SORONG– Film The Hostage’s Hero yang tayang perdana di Bioskop 2 April 2026 disambut antusias prajurut TNI AL di Provinsi Papua Barat Daya.

Dalam nonton bareng (nobar) di Bioskop XXI Ramayana Mall Sorong, semua tampak puas dengan film garapan Sutradara Revo S Rurut.
Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut XIV (Komandan Kodaeral XIV), Laksamana Muda TNI Djatmoko, S.T., M.M., CHRMP didampingi Ketua Daerah Kodaeral XIV Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Maulina Djatmoko, serta Prajurit dan PNS Kodaeral XIV serta Anggota Persatuan Purnawirawan TNI AL (PPAL) Wilayah Sorong turut serta dalam nobar film The Hostage’s Hero .
Film yang ditayangkan secara seretak tersebut berkisah tetang kisah heroik prajurit TNI Angkatan Laut di KRI Karel Satsuitubun-356 dalam peristiwa pembebasan 36 sandera kapal MT Pematang di Selat Malaka pada tahun 2004.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral XIV Sorong, Kolonel Laut (KH) R Doni Kundrat mengatakan, selain menyampaikan pesan patriotisme, film The Hostage’s Hero ini bertujuan mengenalkan masyarakat pada tugas mulia TNI AL yang selalu siaga menjaga perairan Indonesia, namun di sisi lain, para prajurit juga manusia biasa yang memiliki keluarga, istri, dan anak yang mereka tinggalkan ketika sedang bertugas dalam waktu yang lama.
“Film tersebut dibuat agar bisa memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin mencintai Indonesia dan menanamkan jiwa kepahlawanan, sehingga dapat membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya pengabdian, keberanian, dan cinta tanah air,”tandas Kadispen Kol Laut (KH) R. Doni Kundrat.
Tampak suasana seru penuh atusias dan haru terlihat pada saat para penonton menyaksikan film tersebut, dimana cerita film juga memperlihatkan dilema antara kerinduan kepada keluarga di rumah atau dedikasi tanpa batas untuk menjaga kedaulatan begara.
Adapun tema film tersebut adalah “Duty, Honor, and Love “ Ketika Laut Memanggil, Mereka Harus Memilih.
Film The Hostage’s Hero diangkat dari kisah nyata operasi pembebasan 36 sandera di Selat Malaka pada tahun 2004 lalu.
Operasi ini dilaksanakan oleh KRI Karel Satsuitubun-356 dibawah Komando Laksamana Madya TNI (Purn) Achmad Taufiqoerrohman.
Dibintangi pemeran utama aktor Donny Alamsyah, suasana begitu mencekam saat tidak ada pasukan khusus anti pembajakan yang disiapkan namun prajurit TNI AL dibawah komando Letkol Taufik dengan juang yang tinggi berhadapan langsung dengan para perompak untuk membebaskan sandera di kapal tangker MT Pematang.
Disitulah semboyan Jalaseva Jayamahe tertancap begitu nyata dihati prajurit TNI AL yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk membebaskan sandera dari tangan para perompak.
“Dari film ini setidaknya kita dapat membayangkan bagaimana bapak kita puluhan tahun lalu saat melaksanakan tugas serupa. Meski peristiwa ini terjadi 2004 lalu dan kira baru menontonnya sekarang tetap menambah semangat dan kekaguman kita terhadap pengorbanan prajurit TNI AL. Membebaskan sandera itu nyawa taruhannya,”ujar salah satu penonton, Caroline yang mengaku almarhum ayahnya anggota TNI AL sehingga sangat meresapi kisah dalam film The Hostage’s Hero tersebut.
Film berdurasi 1 jam 36 menit dinilai tidak membosankan karena ada sisi romansnya, dimana harus meninggalkan keluarga bahkan istri Dalma keadaan hamil besar dan prajurit TNI AL yang lajang meninggalkan kekasih tercinta .
“Meski berat, prajurit tetap menjalankan tugas karena sudah mengikat kontrak dan komitmen kepada negara. Hal inilah yang membuat pengorbanan mereka layak mendapat penghormatan dan rasa terima kasih dari seluruh rakyat,”tandas Caroline.
Atas dedikasi dalam perjuangan pembebasan sandera di Selat Malaka, Ia mengatakan patut memberikan apreseasi kepada para prajurit TNI AL yang telah rela meninggalkan keluarganya demi menjaga keamana di laut.
Dan Ia mengaku bersukur karena Presiden RI Prabowo Subianto secara khusus juga memberikan penghargaan kepada prajurit TNI AL yang terlibat dalan upaya pembebesan 36 sandera di perairan Selat Malaka 2004 lalu.
“Filmnya seru ya, menggambarkan keteguhan, keberanian seorang prajurit TNI AL sebagai abdi negara untuk mempertahankan NKRI di wilayah laut, anatar tugas dan keluarga dilaksanakan serimbang. Ada keberanian, disiplin,kerjasama dan solid diantara prajurit sehingga bisa mengalahkan perompak-perompak yang membajak kapal tangker Pertamina,”ujar penonton lainnya, Hj Erna yang ditemui usai menyaksikan Film The Hostage’s Hero.
Pantauan media ini, Nobar Film The Hostage’s Hero berlangsung 3 sesi dimana sesi pertama yakni dari Koarmada III dan kemudian Kodaeral XIV Sorong serta sesi berikutnya dari Pasmar 3 dimana turut hadir Komandan Pasmar 3 Mayjen (Mar) Andi Rahmat M. (min)










