SORONG– Ditandai dengan penabuhan tifa secara bersama-sama, Ketua Umum Tim Pembina (TP) Posyandu Tri Tito Karnavian yang diwakili Ketua Bidang Kesehatan TP Posyandu, dr Suci Restu Ardi Daud, M.Si, M.Ed, Sp.A. Mars membuka secara resmi Giat Temu Kader TP Posyandu di Posyandu Harapan, Kelurahan Remu Selatan, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (12/10/2026).

Mengawali rangkaian kegiatan temu kader TP Posyandu, Ketua Bidang Kesehatan dan Plt Sekretaris TP Posyandu Safriati Safrizal, M.Si bersama Ketua TP Posyandu Papua Barat Daya Orpa Susana Kambu, S.Pd dan Ketua TP Posyandu Kota Sorong Jemima Windesi Lobat, S.KM, M.PA meninjau 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu Harapan Kota Sorong.

Saat meninjau 6 SPM Posyandu, Plt Sekretaris TP Posyandu menanyakan jumlah stunting yang dijawab oleh kader Posyandu bahwa di Posyandu Harapan tidak ada balita stunting.
Ketua TP Posyandu Kota Sorong, Jemima Windesi Lobat melaporkan dengan jumlah penduduk 304.389 jiwa, di Kota Sorong ada 118 posyandu dengan jumlah kader 1.200.
Dari 118 Posyandu, jumlah posyandu integrasi layanan primer (ILP) 87 posyandu dengan jumlah bayi 5.599, Balita 26.549 dan ibu hamil
5.538.
“Jumlah ibu melahirkan 5.499 posyandu dari 118 posyandu yang sudah melakukan 6 SPM adalah 4,”terang Jemima Windesi Lobat
Dikatakan Jemima, kehadiran rombongan TP Posyandu merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi TP Posyandu Kota Sorong untuk semakin memperkuat peran posyandu dalam memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ditegaskan Jemima Lobat, transformasi posyandu merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan dasar yang terintegrasi, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Oleh karena itu, penguatan posyandu tidak cukup hanya melalui kegiatan posyandu rutin,
tetapi harus didukung oleh kebijakan-kebijakan yang jelas, kelembagaan yang tertata, kader yang kompeten dan kerjasama lintas sektor,”ujar Jemima Windesi Lobat.
Ia juga mengakui kader posyandu di Kota Sorong memiliki banyak kekurangan, baik itu terkait sumber daya manusianya, juga alat-alat yang akan menunjang setiap kegiatan Posyandu.
Menyadari bahwa kader posyandu merupakan penggerak penting dalam satu keberhasilan transformasi posyandu dimana para kader posyandu hadir secara langsung di tengah masyarakat dari oleh dan untuk masyarakat.
“Oleh sebab itu peningkatan kapasitas kader yang mungkin juga akan dilakukan hari ini perlu disertai pendampingan koordinasi dengan lintas sektorserta penerapan pengetahuan dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari,”harap Jemima.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pertemuan ini atau sosialisasi yang diberikan kepada para kader tapi melalui semua ini akan menghasilkan tindak lanjut yang nyata.
Mulai dari penguatan registrasi posyandu, peningkatan kapasitas kader, pelaksanaan pelayanan berdasarkan 6 SPM hingga pada pembuatan upaya penanggulangan TBC berbasis masyarakat.
“Dengan demikian, keberhasilan transformasi posyandu tidak hanya dilukur dari tertibnya administrasi atau terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari semakin baiknya pelayanan yang dapat dirasakan oleh masyarakat,”ujar Jemima.
Ketua TP Posyandu Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambu dalam sambutannya mengatakan, dalam pelaksanaan pelayanan posyandu membutuhkan para kader yang merupakan anggota masyarakat yang bersedia
mampu dan memiliki waktu untuk membantu kepala desa, lurah dalam memberdayakan masyarakat.
Ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta meningkatkan pelayanan masyarakat di desa , kelurahan berdasarkan standar pelayanan minimal.
“Adanya tambahan tugas kepada para ketua PKK sebagai ketua tim pembina posyandu menandakan bahwa kita harus terus berkolaborasi dan bersinergi serta bersinergi antara PKK, posyandu dan juga pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat,”ujar Susana Orpa Kamnbu.
Isteri tercinta Gubernur Papua Barat Daya ini juga mengatakan, peran kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan di setiap posyandu harus diberikan apresiasi dan penghargaan karena kader posyandu dengan setia meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk membantu memberikan pelayanan 6 SPM kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Susana Orpa Kambu memberikan apresiasi kepada Jemima Windesi Lobat yang pernah terpilih menjadi kader kader posyandu teladan dari posyandu harapan mewakili Provinsi Ppaua Barat Daya.
Ketua TP Posyandu melalui Ketua Bidang Kesehatan, Suci Restu Ardi Daud dalam sambutannya mengatakan, kader Posyandu memiliki posisi yang sangat penting karena berada dekat dengan masyarakat.
Kader posyandu diharapkan mampu menggerakkan partisipasi warga, menyampaikan informasi, mengenali kebutuhan masyarakat, serta membangun hubungan warga dengan layanan yang diperlukan.
Ketua Umum TP Posyandu berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemerintah Kota Sorong, pemerintah kecamatan, desa, kelurahan serta seluruh perangkat daerah terus memperkuat penggunaan posyandu.
Dukungan tersebut diperlukan agar pengurus dan kader memiliki pemahaman yang memadai mengenai tugasnya, memahami mekanisme koordinasi dan mampu menjalankan tugas, fungsi yang secara efektif sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Di kesempatan tersebut Ketua Umum TP Posyandu juga berharap untuk memberikan perhatian terhadap upaya deteksi dini tuberkulosis atau TBC.
“Hal ini penting karena pencegahan dan penanggulangan TBC dibutuhkan keterlibatan masyarakat selain pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan,”tandasnya.
Dikatakan, dukungan posyandu dalam deteksi dini TBC merupakan salah satu bentuk kontribusi pada bidang kesehatan yang perlu dilaksanakan melalui kondisi dengan puskesma tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan keluarga serta pihak terkait.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman kader sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Mari kita jadikan posyandu sebagai wadah partisipasi masyarakat yang semakin kuat, semakin baik kata kelolanya, dan semakin mampu menghubungkan masyarakat dengan pelayanan dasar yang diberikan,”ajaknya.
Penguatan tersebut merupakan dukungan dengan pembinaan yang berkelanjutan
Koordinasi yang jelas serta komitmen bersama dari seluruh unsur pemerintah dan masyarakat
Pada rangkaian pembukaan temu kader posyandu yang dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dan Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, dilaksanakan imunisasi dan penyerahan bantu sembako kepada 4 perwakilan warga.
Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan 5 paket sembako kepada ibu hamil, ibu menyusui, balita,lansia dan disabilitas dari TP Posyandu Pusat.
Selain itu juga diserahkan 3 unit alat kesehatan dari TP Posyandu pusat kepada TP Posyandu Harapan Remu Selatan. Dan terakhir pemberian makanan tambahan kepada 3 balita.
Usai pembukaan temu kader di Posyandu Harapan Kelurahan Remu Selatan dilanjutkan dengan sosialisasi di Gedung LJ Kantor Walikota Sorong. (min)





