Tingkatkan Mutu dan Kualitas Majelis Taklim, Pokja Gelar Kegiatan Penguatan Organisasi

SORONG– Diikuti 120 majelis taklim di Kota Sorong, untuk pertama kalinya, Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim (MT) Kementerian Agama Kota Sorong melaksanakan kegiatan “Penguatan Organisasi Anggota Pengurus Majelis Taklim Kota Sorong”, Kamis (20/8/2026) di ACC Al Akbar Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Pose bersama diakhir acara pembukaan. (Rosmini/SuaraSorong)

Dengan mengusung tema “Penguatan Organisasi sebagai Mitra Pemerintah Dalam Meningkatkan Kualitas dan Mutu Layanan Majelis Taklim”, kegiatan ini benar-benar memberikan tambahan pengetahuan, wawasan bagi ibu-ibu majelis taklim yang hadir memadati ruangan ACC Al Akbar Kota Sorong.

Penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta. (Rosmini/SuaraSorong)

Menyuguhkan topik materi yang menarik, narasumber yang dihadirkan panitia semunya sangat kompeten hingga peserta pun begitu antusias mengikuti kegiatan ini hingga akhir. Antusiasnya peserta terlihat saat sesi tanya jawab.

Narasumber Waode Likewati saat menyampaikan materi. (Rosmini)

Mulai dari materi “Prinsip dan Kaidah” yang disampaikan Ustad Drs Mulyono, M.Ag, “Managemen dan Tata Organisasi” oleh Dr Waode Likewati, SE MM, hingga soal “Ekonomi Keumatan dan Managemen Keuangan dengan narasumber Syafullah Kamaruzaman, SE, peserta tampak berlomba-lomba untuk maju mengajukan pertanyaan.

Peserta saat menyampaikan pertanyaan. (Rosmini/SuaraSorong)

Sementara pada sesi keempat dengan narasumber Abdul Kadir Wakano, SH MM menyampaikan materu “ Perencanaan Program dan Kurikulum” yang akan dilanjutkan pada kegiatan pengajian Pokja berikutnya.

Ketua Pokja MT Kemenag Kota Sorong, Hj Hanifa Abdul Karim. (Rosmini/SuaraSorong)

Ketua Pokja MT Kemenag Kota Sorong, Hj Hanifa Abul Karim mengatakan, kegiatan penguatan organisasi ini memiliki makna yang sangat penting. Karena majelis taklim bukan hanya tempat pengajian, bukan hanya tempat berkumpul dan bukan hanya kegiatan rutin keagamaan.

Penyerahan sertifikat kepada narasumber Drs Mulyono, M.Pd. (Rosmini/SuaraSorong)

“Lebih dari itu, majelis taklim adalah ruang pembinaan umat, ruang pendidikan keluarga, ruang penguatan akhlak serta ruang silaturahmi yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat,”ujar Hanifa.

Syahrir Nurdin apreseasi Pokja MT Kemenag Kota Sorong. (Rosmini/SuaraSorong)

Diakuinya bahwa di Kota Sorong terdapat banyak majelis taklim dengan latar belakang, lingkungan dan karakter jemaah yang berbeda-beda. Perbedaan itu adalah kekayaan umat yang harus kita syukuri.

“Tugas kita bukan menyeragamkan semuanya, tetapi menyatukan langkah dalam tujuan yang sama, yaitu membina umat, memperkuat akhlak, menjaga persaudaraan dan menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,”tandas Ketua Pokja MT Kemenag Kota Sorong, Hanifa Abdul Karim.

Ia juga mengatakan, melalui Pokja Majelis Taklim Kementerian Agama Kota Sorong, pihkanya berkomitmen untuk terus membangun koordinasi, memperkuat komunikasi serta mendampingi majelis taklim agar semakin tertata dan berbudaya.

“Kami berharap setelah kegiatan ini, setiap pengurus dapat membawa semangat baru ke majelis masing-masing, yakni semangat untuk belajar, berbenah, bekerja sama dan melayani umat dengan lebih baik. Mari kita saling mendukung, saling menguatkan dan saling berbagi pengalaman,”ajaknya.

Kepada media ini, Hj Hanifa mengatakan, sampai saat ini jumlah majelis taklim yang sudah terdaftar, mendapatkan surat keterangan terdaftar (SKT) dari Kementerian Agama sebanyak 120 majelis taklim. Dan  30 majelis taklim yanh telah terdata dalam proses mendapatkan SKT.

Pantauan media ini, dalam kegiatan penguatan organisasi anggota dan pengurus majelis taklim, terungkap hal yang kerap dihadapi pengurus majelis taklim yang ditanyakan kepada narasumber, seperti bagaimana strategi membesarkan majelis taklim dan mengajak orang-orang di sekitar untuk hadir di majelis ilmu.

Menjawab hal ini, narasumber Mulyono mengatakan majelis taklim harus memahami apa keinginan jemaahnya. Agar banyak yang mau hadir, majelis taklim tidak hanya melaksanakan kegiatan pengajian tapi membuat program atau kegiatan yang baru sehingga jemaahnya tidak bosan.

Suasana begitu hidup ketika tiba pada sesi kedua, dimana narasumber Waode Likewati tampil benar-benar membuat suasana jadi rileks. Penyampaian materi yang ditunjang dengan mimik yang lucu membuat peserta pun kerap tertawa.

Menjelaskan materi tentang Managemen dan Tata Organisasi, Like-sapaan akrabnya- menekankan bahwa pengurus memiliki tugas dan peran masing-masing. Jangan sampai ketua majelis taklim menerapkan managemen tukang sate, dimana semua pekerjaan dilakukan sendiri .

Akhir kegiatan Penguatan Organisasi Anggota dan Pengurus Majelis Taklim diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta yang secara simbolis dilakukan oleh narasumber Abdul Kadir Wakano dan Ketua Pokja MT Kemenang Kota Sorong, Hanifa Abdul Karim.

Perkokoh Majelis Taklim, Perkuat Silaturahmi

Sementara itu, tokoh agama yang sehari-hari Wakil Ketua 2 DPR Kota Sorong, Syahrir Nurdin menilai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pokja MT Kemenag Kota Sorong sangat positif.

“Saya sebagai tokoh agama sangat bersyukur begitu banyak majelis taklim di Kota Sorong ini, dan itu perlu wadah yang kemjudian mengontrol setiap majelis taklim itu. Karena bagaimana pun dalam perkembangan dunia ini, kita harus waspada dengan pengaruh-pengaruh negatif atau aliran-aliran sesat itu,”ujar Syahrir.

“Kita tidak bisa menutup mata itu. Maka dengan kehadiran Pokja ini bisa mengkoordinir semua majelis taklim supaya tidak terkontaminasi dengan paham-paham yang keliru,”imbuhnya.

Memperkuat soliditas majeis taklim, Syahrir mengatakan pentingnya penguatan silaturahmi antar majelis taklim. “Semakin sering ketemu, semakin sering silaturahmi, maka Insya Allah jalinan ukhuwah itu akan terjalin dengan erat,”pungkas Syahrir Nurdin. (min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.