peserta atau daerah tertentu. (**/min)







