SORONG– Kabut asap yang menyelimuti langit Kota Sorong, salah satu penyebabnya karena adanya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, Jln Sorong-Makbon yang terjadi pekan lalu dan hingga kini belum padam.

Karena itu, Wali Kota Sorong Septinus Lobat meninjau TPA sampah Jln Sorong-Makbon, Jumat (9/10).
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kota Sorong, termasuk Kepala BPBD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Peninjauan dilakukan, untuk melihat kondisi terkini TPA yang masih dilanda kebakaran. Sejumlah titik terlihat mengeluarkan asap tebal hingga menyelimuti area di sekitar lokasi.
Septinus mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat teknis dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dalam rangka mencari langkah penanganan dan memadamkan titik-titik api yang masih menyala.
“Setelah kami turun ke lapangan, kami akan mengundang semua OPD teknis untuk bersama-sama mencari solusi agar api atau titik-titik api yang ada di sini bisa dipadamkan. Harapan kami, asap bisa berkurang,” kata Septinus kepada wartawan.
Ia menjelaskan, luas kawasan TPA Sorong-Makbon mencapai sekitar 10 hektare. Namun, hingga peninjauan berlangsung, penyebab awal kebakaran tersebut belum diketahui secara pasti.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga sekitar, kebakaran telah berlangsung selama kurang lebih satu pekan.
Wali Kota mengakui, kebakaran di TPA Sorong-Makbon menjadi salah satu sumber asap yang menyelimuti Kota Sorong.
Meski demikian, ia menyebut asap juga diduga berasal dari sejumlah wilayah lain, termasuk Raja Ampat, Maybrat, dan Teluk Bintuni.
Menurutnya, kondisi kabut asap tersebut, turut menyulitkan aktivitas penerbangan, baik pesawat yang hendak lepas landas maupun mendarat.
“Ini menjadi tugas berat bagi pemerintah. Kita semua punya tanggung jawab untuk melihat titik-titik api yang menimbulkan asap dan mengambil langkah-langkah agar dampaknya bisa dikurangi,” ujarnya.
Pemerintah Kota Sorong, lanjut Septinus, akan berkoordinasi dengan OPD teknis untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan kebakaran, sekaligus mengurangi kepulan asap yang mengganggu masyarakat.
Selain menyoroti kebakaran di TPA, Septinus kembali mengingatkan masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama saat membuka lahan baru untuk berkebun.
Ia menegaskan, kondisi cuaca panas dan musim kering meningkatkan, risiko kebakaran apabila masyarakat tidak berhati-hati dalam mengelola lahan.
“Saya sudah menyampaikan imbauan ini jauh-jauh hari saat apel. Kami dari Pemerintah Kota Sorong memohon kepada seluruh warga agar tidak membakar sembarangan. Ketika membuka lahan untuk berkebun, jangan sampai menggunakan cara membakar,” tegasnya.
Wali Kota menambahkan, kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat secara luas.
Karena itu, ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan saat kondisi udara berasap.
Menurutnya, dengan jumlah penduduk Kota Sorong sekitar 302 ribu jiwa, persoalan kabut asap, harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah Kota Sorong berharap koordinasi lintas OPD dapat segera menghasilkan, langkah konkret untuk menangani kebakaran di TPA Sorong-Makbon dan mengurangi dampak asap yang dirasakan masyarakat.
Hingga peninjauan dilakukan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti dan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.(**/min)







